Cermati Invest Weekly Update 27 Juli 2026
Ulasan Pasar
| INDONESIA | W (-/+) % | HARGA |
| IHSG | 0.34% | 6,196.43 |
| ISSI | 1.11% | 144.39 |
| IDX30 | -1.57% | 345.99 |
| FTSE Indonesia | -2.10% | 2,185.89 |
| MSCI Indonesia | -2.32% | 4,265.43 |
| Dolar Amerika | 0.28% | 17,940 |
Provided by Cermati Invest, last update 24 July 2026
IHSG & Saham Pekan Ini
Indeks, meskipun mengalami koreksi tajam (-)1.88% pada perdagangan terakhir, tetapi pekan lalu IHSG berhasil mencatat kenaikan tipis 0.34% dan ditutup di 6.196,43 pada Jumat (24/7). Pelemahan tersebut dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik, pelemahan rupiah, aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar, serta kekhawatiran terhadap kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren rebound sejak awal Juli 2026. Support psikologis pekan ini di 5.950, sedangkan resistance berada di 6.470—6.502. Jika laporan keuangan semester I 2026, terutama dari sektor Perbankan, mampu memenuhi ekspektasi dan arus dana asing kembali masuk, IHSG berpeluang menutup gap di 6.724 dan 6.859. Namun, volatilitas diperkirakan masih tinggi seiring menantikan keputusan bank sentral global dan sejumlah data ekonomi penting pekan ini.
Saham, pekan lalu BMRI, AMMN, dan BREN menjadi kontributor utama penekan IHSG. Sehingga rilis laporan keuangan semester I 2026 dari emiten berkapitalisasi besar diharapkan mampu menjadi penentu arah IHSG. Amati perkembangan kebijakan tarif AS, keputusan suku bunga bank sentral global, serta pergerakan dana asing. Pekan ini, sektor yang menarik dipantau adalah Perbankan, Infrastruktur, Basic Materials, dan Teknologi. Investor disarankan tetap selektif dan memanfaatkan volatilitas untuk melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental kuat.
Pergerakan Rupiah
Rupiah, stabil antara Rp17.850–18.050 per dolar AS. Stabilitas rupiah menjadi katalis positif bagi emiten yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap import.
| KOMODITAS | W (-/+) % | HARGA |
| Emas | 0.89% | 4,053.17 |
| Perak | 4.58% | 58.91 |
| Platina | -0.19% | 1,593.04 |
| Nikel | 1.92% | 17,341.63 |
| Timah | 0.18% | 53,162 |
| Alumunium | 0.01% | 3,165.05 |
| Minyak Mentah | 4.12% | 85.15 |
| Minyak Sawit | - | 4,480 |
| Gas | -1.37% | 2.87 |
| Batu Bara | 0.46% | 130.60 |
| Tembaga | 0.98% | 13,642.83 |
Provided by Cermati Invest, last update 24 July 2026
Emas & Kripto
Minyak Dunia, setelah sempat melonjak di atas US$100 per barel, harga minyak terkoreksi karena meningkatnya harapan tercapainya gencatan senjata dan berkurangnya risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Pekan ini Brent diperkirakan bergerak di kisaran US$86–95 per barel, sedangkan WTI berada di US$80–89 per barel. Fokus investor kini beralih ke keputusan The Fed, perkembangan geopolitik, dan data persediaan minyak AS yang akan menentukan arah harga berikutnya.
Emas, harga emas dunia kembali stabil setelah sempat terkoreksi tajam pekan lalu akibat kenaikan harga minyak dan ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi. Memasuki pekan ini, emas kembali diminati sebagai aset safe haven seiring meningkatnya harapan diplomasi AS-Iran, pelemahan dolar AS, dan turunnya imbal hasil obligasi AS. Harga emas diperkirakan bergerak pada kisaran US$4.000–4.250 per troy ounce.
Harga emas domestik diperkirakan berada di kisaran Rp2.250.000–2.450.000 juta per gram, dengan pergerakan yang masih sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah.
Kripto,
| KRIPTO | W (-/+) % | HARGA |
| Bitcoin | -0.44% | 64,528 |
| Ethereum | 0.32% | 1,881.38 |
| Solana | -2.08% | 74.92 |
Provided by Cermati Invest, last update 24 July 2026
Sentimen pasar kripto pekan ini netral cenderung positif. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang keputusan The Fed, data inflasi AS, dan perkembangan geopolitik. Arus dana ke Spot Bitcoin ETF kembali mencatat inflow selama beberapa hari berturut-turut sehingga membantu menjaga minat investor institusi, meski pelaku pasar masih cenderung berhati-hati.
Bitcoin (BTC), masih bergerak dalam pola sideways bullish di sekitar US$64.000–65.000. Selama mampu bertahan di atas area US$63.000, peluang menguji kembali US$67.000–68.000 tetap terbuka. Faktor yang paling menentukan pekan ini adalah hasil rapat FOMC dan arus dana ETF yang berpotensi menjadi katalis lanjutan.
Ethereum (ETH), mulai menunjukkan perbaikan, meskipun performanya masih tertinggal dibanding Bitcoin. Dukungan datang dari meningkatnya minat terhadap Spot Ethereum ETF, pertumbuhan ekosistem DeFi, dan tokenisasi aset digital. Area support berada di US$1.800–1.850, sedangkan resistance di US$1.950–2.000. Jika mampu menembus US$2.000, peluang reli altcoin pada Kuartal III 2026 akan semakin besar.
| REGIONAL | W (-/+) % | HARGA |
| Dow Jones | -0.38% | 51,947.25 |
| S&P 500 | -0.61% | 7,411.98 |
| FTSE 100 | 1.28% | 10,736.23 |
| DAX | 1.08% | 25,099.00 |
| Nikkei 225 | 0.73% | 64,611.15 |
| Hang Seng | 1.63% | 24,963.23 |
| CSI 300 | 2.65% | 4,649.19 |
| KOSPI | -1.91% | 6,690.62 |
Provided by Cermati Invest, last update 24 July 2026
Reksa Dana
Berikut reksa dana menarik, memiliki performa terbaik dalam 1 bulan terakhir dan dapat mulai dicermati:
- Reksa Dana Pasar Uang: Henan Ultima Money Market dan SAM Dana Kas.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap: Bahana Mes Syariah Fund Kelas G dan Syailendra Pendapatan Tetap Premium Kelas A.
- Reksa Dana Saham: SAM Indonesian Equity Fund dan Cipta Saham Unggulan.
- Reksa Dana Campuran: Setiabudi Dana Campuran dan Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A.
- Reksa Dana USD: STAR Fixed Income Dollar dan Eastspring Syariah Fixed Income USD Kelas A.
Kinerja reksa dana di masa lalu bukan jaminan kinerja reksa dana di masa depan, jadi pilih yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik ataupun tujuan investasi Anda.
Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!
Surat Berharga
Sentimen pasar obligasi Indonesia pada pekan 27 Juli–2 Agustus 2026 masih positif didukung keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di 5.75%, sehingga membantu menjaga stabilitas rupiah dan menarik kembali minat investor di pasar obligasi. Yield SUN tenor 10 tahun diperkirakan bergerak di kisaran 7.3–7.4% dengan potensi turun apabila arus dana asing terus masuk setelah keputusan The Fed pekan ini. Di sisi lain, pemerintah juga tengah mempersiapkan penerbitan Panda Bond perdana di pasar China sebagai upaya memperluas sumber pembiayaan negara. Bagi investor, SUN tenor menengah-panjang masih menarik untuk memanfaatkan potensi kenaikan harga obligasi jika yield menurun, sedangkan SRBI tetap menjadi pilihan yang kompetitif untuk penempatan dana jangka pendek di tengah volatilitas pasar global.
Pasar Keuangan Bergerak Dinamis: Cermati Sinyal Global dan Domestik Pekan Ini!
Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup melemah pada akhir perdagangan pekan lalu. Dari dalam negeri, para investor sedang mencermati stabilitas nilai tukar rupiah dan daya beli masyarakat menjelang rilis data inflasi serta proyeksi PDB Indonesia kuartal II. Data ini menjadi indikator kunci untuk mengukur daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi lokal. Selain itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mundur dari jabatannya. Kabar ini disampaikan dalam konferensi pers pagi ini di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta, maka dari itu pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus dipantau ketat, terutama pengaruhnya terhadap arus modal asing di pasar modal Indonesia.
Dari panggung global, perhatian utama tertuju pada pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Keputusan suku bunga The Fed menentukan ke mana dana global mengalir: jika suku bunga tinggi, dolar AS menguat dan dana asing cenderung keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia, sehingga menekan rupiah serta pasar saham. Gejolak pada pasar adalah hal yang lumrah di dunia investasi. Tetap berpegang pada rencana jangka panjang Anda, fokus pada profil risiko, dan jadikan volatilitas pekan ini sebagai momentum untuk mencermati peluang terbaik!
Performa IHSG (JKSE),EMAS (XAU/USD),BITCOIN (BTC/USD) & Dolar Amerika (XAU/USD) Tahun 2026
Reksa Dana
| Jenis | Nama Reksa Dana | NAV | 1D | 1Bln | YTD | 1Th | Inception | AUM |
| Pasar Uang | SAM Dana Kas | 1535.4793 | 0.01% | 0.60% | 1.98% | 4.50% | 53.55% | 88.56 M |
| Pasar Uang | Henan Ultima Money Market | 1746.281 | 0.02% | 0.49% | 2.81% | 5.37% | 74.63% | 1.26 T |
| Pendapatan Tetap | Syailendra Pendapatan Tetap Premium Kelas A | 1978.8848 | 0.01% | 0.80% | 1.30% | 5.24% | 97.89% | 1.81 T |
| Pendapatan Tetap | Bahana Mes Syariah Fund Kelas G | 1590.94 | -0.07% | 0.70% | -1.51% | 2.20% | 59.09% | 119.97 M |
| Saham | SAM Indonesian Equity Fund | 1928.04 | -3.10% | 10.13% | -31.85% | 3.84% | 149.78% | 534.91 M |
| Saham | Cipta Saham Unggulan | 3455.72 | -1.69% | 9.20% | 10.68% | 17.31% | 245.57% | 28.67 M |
| Campuran | Setiabudi Dana Campuran | 1589.8866 | -1.48% | 6.21% | -4.22% | 4.13% | 58.99% | 63.16 M |
| Campuran | Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A | 4242.87 | -1.63% | 4.96% | -7.47% | 22.95% | 324.29% | 1.28 T |
| Dolar AS | STAR Fixed Income Dollar | 1.093773 | 0.01% | 0.30% | 1.88% | 4.11% | 9.38% | 19.78 Jt |
| Dolar AS | Eastspring Syariah Fixed Income USD Kelas A | 0.948176 | -0.11% | -0.28% | -0.02% | 0.99% | -1.27% | 12.32 Jt |
Provided by Cermati Invest, last update 24 July 2026
Surat Berharga
| NAMA OBLIGASI | ISIN | MATA UANG | KUPON | JATUH TEMPO | HARGA BELI | HARGA JUAL | YIELD | RATING |
| FR0103 | IDG000024506 | IDR | 6.75% | 15-Jul-35 | 97 | 96 | 7.21% | BBB |
| FR0088 | IDG000018201 | IDR | 6.25% | 15-Jun-36 | 93 | 92 | 7.25% | BBB |
| PBS005 | IDP000001505 | IDR | 6.75% | 15-Apr-43 | 95 | 94 | 7.27% | BBB |
| MBMA01BCN3 | IDA0001638B6 | IDR | 8.25% | 9-Dec-30 | 101 | 100 | 8.00% | idA |
| SMOPPM02BCN3 | IDJ0000407B8 | IDR | 8.50% | 4-Nov-30 | 101.5 | 100.5 | 8.12% | idA |
Provided by Cermati Invest, last update 24 July 2026
Kalender Ekonomi
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk pekan ini:
Senin, 27 Juli 2026
- 15:00 dari Jerman, Iklim Bisnis Ifo JUL.
- 19:30 dari AS, Pesanan Barang Tahan Lama MoM JUN.
Selasa, 28 Juli 2026
- 21:00 dari AS, Kepercayaan Konsumen CB (Jul).
Rabu, 29 Juli 2026
- 21:30 dari AS, Inventori Minyak Mentah.
Kamis, 30 Juli 2026
- 1:00 dari AS, Keputusan Suku Bunga The Fed dan Konferensi Pers Fed.
- 12:00 dari Jepang, Kepercayaan Konsumen JUL.
- 13:00 dari Jerman, Tingkat Pertumbuhan PDB QoQ Flash Q2.
- 18:00 dari Inggris, Keputusan Suku Bunga BoE.
- 19:00 dari Jerman, Tingkat Inflasi YoY Prel JUL.
- 19:30 dari AS, US Indeks Harga Belanja Personal (PCE) Inti MoM JUN, Tingkat Pertumbuhan PDB QoQ Adv Q2, Pendapatan & Pengeluaran Pribadi MoM JUN dan Klaim Pengangguran (Awal).
Jumat, 31 Juli 2026
- 08:30 dari Tiongkok, PMI Manufaktur NBS JUL.
- 10:00 dari Jepang, Keputusan Suku Bunga BoJ.
Corporate Action
|
Corp. Action
|
Code | Cum Date | Exp Date | Rec Date | Payment Date | Price | Note | Before | After |
| Dividen | AKRA | 31-Jul-26 | 3-Aug-26 | 4-Aug-26 | 14-Aug-26 | 50 | FINAL | 20650 | 826 |
Source: BI, CNBC Indonesia, Bloomberg, Investing, Trading Economics, KSEI, Cermati, Artha Investa Teknologi (AIT), Stockwatch.id.
Disclaimer:
Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi. Isi dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran untuk membeli/menjual/dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apa pun atau suatu nasehat investasi.
Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: