Cermati Invest Weekly Update 14 September 2026
Highlight Pasar Sepekan ( Data Close 11 September 2026)
- IHSG Terkoreksi ke 6.541,38 (-1.43% W-o-W): IHSG ditutup melemah di level 6.541,38 per penutupan Jumat, 11 September 2026, tertekan oleh penurunan indeks acuan regional dan aksi profit taking saham berkapitalisasi besar.
- Transaksi Modal Asing ( Net Foreign Flow ): Investor asing mencatatkan aksi jual bersih ( Net Foreign Sell ) sebesar Rp 1,85 triliun di seluruh pasar selama periode 7-13 September 2026 seiring volatilitas pasar global menjelang Rapat FOMC.
- Komoditas Energi Melonjak Tajam (Brent +8.51%, WTI +8.58%): Harga minyak mentah Brent meroket ke US$ 104,47/bbl dan WTI ke US$ 99,99/bbl dipicu pengetatan pasokan global dan ketegangan geopolitik. Batu bara terkoreksi tipis -1.28% ke US$ 146,75/MT.
- Kripto & Kurs Rupiah: Bitcoin terkoreksi (-)3.75% w-o-w ke level US$ 77.320 dan Ethereum melandai (-)0.43% ke US$ 2.505,58. Kurs USD/IDR menguat tipis (rupiah menguat +0.16%) ke Rp17.607,00/USD.
1. Ringkasan Berita Ekonomi, Politik, & Keuangan Sepekan
Isu Ekonomi & Keuangan Global
- Data Inflasi CPI AS & Ekspektasi Keputusan Suku Bunga FOMC The Fed: Rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Agustus 2026 tercatat kembali memanas di level 3.4% YoY (naik 0.4% MoM), terutama dipicu oleh lonjakan harga bensin dan energi (+27.4% YoY) pasca-gejolak geopolitik. Data inflasi tinggi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter hawkish atau berpotensi menaikkan suku bunga acuan (25 bps) pada rapat FOMC pekan ini (16-17 Sept).
- Kebijakan Moneter European Central Bank (ECB): European Central Bank resmi memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada rapat 10 September 2026, sehingga deposit facility rate mencapai 2.50% (berlaku efektif 16 Sept). Langkah ini diambil guna meredam laju inflasi energi yang terus meningkat di kawasan Zona Euro.
- Kondisi Makro Ekonomi Tiongkok & Asia: Rilis data ekonomi Tiongkok awal September (CPI +0.6% YoY) mengindikasikan pemulihan permintaan domestik yang lambat. Pasar menantikan efektivitas stimulus tambahan dari pemerintah Tiongkok untuk menopang sektor properti dan industri manufaktur.
Isu Ekonomi, Politik & Keuangan Domestik
- Pertumbuhan Penjualan Eceran & Konsumsi Domestik RI: Bank Indonesia merilis Indeks Penjualan Eceran (IPR) Juli/Agustus 2026 yang tumbuh positif +4.2% YoY. Kinerja penjualan eceran ditopang oleh solidnya konsumsi rumah tangga pada kelompok makanan, minuman, dan bahan bakar kendaraan.
- Arus Modal Asing & Stabilitas Nilai Tukar: Transaksi modal asing di pasar keuangan domestik mencatatkan net outflow sementara senilai Rp1,85 triliun di bursa saham, dipicu oleh penyesuaian portofolio institusi global menjelang keputusan suku bunga acuan The Fed dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
- Dampak Lonjakan Komoditas Energi Terhadap Fiskal: Lonjakan harga minyak mentah dunia hingga menembus US$ 104/bbl menambah tekanan pada postur APBN terkait alokasi subsidi energi, meski potensi pendapatan negara dari ekspor komoditas berbasis energi tetap memberikan jaring pengaman ( buffering ).
2. Prospek & Perkiraan Arah Pasar Pekan Ini
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
IHSG berada dalam fase konsolidasi bawah (YTD) pasca penyesuaian sektor perbankan & bobot bursa. Pekan ini diproyeksikan bergerak consolidative/wait and see menguji area support kuat di 6.370-6.420, dengan resistance di 6.600-6.635. Pasar akan berfokus penuh pada rilis pengumuman FOMC The Fed dan RDG Bank Indonesia di pertengahan pekan.
Sektor & Saham Pilihan
Sektor Komoditas Energi (MEDC, ADRO, PGAS, ITMG) diprediksi outperform terdorong rally minyak dunia. Sektor Perbankan Big-Cap (BMRI, BBCA, BBRI) menarik untuk akumulasi Buy on Dip memanfaatkan momen cum dividend dan potensi penurunan yield . Saham pilihan: BMRI (Trading Buy, TP: 6.850), MEDC (Buy on Breakout, TP: 1.550), ADRO (Accumulate, TP: 3.900), PSAB (Speculative Buy, TP: 340) .
Kurs Rupiah (USD/IDR)
Diperkirakan bergerak stabil di rentang Rp17.520-Rp17.680 / USD per penutupan pekan lalu di Rp17.607. Potensi penguatan Rupiah terbuka jika The Fed memberikan sinyal pemangkasan suku bunga yang lebih agresif.
Pasar Kripto
Mengalami tekanan koreksi YTD namun mulai menunjukkan pola akumulasi stabil pada area support kuat. Pekan ini Bitcoin (BTC) berpotensi konsolidasi di rentang US$ 75.500 - US$ 80.000 per BTC (close US$ 77.320). Perbaikan likuiditas global pasca-FOMC dapat mendorong kenaikan kembali menuju US$ 82.000.
Komoditas (Minyak & Emas)
Minyak Brent diprediksi bertahan tinggi di rentang US$ 98,00-US$ 108,00/bbl ( close US$ 104,47/bbl). Emas dunia (XAU/USD) berada dalam fase konsolidasi sehat di kisaran US$ 4.300-US$ 4.400/oz. Emas mempertahankan performa positif tipis YTD setelah fase konsolidasi tinggi, tetap menjadi pilihan utama aset safe haven . Pekan ini ANTAM diproyeksikan berada di kisaran Rp2.580.000-Rp2.650.000/gram sejalan dengan pergerakan emas spot dunia. Emas Digital berkisar Rp2.400.000–Rp2.536.000/gram.
Surat Berharga & BONDS
Yield SUN 10Y dan 30Y diprediksi melandai ( close 30Y di 7.23%). Menjadi momentum sangat menarik untuk strategi locking yield pada Surat Berharga Negara tenor menengah-panjang.
Reksa Dana
Disarankan mengombinasikan reksa dana pasar uang sebagai porsi likuiditas utama dan reksa dana pendapatan tetap syariah / dolar AS untuk memaksimalkan imbal hasil portofolio.
Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!
3. Tabel Performa Pasar & Komoditas
Indeks Saham Indonesia & Acuan
|
Instrumen / Indeks |
Harga Close |
W (-/+) % |
|
IDX Composite (IHSG) |
6.541,38 |
-1,43% |
|
Jakarta Islamic 70 (JI70) |
154,67 |
+0,10% |
|
IDX 30 |
361,21 |
-1,82% |
|
FTSE Indonesia |
2.285,00 |
-2,20% |
|
MSCI Indonesia |
4.221,94 |
-3,15% |
|
USD / IDR |
17.607,00 |
-0,16% |
|
Indonesia 30Y Bond Yield |
7,23% |
+0,65% |
|
Bitcoin (BTC/USD) |
77.320,00 |
-3,75% |
|
Ethereum (ETH/USD) |
2.505,58 |
-0,43% |
Indeks Regional & Kripto
|
Instrumen / Indeks |
Harga Close |
W (-/+) % |
|
US Tech 100 (Nasdaq) |
29.370,40 |
-0,52% |
|
Dow Jones Industrial |
52.573,29 |
-1,57% |
|
S&P 500 Index |
7.656,98 |
-0,80% |
|
FTSE 100 |
10.650,44 |
-1,67% |
|
DAX Index |
25.568,56 |
-1,83% |
|
Nikkei 225 |
64.011,34 |
-3,10% |
|
Hang Seng Index |
24.805,63 |
-3,30% |
|
CSI 300 |
4.510,16 |
-0,83% |
|
KOSPI Index |
6.909,91 |
+3,33% |
|
U.S. 30Y Treasury Yield |
5,35% |
+2,06% |
Pasar Komoditas Global
|
|
4. Komparasi Kinerja Kelas Aset (YTD 2026)
Berdasarkan grafik analisis teknikal komparasi kinerja kumulatif Year-to-Date (YTD 2026) per penutupan September 2026, berikut adalah rincian performa empat kelas aset utama:
Gambar 1: Grafik Komparasi Kinerja Kumulatif YTD 2026 (USD/IDR +5,20%, XAU/USD +0,42%, BTC/USD -14,19%, JKSE -25,23%)
5. Obligasi Konvesional & Sukuk Trending (14 - 20 Sept2026)
Berikut adalah seri Surat Berharga Negara (SBN) Konvensional, Sukuk (SBSN), dan obligasi korporasi paling diminati investor pekan ini:
|
Seri Obligasi / Sukuk |
Jenis Aset |
Tgl Jatuh Tempo |
Kupon (%) |
Harga Indicative |
Yield |
|
FR0103 |
SBN Konvensional |
15 Jul 2035 |
6.750% |
98.00% |
7.06% |
|
FR088 |
SBN Konvensional |
15 Jun 2036 |
6.250% |
94.25% |
7.07% |
|
PBS005 |
Sukuk Negara (SBSN) |
15 Apr 2043 |
6.750% |
95.50% |
7.11% |
|
MBMA01BCN3 |
Obligasi Korporasi |
09 Dec 2030 |
8.250% |
100.50% |
8.11% |
|
MOYA01B |
Obligasi Korporasi |
14 Jun 2031 |
8.750% |
101.75% |
8.31% |
6. Reksa Dana Pilihan Sepekan
Rincian kinerja produk reksa dana kurasi Cermati Invest berdasarkan data penutupan sepekan (NAV, Return 1 Bulan, YTD, 1 Tahun, sejak peluncuran/ inception , serta total dana kelolaan/AUM):
|
Jenis |
Nama Reksa Dana |
NAV |
1 Bln |
YTD |
1 Th |
Inception |
AUM |
|
Pasar Uang |
1549.5083 |
+0.60% |
+2.92% |
+4.60% |
+54.95% |
136.06 M |
|
|
Pasar Uang |
1859.6700 |
+0.55% |
+2.82% |
+4.48% |
+85.97% |
524.54 M |
|
|
Pendapatan Tetap |
1623.9500 |
+1.58% |
+0.54% |
+3.08% |
+62.40% |
127.63 M |
|
|
Pendapatan Tetap |
3502.6900 |
+1.15% |
+0.71% |
+2.75% |
+250.27% |
1731.74 M |
|
|
Saham |
955.6800 |
+8.41% |
-4.13% |
-4.26% |
-4.43% |
11.44 M |
|
|
Saham |
4226.1500 |
+7.26% |
-14.00% |
+4.13% |
+322.62% |
220.11 M |
|
|
Campuran |
3654.5300 |
+8.34% |
-12.05% |
+4.74% |
+265.45% |
147.28 M |
|
|
Campuran |
2885.7300 |
+8.34% |
-16.44% |
+0.50% |
+188.57% |
80.49 M |
|
|
Dolar AS |
2.162886 |
+4.25% |
+31.29% |
+58.92% |
+116.29% |
7.80 Jt |
|
|
Dolar AS |
1.099468 |
+0.34% |
+2.41% |
+3.70% |
+9.95% |
21.70 Jt |
7. Kalender Ekonomi & Aksi Korporasi Pekan Ini
Kalender Ekonomi Utama (Indonesia & Global)
|
Tanggal & Waktu |
Negara / Region |
Agenda / Rilis Data Ekonomi Utama |
Ekspektasi / Konsensus |
|
14 Sept 2026 (10:00) |
Indonesia |
Data Penjualan Kendaraan Bermotor |
Tumbuh +2,1% YoY |
|
15 Sept 2026 (14:00) |
Indonesia |
Rilis Utang Luar Negeri (ULN) RI |
Tetap Terkendali & Aman |
|
16 Sept 2026 (19:30) |
Amerika Serikat |
US Retail Sales (Penjualan Ritel) Ags |
Tumbuh +0,2% MoM |
|
17 Sept 2026 (01:00) |
Amerika Serikat |
Pengumuman Suku Bunga FOMC The Fed |
Dipotong 25 bps ke 5,00% |
|
17 Sept 2026 (14:30) |
Indonesia |
Pengumuman RDG Suku Bunga BI Rate |
Ditahan di level 6,25% |
|
18 Sept 2026 (10:00) |
Jepang |
Keputusan Suku Bunga Bank of Japan (BOJ) |
Ditahan di level 0,25% |
Corporate Action Emiten Indonesia
|
Corp. Action |
Code |
Cum Date |
Exp Date |
Rec Date |
Start |
End |
Payment Date |
Price |
Note |
|
Dividen |
BMRI |
15-Sep-26 |
16-Sep-26 |
17-Sep-26 |
- |
- |
02-Oct-26 |
66 |
INTERIM |
|
Dividen |
PSAB |
15-Sep-26 |
16-Sep-26 |
17-Sep-26 |
- |
- |
29-Sep-26 |
30 |
INTERIM |
|
Right Issue |
BMAS |
23-Nov-26 |
24-Nov-26 |
25-Nov-26 |
27-Nov-26 |
03-Nov-26 |
03-Dec-26 |
350 |
104(New) : 655(Old) |
Disclaimer & Catatan Kerahasiaan:
Laporan riset ini disusun oleh Cermati Invest khusus untuk tujuan penyediaan informasi umum dan edukasi. Data dan analisa yang disajikan dihimpun dari sumber-sumber terpercaya (Bloomberg, Reuters, TradingView, CNBC, IDNFinancials, dan Bursa Efek Indonesia) per penutupan tanggal 4 September 2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi di masa depan. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing investor.
Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: