Cermati Invest Weekly Update 20 Juli 2026

Ulasan Pasar

INDONESIA W (-/+) % HARGA
IHSG 4.24% 6,175.54
ISSI 4.65% 142.80
IDX30 5.37% 351.50
FTSE Indonesia 5.73% 2,232.74
MSCI Indonesia 6.09% 4,366.94
Dolar Amerika -0.89% 17,890

Provided by Cermati Invest, last update 17 July 2026

IHSG & Saham Pekan Ini

Indeks, pekan lalu IHSG berhasil melanjutkan fase rebound dengan menguat 4.24% sepanjang pekan dan ditutup di 6.175,54 pada Jumat (17/7). Penguatan didorong oleh membaiknya sentimen global setelah inflasi AS lebih rendah dari ekspektasi, penguatan rupiah, serta keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren recovery, dengan area support di 5.950. Sementara resistance psikologis 6.471, dan jika mampu ditembus, indeks berpeluang melanjutkan penguatan, kembali uptrend dan menutup resistance gap 6.724 dan 6.859 yang terdekat. Momentum penguatan akan sangat bergantung pada arus dana asing (foreign inflow) dan musim laporan keuangan Semester I 2026. Sejak awal Juli 2026 IHSG dapat dikatakan rebound.

Saham, setelah piala dunia 2026 selesai, kini MSCI melonggarkan aturan bagi emiten Indonesia yang mau masuk daftar indeksnya. Pekan ini mulai rilis laporan keuangan Semester I 2026, terutama emiten perbankan besar (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) yang diperkirakan kembali menjadi penggerak utama IHSG. Sepanjang pekan lalu, sektor Keuangan menjadi pemimpin kenaikan, disusul sektor Basic Materials dan Consumer Non-Cyclicals. Sebaliknya, sektor Energi masih relatif tertinggal akibat kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan menekan sentimen. Investor diperkirakan akan melakukan rotasi ke saham-saham yang memiliki pertumbuhan laba kuat dan valuasi masih menarik.

Investasi Saham Sekarang!  

Pergerakan Rupiah

Rupiah, pekan ini diperkirakan berada di Rp17.900–18.150 per dolar AS. Penguatan rupiah akan menjadi katalis positif bagi saham Perbankan, Konsumsi, dan Emiten berorientasi impor.

KOMODITAS W (-/+) % HARGA
Emas -2.51% 4,017.60
Perak -6.38% 56.33
Platina -2.14% 1,596.03
Nikel 1.66% 17,014.63
Timah 0.05% 52,981
Alumunium 0.58% 3,164.65
Minyak Mentah 14.52% 81.78
Minyak Sawit - 4,480
Gas -0.99% 2.91
Batu Bara 1.09% 130.00
Tembaga 0.06% 13,510.83

Provided by Cermati Invest, last update 17 July 2026

Emas & Kripto

Minyak Dunia, kembali bergerak naik akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga Brent bertahan di atas US$80 per barel, sedangkan WTI berada di kisaran US$77–78 per barel. Selama konflik belum mereda, harga minyak diperkirakan tetap tinggi dengan rentang WTI US$76–80 dan Brent US$80–84. Kondisi ini menguntungkan emiten migas dan batu bara tertentu, namun berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Emas, harga emas dunia (global), belum mampu lebih tinggi. Akhir pekan lalu kembali turun ke kisaran support US$3.942. Pekan ini seharusnya berkisar US$3.928—4.134 per troy ounce.

Harga emas dalam negeri juga turun, terutama ketika rupiah menguat di akhir pekan lalu. Pekan ini harga emas murni bergerak antara Rp2.270.000—2.370.000 per gram.

Harga emas cenderung turun sejak awal tahun 2026 setelah mencetak angka tertinggi sepanjang sejarah (all time high) di US$5.602 per troy ounce untuk harga emas dunia atau Rp3.060.000 per gram untuk harga emas domestik. Harga emas domestik yang cenderung turun saat ini lebih tergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Walau demikian, selama imbal hasil obligasi AS tidak kembali melonjak tajam, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan secara bertahap.

Mulai Investasi Emas Digital Sekarang!  

Kripto,

KRIPTO W (-/+) % HARGA
Bitcoin 1.12% 64,498
Ethereum 3.19% 1,865.54
Solana -1.25% 76.04

Provided by Cermati Invest, last update 17 July 2026

Secara umum, sentimen kripto pekan ini berubah menjadi netral cenderung positif, meskipun volatilitas diperkirakan tetap tinggi akibat kombinasi faktor makro (The Fed), geopolitik Timur Tengah, dan musim laporan keuangan perusahaan di AS. Bitcoin berhasil bertahan di atas area psikologis US$63.000–65.000, sementara Ethereum mulai menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan BTC setelah sempat tertinggal pada semester I.

Bitcoin (BTC)memasuki pekan ini dalam fase konsolidasi (sideways bullish) setelah rebound dari level terendah semester I. Arus dana Spot Bitcoin ETF mulai kembali mencatat inflow setelah beberapa pekan mengalami tekanan. Pasar opsi (options market) menunjukkan banyak pelaku institusi mulai memasang posisi bullish dengan target BTC menuju resistance US$70.000–72.000 dengan support US$62.000–63.000.

Ethereum (ETH), minat terhadap Spot Ethereum ETF mulai meningkat kembali. Aktivitas DeFi dan tokenisasi aset kembali tumbuh. ETH sempat mengungguli kenaikan Bitcoin setelah data inflasi AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Support US$1.750–1.800 dan resistance US$1.900–2.000. Jika ETH berhasil menembus US$2.000, peluang terjadinya altcoin season pada kuartal III akan semakin besar.

Mulai Investasi Kripto di Sini!  

REGIONAL W (-/+) % HARGA
Dow Jones -0.93% 52,146.42
S&P 500 -1.55% 7,457.69
FTSE 100 0.98% 10,600.37
DAX -0.94% 24,830.98
Nikkei 225 -6.33% 64,141.12
Hang Seng 1.60% 24,562.24
CSI 300 -5.26% 4,529.10
KOSPI -8.77% 6,820.60

Provided by Cermati Invest, last update 17 July 2026

Reksa Dana

Masuk paruh waktu kedua tahun 2026 ini selain reksa dana pendapatan tetap yang memberi dividen setiap akhir kuartal, ada beberapa reksa dana yang memiliki performa terbaik dalam 1 bulan terakhir dan dapat mulai dicermati:

Kinerja reksa dana di masa lalu bukan jaminan kinerja reksa dana di masa depan, jadi pilih yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik ataupun tujuan investasi Anda.

Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!

Mulai Investasi Reksa Dana Sekarang!  

Surat Berharga

Pasar obligasi mulai pulih, yield SUN mulai stabil sehingga harga obligasi kembali menguat. Apabila rupiah tetap stabil dan arus dana asing berlanjut, yield SUN berpotensi turun menuju kisaran 7.0%, sehingga harga obligasi berpeluang naik. Namun jika The Fed kembali memberikan sinyal hawkish atau harga minyak melonjak tajam, yield dapat kembali naik sehingga harga obligasi mengalami tekanan. SRBI untuk kebutuhan dana jangka pendek dan menjaga likuiditas.

Beli Obligasi Sekarang!

Pasar Keuangan RI Menguat di Tengah Risiko Global, Diversifikasi Portofolio Jadi Kunci

Pasar keuangan Indonesia ditutup menguat signifikan pada pekan lalu, ditandai oleh lonjakan IHSG dan penguatan tajam rupiah yang dipicu oleh tingginya kepercayaan investor setelah S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Pada pekan ini, perhatian utama pelaku pasar domestik tertuju pada Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia pada Rabu (22/7/2026), di mana BI diproyeksikan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5.75% seiring terkendalinya inflasi dan menguatnya nilai tukar.

Dari ranah global, penurunan inflasi tahunan AS ke level 3.5% pada Juni 2026 yang didorong oleh meredanya harga energi pascagencatan senjata AS-Iran turut memberikan angin segar bagi pasar. Kendati demikian, tingginya ketidakpastian global terkait arah kebijakan The Fed, geopolitik, hingga volatilitas pascakeputusan MSCI membuat arus modal asing cenderung lebih selektif. Oleh karena itu, investor yang ingin mengambil langkah defensif sangat disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio ke reksa dana dengan profil risiko konservatif hingga moderat guna menekan risiko investasi.

loader

Performa IHSG (JKSE),EMAS (XAU/USD),BITCOIN (BTC/USD) & Dolar Amerika (XAU/USD) Tahun 2026

Reksa Dana

Jenis Nama Reksa Dana NAV 1D 1Bln YTD 1Th Inception AUM
Pasar Uang SAM Dana Kas 1533.5967 0.05% 0.50% 1.86% 4.55% 53.36% 88.56 M
Pasar Uang Henan Ultima Money Market 1744.199 0.02% 0.48% 2.69% 5.33% 74.42% 1.26 T
Pendapatan Tetap UOBAM Inovasi Obligasi Nasional 1158.5981 -0.07% 1.26% 5.15% 10.09% 15.86% 112.24 M
Pendapatan Tetap TRIM Dana Tetap 2 Kelas A 3439.26 0.08% 0.62% -1.11% 2.42% 243.93% 1.85 T
Saham Cipta Saham Unggulan Syariah 2755.5 0.53% 9.75% 10.49% 14.91% 175.55% 12.21 M
Saham Cipta Saham Unggulan 3477.84 0.81% 6.52% 11.39% 20.36% 247.78% 28.67 M
Campuran Setiabudi Dana Campuran 1592.4979 1.21% 2.21% -4.07% 5.88% 59.25% 63.16 M
Campuran Batavia Dana Dinamis 7485.27 0.98% 1.00% -16.34% -13.65% 648.53% 15.36 M
Dolar AS Eastspring Syariah Fixed Income USD Kelas A 0.951064 0.03% 0.84% 0.28% 1.36% -0.98% 12.32 Jt
Dolar AS BRI G20 Sharia Equity Fund Dollar 1.4149 -0.28% -2.53% 11.09% 15.46% 41.49% 1.17 Jt

Provided by Cermati Invest, last update 17 July 2026

Surat Berharga

NAMA OBLIGASI ISIN MATA UANG KUPON JATUH TEMPO HARGA BELI HARGA JUAL YIELD RATING
FR0103 IDG000024506 IDR 6.75% 15-Jul-35 97.5 96.5 7.13% BBB
FR0088 IDG000018201 IDR 6.25% 15-Jun-36 93.5 92.5 7.18% BBB
PBS005 IDP000001505 IDR 6.75% 15-Apr-43 96.5 95.5 7.11% BBB
MBMA01BCN3 IDA0001638B6 IDR 8.25% 9-Dec-30 101 100 8.00% idA
SMOPPM02BCN3 IDJ0000407B8 IDR 8.50% 4-Nov-30 101.5 100.5 8.12% idA

Provided by Cermati Invest, last update 17 July 2026

Kalender Ekonomi

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk pekan ini:

Rabu, 22 Juli 2026

  • 13:00 dari Inggris IHK (YoY) (Jun).
  • 14:30 dari Indonesia Keputusan Suku Bunga Indonesia.
  • 21:30 dari AS Inventori Minyak Mentah.

Kamis, 23 Juli 2026

  • 19:30 dari AS Klaim Pengangguran Awal.

Jumat, 24 Juli 2026

  • 20:45 dari AS Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur (Jul), Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa (Jul), Penjualan Rumah Baru (Jun).

Corporate Action

Corp. Action
Code Cum Date Exp Date Note
Stock Split MLPT 20-Jul-26 21-Jul-26
Rasio New 25 : Old 1
Stock Split RMKE 16-Jul-26 17-Jul-26 Rasio New 5 : Old 1
Stock Split RAJA 15-Jul-26 16-Jul-26 Rasio New 5 : Old 1

Source: BI, CNBC Indonesia, Bloomberg, Investing, Trading Economics, KSEI, Cermati, Artha Investa Teknologi (AIT), Stockwatch.id.

Disclaimer:
Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi. Isi dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran untuk membeli/menjual/dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apa pun atau suatu nasehat investasi.

Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: