Cermati Invest Weekly Update 3 Agustus 2026

Ulasan Pasar

INDONESIA W (-/+) % HARGA
IHSG 0.64% 6,236.13
ISSI 0.16% 144.62
IDX30 1.09% 349.77
FTSE Indonesia 1.21% 2,212.40
MSCI Indonesia 1.01% 4,308.63
Dolar Amerika 0.30% 17,994

Provided by Cermati Invest, last update 31 July 2026

IHSG & Saham Pekan Ini

Indeks, ditutup menguat (+)0.80% ke level 6.236,13 pada perdagangan Jumat (31/7/2026). Mencatatkan kenaikan (+)0.64% dalam sepekan. Penguatan IHSG pekan lalu didominasi oleh dorongan akumulasi investor domestik, walau asing membukukan net buy sebesar Rp262,8 miliar, secara keseluruhan sepanjang pekan asing masih mencatatkan aksi net sell akumulatif sekitar Rp1,4 triliun.

Pekan lalu IHSG menorehkan support gap pada angka 6.186,36 yang berasal dari kenaikan 7 sektor, hal ini menjadi potensi koreksi ke depannya di saat IHSG dan seluruh sektor di dalamnya rebound. Sejak awal kuartal tiga yang juga merupakan awal semester dua, pasar cenderung uptrend dengan tujuan terdekat IHSG 6.470 lalu 6.723.

Saham, 7 sektor yang berpotensi koreksi pekan ini adalah Industri Dasar, Siklikal, Energi, Kesehatan, Industri, Infrastruktur, dan Teknologi. Jadikan kesempatan ini untuk cicil beli, terutama ketika IHSG turun menutup support gap-nya. Pekan ini dapat perhatikan TLKM, SSIA, MEDC, ISAT, dan ASGR, serta saham 3rd liners seperti BUMI, BNBR, BKSL, dan BIPI. Selain itu, potensi rebound bulan Agustus ini bisa juga berasal dari emiten PGAS, JSMR, BREN, dan CYBR. Sesuaikan dengan modal dan risiko yang mampu diterima.

Investasi Saham Sekarang!  

Pergerakan Rupiah

Rupiah, pekan lalu rupiah menguat 0.3% mendekati kurs referensi JISDOR (Bank Indonesia) yang berada di posisi Rp18.078 per US$. Indeks DXY (US Dollar Index) dari 101,64 turun ke 99,8 dipicu sikap hati-hati pasar terhadap pernyataan kebijakan suku bunga The Fed. Pekan ini, rupiah menguat antara Rp17.825—Rp18.000. Biasanya saat rupiah menguat, harga saham bergerak naik.

KOMODITAS W (-/+) % HARGA
Emas -0.26% 4,042.67
Perak -1.89% 57.79
Platina 3.33% 1,646.02
Nikel -0.47% 17,259.88
Timah 1.91% 54,700
Alumunium 0.94% 3,194.65
Minyak Mentah -0.56% 84.67
Minyak Sawit - 4,480
Gas -3.50% 2.79
Batu Bara -0.34% 130.15
Tembaga 1.08% 13,790.78

Provided by Cermati Invest, last update 31 July 2026

Emas & Kripto

Minyak Dunia, pemicu kenaikan harga minyak pada pekan lalu karena restriksi pasokan serta kekhawatiran terkait jalur pengiriman kargo minyak melalui Selat Hormuz, ditunjang oleh penurunan stok persediaan minyak mentah AS ke titik termurah tahunan. Kenaikan harga minyak global memperluas potensi kenaikan beban subsidi energi serta risiko imported inflation pada kuartal III-2026. Tetapi pekan ini diperkirakan harga minyak cenderung turun, di mana Brent bergerak pada kisaran US$76—US$87, sedangkan WTI US$71—US$82.

Emas, pekan lalu pada spot global ditutup pada US$4.042,97/troy ounce (kontrak berjangka AS di level US$4.073,60/troy ounce). Pekan ini mix antara U$3.982—US$4.191, menunggu rilis data Nonfarm Payrolls pada Jumat 19.30 (WIB) pekan ini.

Pekan lalu emas Antam (domestik) menguat ke Rp2.620.000/gram karena rupiah melemah. Harga buyback tercatat di Rp2.400.000/gram. Permintaan terhadap emas masih sangat kuat sebagai aset safe-haven di tengah volatilitas nilai tukar. Untuk emas digital pekan ini diperkirakan bergerak antara Rp2.300.000—Rp2.400.000. Bila harga emas turun, tentu biaya cetak akan lebih murah.

Mulai Investasi Emas Digital Sekarang!  

Kripto,

KRIPTO W (-/+) % HARGA
Bitcoin -3.50% 63,223
Ethereum -4.89% 1,864.95
Solana -4.83% 73.22

Provided by Cermati Invest, last update 31 July 2026

Mengawali bulan Agustus 2026 dengan tekanan aksi jual (risk-off sentiment). Di luar Bitcoin dan Ethereum, minat investor kini berfokus pada Solana yang unggul dalam efisiensi transaksi DeFi/NFT, proyek AI & Big Data (RNDR, FET, NEAR) yang menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, serta Real World Assets (LINK, ONDO) yang dilirik institusi berkat tokenisasi aset fisik ber-yield stabil. Sementara stablecoins (USDT, USDC) dimanfaatkan trader sebagai sarana parkir dana guna memitigasi risiko sembari menunggu momentum rebound pasar.

Bitcoin (BTC)jatuh dan terkoreksi ke kisaran US$62.500—US$62.800 pada pembukaan Agustus 2026. Meskipun tertekan secara teknikal, arus masuk (inflow) secara bertahap pada ETF Bitcoin Spot jangka panjang masih menjadi penahan agar koreksi tidak berlanjut lebih dalam. Pergerakan BTC pekan ini antara US$60.870—US$64.260.

Ethereum (ETH), pekan lalu tertekan ke level US$1.850–US$1.860 per ETH. Meski demikian, katalis fundamental seperti peningkatan adopsi integrasi ekosistem DeFi serta pembaruan efisiensi biaya transaksi (gas fee) terus menjadi tumpuan akumulasi investor institusi. Pekan ini berada dalam kisaran US$1.770—US$1.910.

Mulai Investasi Kripto di Sini!  

REGIONAL W (-/+) % HARGA
Dow Jones 1.04% 52,485.03
S&P 500 1.05% 7,489.72
FTSE 100 1.23% 10,868.05
DAX 2.11% 25,629.24
Nikkei 225 -1.52% 64,362.02
Hang Seng 3.69% 25,884.43
CSI 300 -1.31% 4,588.20
KOSPI -1.42% 6,595.45

Provided by Cermati Invest, last update 31 July 2026

Reksa Dana

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Liquidity & Safety, ideal untuk alokasi dana darurat dan porsi penampungan modal sementara di tengah fluktuasi indeks dan mata uang yang tinggi.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), Moderate Growth & Yield Locking, berpotensi mengoptimalkan momentum kenaikan harga obligasi saat yield berada di puncaknya, memberikan potensi imbal hasil yang relatif stabil secara harian.

Reksa Dana Saham / Campuran (RDS/C), Aggressive Accumulation, terutama saat IHSG mencoba menembus level resistance psikologis 6.470.

Berikut reksa dana menarik, memiliki performa terbaik dalam 1 bulan terakhir dan dapat dicermati:

Kinerja reksa dana di masa lalu bukan jaminan kinerja reksa dana di masa depan, jadi pilih yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik ataupun tujuan investasi Anda.

Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!

Mulai Investasi Reksa Dana Sekarang!  

Surat Berharga

Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun, yield bergerak di level menarik. Surat Utang Negara terbilang "murah" secara valuasi karena menawarkan real yield positif yang tergolong tinggi dibandingkan tingkat inflasi domestik. Untuk Obligasi Ritel (SR / ORI) dapat jadi pilihan instrumen pendapatan tetap berisiko rendah yang sangat kompetitif untuk mengunci tingkat imbal hasil (yield) stabil di atas suku bunga acuan bank sentral yang saat ini berada di posisi 5.75%.

Beli Obligasi Sekarang!

Pasar Saham Tutup Juli di Zona Hijau, Investor Cermati Rilis Data Ekonomi Pekan Ini 

Pasar saham Indonesia akhirnya mencatatkan angin segar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sebesar 10.51% di bulan Juli 2026, berhasil mengakhiri tren pelemahan yang terjadi sepanjang semester pertama. Bagi para investor, momentum positif ini memberi harapan akan berlanjutnya tren penguatan di bulan Agustus, meskipun langkah analisis tetap diperlukan seiring dirilisnya sejumlah data krusial pekan ini. Fokus utama domestik tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2026 oleh BPS untuk menguji seberapa solid daya beli masyarakat dan investasi nasional di atas level 5%, serta pergerakan data inflasi Juli.

Sementara dari pasar global, rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) akan menjadi petunjuk utama arah kebijakan suku bunga The Fed, yang berpotensi memicu kembali masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, cermati konfirmasi data-data tersebut secara cermat agar Anda dapat mengambil keputusan investasi yang terukur dan objektif.

loader

Performa IHSG (JKSE),EMAS (XAU/USD),BITCOIN (BTC/USD) & Dolar Amerika (XAU/USD) Tahun 2026

Reksa Dana

Jenis Nama Reksa Dana NAV 1D 1Bln YTD 1Th Inception AUM
Pasar Uang SAM Dana Kas 1537 -0.02% 0.60% 2.08% 4.50% 53.70% 88.56 M
Pasar Uang Henan Ultima Money Market 1748.1057 0.00% 0.50% 2.92% 5.39% 74.81% 1.26 T
Pendapatan Tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium Kelas A 1981.6541 0.01% 1.05% 1.44% 5.25% 98.17% 1.81 T
Pendapatan Tetap HPAM Pendapatan Tetap Prima 1099.8632 0.01% 0.69% 4.21% 7.18% 15.37% 731.37 M
Saham SAM Indonesian Equity Fund 2021.05 1.56% 21.49% -28.56% 6.25% 159.08% 534.91 M
Saham Bahana Primavera Plus 12455.76 0.93% 14.39% -14.56% 2.59% 1145.58% 36.51 M
Campuran SAM Mutiara Nusantara Nusa Campuran Kelas A 1421.7773 1.60% 16.28% -16.10% -12.76% 42.18% 9.11 M
Campuran Trimegah Balanced Absolute Strategy Kelas A 1693.68 2.05% 9.76% -25.43% -11.76% 69.37% 0.43 T
Dolar AS STAR Fixed Income Dollar 1.094514 0.01% 0.30% 1.95% 4.08% 9.45% 19.78 Jt
Dolar AS BRI G20 Sharia Equity Fund Dollar 1.4148 2.95% -2.39% 11.09% 15.13% 41.48% 1.17 Jt

Provided by Cermati Invest, last update 31 July 2026

Surat Berharga

NAMA OBLIGASI ISIN MATA UANG KUPON JATUH TEMPO HARGA BELI HARGA JUAL YIELD RATING
FR0103 IDG000024506 IDR 6.75% 15-Jul-35 97 96 7.21% BBB
FR0088 IDG000018201 IDR 6.25% 15-Jun-36 93.00 92.00 7.25% BBB
PBS005 IDP000001505 IDR 6.75% 15-Apr-43 95.00 94.00 7.27% BBB
MBMA01BCN3 IDA0001638B6 IDR 8.25% 9-Dec-30 101 100 8.00% idA
SMOPPM02BCN3 IDJ0000407B8 IDR 8.50% 4-Nov-30 101.5 100.5 8.12% idA

Provided by Cermati Invest, last update 31 July 2026

Kalender Ekonomi

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk pekan ini:

Senin, 03 Agustus 2026

  • 8:45 AM dari China: Indeks Manufaktur RatingDog (PMI) JUL.
  • 11:00 AM dari Indonesia: Neraca Perdagangan JUN dan Tingkat Inflasi YoY JUL.

Selasa, 04 August 2026

  • 6:00 AM dari Korea Selatan: Tingkat Inflasi YoY JUL.
  • 9:00 PM dari AS: Lowongan Kerja JOLTs JUN.

Rabu, 05 August 2026

  • 11:00 AM dari Indonesia: Tingkat Pertumbuhan PDB YoY Q2.
  • 9:00 PM dari AS: PMI Layanan ISM JUL, Perubahan Persediaan Minyak Mentah EIA JUL/31.

Kamis, 06 Agustus 2026

  • 7:30 PM dari AS: Produktivitas Kerja Non-Pertanian QoQ Perkiraan Awal Q2, Biaya Unit Tenaga Kerja QoQ Perkiraan Awal Q2.

Jumat, 07 Agustus 2026

  • 10:00 AM dari China: Neraca Perdagangan JUL, Ekspor YoY JUL, Impor YoY JUL.
  • 1:00 PM dari Jerman: Neraca Perdagangan JUN.
  • 7:30 PM dari AS: Upah non Pertanian (Non Farm Payrolls) JUL, Tingkat Pengangguran JUL.

Corporate Action

Semester kedua biasanya mulai jarang aksi korporasi perusahaan. Ada beberapa emiten yang berencana melakukan rights issue seperti ENRG (rasio 2:1 di harga Rp310), VKTR (rasio 7:4 tetapi harga konversi hmetd masih menunggu prospectus final) dan BAJA (rasio 2:1 di harga Rp500). Konfirmasi persetujuan dan penetapan tanggalnya masih dalam proses.

Source: BI, CNBC Indonesia, Bloomberg, Investing, Trading Economics, KSEI, Cermati, Artha Investa Teknologi (AIT), Stockwatch.id.

Disclaimer:
Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi. Isi dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran untuk membeli/menjual/dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apa pun atau suatu nasehat investasi.

Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: