Modus Penipuan Silent Call yang Bisa Menjadi Pintu Masuk Kehilangan Dana Investasi

Di era digital, penipuan tidak selalu diawali dengan pesan berisi tautan mencurigakan atau tawaran investasi berimbal hasil tinggi. Kini, pelaku kejahatan siber menggunakan cara yang lebih halus, salah satunya melalui penipuan silent call atau panggilan telepon tanpa suara.

Sekilas, panggilan tersebut tampak seperti salah sambung atau gangguan jaringan. Namun, di balik panggilan yang hanya berlangsung beberapa detik itu, pelaku dapat mengumpulkan informasi yang nantinya digunakan untuk melancarkan penipuan, termasuk yang berkaitan dengan akun investasi maupun rekening bank. 

Silent call diketahui sering digunakan sebagai tahap awal untuk memverifikasi nomor aktif, mengumpulkan data korban, hingga mempersiapkan serangan lanjutan seperti phishing atau penyalahgunaan suara dengan teknologi AI voice cloning.

Lalu, bagaimana modus ini bekerja dan mengapa investor perlu waspada?

Apa Itu Penipuan Silent Call?

Penipuan silent call adalah modus penipuan berupa panggilan telepon dari nomor tidak dikenal yang ketika diangkat tidak terdengar suara apa pun. Biasanya panggilan berlangsung hanya beberapa detik sebelum terputus.

Meski terlihat tidak berbahaya, tujuan utama pelaku bukanlah mengajak Anda berbicara, melainkan:

  • Memastikan nomor telepon masih aktif.
  • Mengetahui kebiasaan Anda dalam menjawab telepon.
  • Mengumpulkan data untuk serangan berikutnya.
  • Memancing Anda menelepon kembali ke nomor tertentu.
  • Menggunakan sampel suara korban untuk penyalahgunaan tertentu apabila korban sempat berbicara.

Setelah nomor dinyatakan aktif, pelaku biasanya memasukkan nomor tersebut ke dalam daftar target penipuan berikutnya.

Bagaimana Penipuan Silent Call Bisa Berkaitan dengan Penipuan Investasi?

Banyak orang mengira panggilan tanpa suara tidak ada kaitannya dengan investasi. Padahal, dalam praktiknya, silent call sering menjadi bagian awal dari rangkaian social engineering.

Alur yang sering digunakan pelaku adalah sebagai berikut.

1. Memastikan Nomor Aktif

Pelaku menghubungi ribuan nomor secara otomatis menggunakan sistem robocall. Nomor yang merespons akan dianggap aktif sehingga lebih berpotensi menjadi target penipuan berikutnya.

2. Menghubungi Korban Kembali

Beberapa hari atau minggu kemudian, korban dapat menerima:

  • Telepon yang mengatasnamakan perusahaan investasi.
  • Pesan dari "penasihat investasi".
  • Undangan bergabung ke grup investasi.
  • Promosi saham atau aset kripto.
  • Penawaran investasi dengan keuntungan tinggi.

Karena nomor telah tervalidasi aktif, pelaku lebih yakin bahwa target benar-benar menggunakan nomor tersebut.

3. Membangun Kepercayaan

Pelaku kemudian berusaha membangun hubungan melalui telepon, WhatsApp, atau media sosial. Mereka dapat mengaku sebagai analis investasi, konsultan keuangan, bahkan investor profesional.

Dalam beberapa kasus, korban diajak bergabung ke platform investasi palsu yang menampilkan keuntungan semu untuk meyakinkan korban agar terus menyetor dana.

4. Mengarahkan Korban Mengirim Dana

Setelah korban percaya, pelaku meminta transfer dana ke rekening tertentu atau mengarahkan korban berinvestasi melalui aplikasi ilegal yang sebenarnya hanya digunakan untuk mencuri uang korban.

Mengapa Investor Menjadi Target?

Investor umumnya memiliki rekening bank, akun investasi, dan dana yang siap dialokasikan. Hal tersebut menjadikan mereka target menarik bagi pelaku.

Selain itu, pelaku sering memanfaatkan psikologi korban, seperti:

  • Takut kehilangan peluang investasi.
  • Tergiur keuntungan tinggi.
  • Percaya pada figur yang terlihat profesional.
  • Terburu-buru mengambil keputusan.

Padahal, investasi yang legal tidak pernah meminta Anda mentransfer dana secara mendadak tanpa proses yang jelas.

Ciri-Ciri Penipuan Silent Call yang Perlu Anda Waspadai

Berikut beberapa tanda yang patut dicurigai.

  • Menerima panggilan dari nomor asing atau nomor yang tidak dikenal.
  • Saat telepon diangkat, tidak ada suara sama sekali.
  • Panggilan terputus dalam hitungan detik.
  • Nomor yang sama terus menghubungi beberapa kali.
  • Setelah panggilan tersebut, Anda mulai menerima banyak pesan promosi investasi, phishing, atau penawaran keuangan yang tidak pernah diminta.

Jika mengalami kondisi tersebut, jangan menganggapnya sebagai gangguan biasa.

Risiko Jika Anda Merespons Panggilan

Menjawab panggilan atau menelepon balik dapat meningkatkan risiko menjadi sasaran penipuan lanjutan.

Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Nomor Anda masuk ke daftar target penipu.
  • Menerima lebih banyak panggilan penipuan.
  • Menjadi sasaran phishing.
  • Penyalahgunaan identitas.
  • Percobaan pembobolan akun keuangan.
  • Penyalahgunaan sampel suara untuk teknologi AI voice cloning pada kasus tertentu.

Cara Menghindari Penipuan Silent Call 

Agar akun investasi dan data pribadi tetap aman, lakukan beberapa langkah berikut.

1. Jangan Menghubungi Nomor Kembali

Apabila menerima panggilan tanpa suara dari nomor yang tidak dikenal, sebaiknya jangan melakukan call back. Hal tersebut justru memberi sinyal bahwa nomor Anda aktif.

2. Blokir Nomor Mencurigakan

Gunakan fitur blokir pada ponsel apabila nomor tersebut terus menghubungi Anda.

3. Aktifkan Filter Spam

Sebagian besar ponsel modern telah menyediakan fitur pendeteksi panggilan spam yang dapat membantu mengurangi risiko menerima telepon mencurigakan.

4. Jangan Memberikan Data Pribadi

Jika setelah panggilan tersebut ada pihak yang menghubungi dan mengatasnamakan perusahaan investasi, jangan langsung memberikan:

  • Kode OTP.
  • PIN.
  • Kata sandi.
  • Nomor kartu debit atau kredit.
  • Data identitas pribadi.

5. Pastikan Platform Investasi Resmi

Sebelum berinvestasi, pastikan perusahaan yang menawarkan investasi telah memiliki izin dari regulator yang berwenang dan jangan mudah percaya pada janji keuntungan tinggi tanpa risiko.

6. Gunakan Autentikasi Berlapis

Aktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication/2FA) pada aplikasi investasi dan perbankan agar akun lebih terlindungi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Menjadi Target?

Jika Anda mulai menerima banyak telepon mencurigakan atau telah memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dikenal, segera lakukan langkah berikut:

  • Ubah kata sandi akun keuangan.
  • Aktifkan atau perbarui 2FA.
  • Hubungi layanan pelanggan bank atau aplikasi investasi.
  • Blokir seluruh nomor yang mencurigakan.
  • Laporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.

Semakin cepat Anda bertindak, semakin besar peluang untuk mencegah kerugian finansial.

Jangan Anggap Remeh Panggilan Tanpa Suara

Penipuan silent call memang terlihat sederhana karena hanya berupa panggilan tanpa suara. Namun, modus ini dapat menjadi langkah awal dalam rangkaian penipuan digital yang lebih kompleks, termasuk penipuan investasi.

Sebagai investor, Anda perlu menyadari bahwa keamanan investasi tidak hanya bergantung pada pemilihan instrumen yang tepat, tetapi juga pada kemampuan melindungi data pribadi dan menjaga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk social engineering. Dengan tidak sembarangan merespons panggilan mencurigakan serta selalu memverifikasi setiap tawaran investasi, Anda dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.