Cermati Invest Weekly Update 22 Juni 2026
Ulasan Pasar
| INDONESIA | W (-/+) % | HARGA |
| IHSG | 2.82% | 6,177.14 |
| ISSI | 2.15% | 143.25 |
| IDX30 | 1.70% | 344.75 |
| FTSE Indonesia | -2.51% | 2,182.85 |
| MSCI Indonesia | 2.46% | 4,280.18 |
| Dolar Amerika | -0.19% | 17,780 |
Provided by Cermati Invest, last update 19 June 2026
IHSG & Saham Pekan Ini
Indeks, pekan lalu tutup di 6.177,14 naik 2.82% dalam sepekan dan (+)15.6% sejak titik terendah 5.317,9 (8 Juni 2026), tetapi secara YTD masih (–)28.6%. Kapitalisasi pasar BEI pekan lalu menembus Rp10.788 triliun, tekanan jual asing mulai berkurang walau secara keseluruhan masih negatif. Namun, terdapat indikasi awal pembalikan arah (turnaround).
Sentimen utama pasar ditopang oleh rilisnya Global Market Accessibility Review 2026 oleh MSCI pada 19 Juni 2026 yang resmi mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market, meredam kekhawatiran penurunan status (downgrade) menjadi Frontier Market. Kendati demikian, investor global cenderung mengambil sikap wait and see mengingat MSCI menurunkan penilaian pada aspek Information Flow akibat isu transparansi kepemilikan saham serta kebijakan index freeze yang masih dipertahankan hingga evaluasi lanjutan pada 23–24 Juni 2026. IHSG akan bergerak dalam area 5.882—6.705 sampai akhir kuartal 2.
Saham, sektor yang berpotensi menjadi penggerak pasar hingga akhir Juni adalah Industri, Bahan Baku, Energi, Keuangan, Properti, Teknologi, serta Transportasi dan Logistik. Sektor-sektor tersebut mulai mengalami rebound setelah koreksi yang sangat dalam sejak awal tahun.
Pergerakan Rupiah
Upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dengan kenaikan suku bunga ke 5.75%, kenaikan tertinggi dalam 1 bulan terakhir. Sampai akhir Juni 2026 rupiah bergerak dalam area Rp17.500—Rp17.925.
| KOMODITAS | W (-/+) % | HARGA |
| Emas | -3.12% | 4,160.26 |
| Perak | -7.79% | 64.91 |
| Platina | -3.13% | 1,667.20 |
| Nikel | -1.39% | 17,550.13 |
| Timah | 2.99% | 55,161 |
| Alumunium | -4.01% | 3,400.85 |
| Minyak Mentah | -5.52% | 76.51 |
| Minyak Sawit | - | 4,480 |
| Gas | 4.27% | 3.20 |
| Batu Bara | -3.29% | 144.00 |
| Tembaga | -0.81% | 13,597.00 |
Provided by Cermati Invest, last update 19 June 2026
Emas & Kripto
Minyak Dunia, harga minyak dunia turun tajam sampai akhir pekan lalu. Sejak Maret 2026, Brent turun ke US$76/barel (-32.74%) walau ada potensi naik ke US$82, tetapi potensi lanjut turun ke US$73,43/barel lebih kuat. Sedangkan WTI US$72/barel (-34.21%) dan segera turun ke US$67,74/barel. Walau rupiah menguat, harga minyak turun, tetapi harga bahan bakar dalam negeri justru naik. Mulai 1 Juli 2026, pemerintah akan merilis BBM baru bernama B50, dengan campuran 50% minyak sawit dan 50% solar murni. Hasil uji menunjukkan B50 layak digunakan di berbagai mesin tanpa menimbulkan kerusakan.
Emas, harga spot emas dunia awal pekan ini naik ke US$4.197–US$4.211 per troy ounce, didorong aksi beli setelah penurunan ke US$4.023 pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini masih dibatasi oleh sikap hawkish Bank Sentral AS (The Fed), yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Pergerakan emas dunia diperkirakan stabil dalam rentang pergerakan sekitar US$4.150–US$4.400/oz walau ada kecenderungan menuju US$3.990 ke depannya.
Emas Domestik (Antam) pada awal pekan ini naik ke sekitar Rp2.668.000 per gram, relatif stabil dibanding akhir pekan sebelumnya setelah koreksi cukup dalam sepanjang Juni, harga emas domestik mulai menunjukkan stabilisasi. Kisaran wajar pekan ini sekitar Rp2.650.000—Rp2.800.000/gram bila terjadi pelemahan rupiah, sedangkan emas digital akan berkisar Rp2.240.000—Rp2.460.000/gram. Emas digital dapat dicetak fisik menjadi emas batangan di Cermati.
Dengan kondisi pasar saat ini, emas masih berfungsi sebagai aset lindung nilai (safe haven), tetapi fase kenaikan tajam seperti yang terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026 tampaknya mulai memasuki periode konsolidasi.
Kripto,
| KRIPTO | W (-/+) % | HARGA |
| Bitcoin | -2.36% | 63,724 |
| Ethereum | 0.37% | 1,662.15 |
| Solana | 2.74% | 67.43 |
Provided by Cermati Invest, last update 19 June 2026
Tekanan jual dari investor institusi mulai mereda. Struktur pasar masih dalam fase pemulihan, sehingga volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Arus dana ETF mulai kembali positif. Setelah mengalami outflow besar selama Mei, ETF Bitcoin AS kembali mencatat inflow, mengindikasikan minat institusi mulai kembali muncul. Potensi pelonggaran The Fed pada semester II, pasar akan mencermati data inflasi PCE AS dan pidato pejabat The Fed pekan ini.
Bitcoin (BTC), BTC sempat terkoreksi tajam hingga area US$59.000 dan pulih kembali ke kisaran US$67.000. Apabila inflasi terus melandai, ekspektasi pemangkasan suku bunga dapat menjadi sentimen positif bagi BTC. Sampai akhir Juni 2026 diperkirakan BTC bergerak di kisaran US$62.000—US$66.000.
Ethereum (ETH), bullish moderat, potensi upside relatif lebih besar dibanding BTC apabila minat institusi dan ETF terus meningkat. Area US$2.100–2.300 menjadi target pemulihan berikutnya.
| REGIONAL | W (-/+) % | HARGA |
| Dow Jones | 0.71% | 51,564.70 |
| S&P 500 | 0.93% | 7,500.58 |
| FTSE 100 | -1.04% | 10,363.27 |
| DAX | 1.42% | 24,985.82 |
| Nikkei 225 | 4.07% | 71,250.06 |
| Hang Seng | -3.21% | 23,924.81 |
| CSI 300 | 3.44% | 4,941.60 |
| KOSPI | 11.43% | 9,052.42 |
Provided by Cermati Invest, last update 19 June 2026
Reksa Dana
Reksa dana saham domestik mulai rebound, beberapa mulai dapat menjadi pilihan. Selain reksa dana rupiah, reksa dana berdenominasi dolar juga menarik. Penguatan rupiah dan kinerja pasar global masih memberi kesempatan bagi investor yang ingin mulai menabung pada produk reksa dana syariah berbasis mata uang dolar AS sebagai diversifikasi aset. Bila reksa dana rupiah dapat dimulai dari Rp10.000, maka reksa dana dolar dapat dimulai dari US$100 dan khusus reksa dana saham dolar minimal US$10.000 untuk pembelian pertama.
- Reksa Dana Campuran: SAM Mutiara Nusantara Nusa Campuran Kelas A.
- Reksa Dana Pasar Uang: Henan Ultima Money Market.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap: UOBAM Inovasi Obligasi Nasional.
- Reksa Dana Saham: BNI AM IDX Pefindo Prime Bank Kelas R1.
- Reksa Dana USD: Batavia Technology Sharia Equity USD.
Kinerja reksa dana di masa lalu bukan jaminan kinerja reksa dana di masa depan, jadi pilih yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik atau tujuan investasi Anda.
Surat Berharga
Kepemilikan asing di SBN turun dari 40% pra-pandemi jadi 13%, sementara porsi BI naik hampir 28%. Dolar index tembus 100, untuk menghadapinya BI menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin selama 2026. Kebijakan moneter ketat jadi risiko dominan ke depan. Selain itu, pemerintah berencana menerbitkan Panda Bonds, yaitu obligasi negara berdenominasi mata uang Yuan (RMB) yang ditujukan bagi investor di pasar Tiongkok.
BI Naikkan Suku Bunga, Fokus Pasar Beralih ke MSCI dan Data Inflasi AS
Pasar keuangan Indonesia bergerak beragam pada perdagangan terakhir pekan lalu. IHSG berhasil ditutup menguat tipis, sementara rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5.75%. Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 2.5±1% pada 2026–2027.
Selain itu, investor juga menantikan pengumuman MSCI Classification pada 24 Juni 2026 yang berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia. Dari eksternal, pasar masih mencermati perkembangan hubungan AS-Iran. Meski kedua negara telah menandatangani MoU perdamaian, pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan di Swiss batal terlaksana sehingga ketidakpastian masih membayangi pasar. Selain itu, perhatian investor juga akan tertuju pada rilis data inflasi AS periode Mei 2026 yang dapat memberikan petunjuk terkait arah kebijakan suku bunga The Fed. Dengan sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri, pasar keuangan diperkirakan akan bergerak dinamis sepanjang pekan ini.
Performa IHSG (JKSE),EMAS (XAU/USD),BITCOIN (BTC/USD) & Dolar Amerika (XAU/USD) Tahun 2026
Reksa Dana
| Jenis Reksa Dana | Nama Reksa Dana | NAV | 1Bln | 3Bln | YTD | 1Th | 3Th | AUM |
| Campuran | SAM Mutiara Nusantara Nusa Campuran Kelas A | 1408.5518 | 2.21% | -6.82% | -16.88% | -12.25% | -23.76% | 10.34 M |
| Pasar Uang | Henan Ultima Money Market | 1736.2042 | 0.43% | 1.28% | 2.22% | 5.28% | 16.06% | 1.40 T |
| Pendapatan Tetap | UOBAM Inovasi Obligasi Nasional | 1148.5502 | 0.83% | 4.02% | 4.24% | 9.02% | 21.72% | 94.29 M |
| Saham | BNI AM IDX Pefindo Prime Bank Kelas R1 | 678.81 | 1.43% | -5.43% | -13.17% | -15.95% | - | 206.41 M |
| USD | Batavia Technology Sharia Equity USD | 1.6673 | 12.32% | 31.96% | 27.51% | 44.22% | 83.52% | 73.30 Jt |
Provided by Cermati Invest, last update 19 June 2026
Surat Utang/Obligasi
| NAMA OBLIGASI | ISIN | MATA UANG | KUPON | JATUH TEMPO | HARGA BELI | HARGA JUAL | YIELD | RATING |
| FR0103 | IDG000024506 | IDR | 6.75% | 15-Jul-35 | 98 | 97 | 7.05% | BBB |
| FR0088 | IDG000018201 | IDR | 6.25% | 15-Jun-36 | 94.5 | 93.5 | 7.03% | BBB |
| PBS005 | IDP000001505 | IDR | 6.75% | 15-Apr-43 | 96.5 | 95.5 | 7.11% | BBB |
| MBMA01BCN3 | IDA0001638B6 | IDR | 8.25% | 9-Dec-30 | 101 | 100 | 8.00% | idA |
| SMOPPM02BCN3 | IDJ0000407B8 | IDR | 8.50% | 4-Nov-30 | 101.5 | 100.5 | 8.12% | idA |
Provided by Cermati Invest, last update 19 June 2026
Kalender Ekonomi
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk pekan ini:
- Pengumuman MSCI Classification. MSCI akan mengumumkan hasil evaluasi tahunan terkait aksesibilitas dan efisiensi pasar modal Indonesia.
- Rilis Data Inflasi AS (Mei 2026) menjadi indikator penting untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
- Perkembangan Uang Beredar (M2) Mei 2026. Data ini memberikan gambaran likuiditas di perekonomian dan menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi domestik.
- Konferensi Pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Selasar Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
|
Corp. Action
|
Code | Cum Date | Exp Date | Rec Date | Start | End | Payment Date | Price | Note |
| Dividen | CEKA | 22-Jun-26 | 23-Jun-26 | 24-Jun-26 | 15-Jul-26 | 150 | FINAL | ||
| Dividen | PTBA | 22-Jun-26 | 23-Jun-26 | 24-Jun-26 | 10-Jul-26 | 114.508 | FINAL | ||
| Dividen | TINS | 23-Jun-26 | 24-Jun-26 | 25-Jun-26 | 10-Jul-26 | 88.189 | FINAL | ||
| Dividen | SONA | 24-Jun-26 | 25-Jun-26 | 26-Jun-26 | 17-Jul-26 | 52.83 | FINAL | ||
| Dividen | DMAS | 24-Jun-26 | 25-Jun-26 | 26-Jun-26 | 9-Jul-26 | 16.50 | FINAL | ||
| Dividen | PNBN | 25-Jun-26 | 26-Jun-26 | 29-Jun-26 | 17-Jul-26 | 42 | FINAL | ||
| Dividen | CLPI | 25-Jun-26 | 26-Jun-26 | 29-Jun-26 | 20-Jul-26 | 170.51 | FINAL | ||
| Dividen | ASSA | 25-Jun-26 | 26-Jun-26 | 29-Jun-26 | 17-Jul-26 | 30 | FINAL | ||
|
RIGHTS ISSUE
|
MPPA | 25-Jun-26 | 26-Jun-26 | 29-Jun-26 | 1-Jul-26 | 7-Jul-26 | 7-Jul-26 | 50 | RASIO New 211 : Old 114 |
Source: BI, CNBC Indonesia, Bloomberg, Investing, Trading Economics, KSEI, Cermati, Artha Investa Teknologi (AIT), Stockwatch.id.
Disclaimer:
Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi. Isi dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran untuk membeli/menjual/dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apa pun atau suatu nasehat investasi.
Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: