Apa Perbedaan Cut Loss dan Stop Loss? Yuk Simak agar Tidak Keliru

Bagi investor saham, risiko kerugian adalah hal yang tidak bisa sepenuhnya dihindari, bahkan oleh yang sudah berpengalaman sekalipun. Namun, kerugian tersebut dapat dibatasi dan diminimalkan dengan menerapkan strategi risk management yang tepat, salah satunya melalui metode cut loss dan stop loss.

Meskipun kerap dianggap sama karena sama-sama berfungsi untuk melindungi modal, terdapat perbedaan cut loss dan stop loss yang signifikan dari segi mekanisme eksekusi serta penggunaannya. Memahami perbedaan mendasar dari kedua istilah ini sangat penting bagi investor agar dapat menerapkannya secara optimal sesuai dengan strategi investasi yang dijalankan.

Pengertian Cut Loss

Cut loss adalah tindakan menjual saham dalam posisi rugi (capital loss) secara manual setelah investor mengamati tren pasar dan memprediksi penurunan harga akan terus berlanjut. Sebagai contoh, jika Anda membeli saham A di harga Rp500 lalu harganya turun ke Rp400, keputusan untuk langsung melepas saham tersebut di harga Rp400 diambil demi meminimalkan risiko dan menghindari potensi kerugian yang jauh lebih besar.

Pengertian Stop Loss

Stop loss adalah strategi pembatasan risiko kerugian yang dieksekusi secara otomatis oleh sistem melalui fitur khusus pada platform investasi atau trading. Menggunakan contoh yang sama, jika Anda telah memasang perintah stop loss di harga Rp400 untuk saham yang dibeli di harga Rp500, maka sistem akan langsung menjual saham tersebut secara otomatis begitu harganya menyentuh titik Rp400 tanpa perlu Anda eksekusi secara manual.

Perbedaan Cut Loss dan Stop Loss

Meskipun sama-sama bertujuan membatasi kerugian, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara cut loss dan stop loss yang perlu Anda pahami: 

Faktor Pembeda

Cut Loss

Stop Loss

Metode Eksekusi

Dilakukan secara manual oleh investor.

Dieksekusi secara otomatis oleh sistem/aplikasi.

Waktu Penetapan

Keputusan bisa diambil mendadak saat pasar berubah atau ada tren buruk.

Target harga sudah ditentukan di awal sebelum transaksi berjalan.

Keterlibatan Emosi

Rentan dipengaruhi keraguan atau emosi investor saat menekan tombol jual.

Lebih disiplin dan bebas emosi karena berjalan otomatis sesuai perintah awal.

Pemantauan Pasar

Mengharuskan investor memantau pergerakan harga pasar secara real-time.

Investor tidak perlu menatap layar secara terus-menerus.

Fleksibilitas Keputusan

Lebih fleksibel diubah atau dibatalkan kapan saja mengikuti analisis terkini.

Terikat pada batas angka (trigger price) yang telah terpasang di sistem.

Catatan: Cut loss bergantung pada kejelian dan eksekusi manual investor saat memantau pergerakan pasar, sedangkan stop loss memberikan perlindungan otomatis melalui fitur aplikasi untuk membatasi risiko kerugian secara lebih disiplin dan bebas emosi. 

Investasi Saham Sekarang!  

Kapan Harus Menggunakan Stop Loss dan Cut Loss?

  • Gunakan Stop Loss: Jika Anda tidak memiliki waktu untuk memantau pergerakan harga saham secara real-time dan ingin mengeksekusi trading plan secara disiplin tanpa terganggu emosi.
  • Gunakan Cut Loss: Jika terjadi perubahan fundamental perusahaan secara mendadak atau muncul berita buruk eksternal yang mengharuskan Anda mengambil tindakan darurat dengan cepat.

Mengombinasikan kedua metode ini secara bijak dapat membantu Anda mengamankan modal dengan lebih fleksibel sekaligus meminimalkan risiko keputusan impulsif saat pasar bergerak fluktuatif. 

Pahami Perbedaan Cut Loss dan Stop Loss agar Bisa Memaksimalkan Fungsinya

Cut loss dan stop loss merupakan strategi investasi yang berguna untuk meminimalkan risiko kerugian lebih besar ketika pergerakan harga saham menurun melebihi ekspektasi investor. Meski mirip, tapi keduanya memiliki perbedaan dari segi cara eksekusi dan waktu mengambil keputusannya. Jadi, pastikan untuk memahami perbedaan tersebut agar bisa memaksimalkan fungsi cut loss dan stop loss saat investasi saham.