Jangan Lakukan 11 Kesalahan Investasi Saham Ini agar Profit Semakin Maksimal

Saham adalah salah satu instrumen investasi populer yang sering kali dijadikan pilihan oleh investor jangka panjang. Alasannya karena investasi saham memiliki peluang keuntungan tinggi, meski dibarengi dengan tingkat risiko yang tak kalah tingginya. 

Bagi investor pemula, investasi saham mungkin tidak terlalu dianjurkan karena risikonya yang tinggi. Di samping itu, keahlian dan pengalaman investasi yang mungkin masih terbatas dimiliki investor pemula juga sering kali memicu kesalahan yang membuatnya menelan kerugian. 

11 Kesalahan Investasi Saham yang Harus Dihindari

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi saham tapi masih awam dengan instrumen tersebut, memahami apa saja kesalahan investasi saham, termasuk penyebab dan cara menyiasatinya merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Agar aktivitas menanam modal berjalan lebih lancar dan memberikan profit lebih optimal, 11 kesalahan investasi saham ini layak untuk disimak.

1. Fokus pada Satu Saham Saja

Terpaku pada 1 saham saja saat investasi merupakan hal yang sangat berbahaya bagi investor. Selain tidak mendiversifikasi risiko saat harganya turun, investor juga sering kali tidak rasional ketika menilai sahamnya. 

Ketika investor terlalu mengidolakan saham dari suatu perusahaan tertentu, mereka akan cenderung mengabaikan sentimen buruk tentangnya dan hanya ingin mendengar berita baik saja alias terjadI confirmation bias. Idealnya, lepas saham jika memang performanya tidak sesuai ekspektasi dan beralih ke saham lain yang lebih sesuai dengan tujuan investasi serta profil risiko.  

2. Tak Memahami Aspek Fundamental

Kesalahan investasi saham yang kedua adalah tidak memahami aspek fundamental dari perusahaan yang dipilih. Bagi investor saham, melakukan analisis fundamental perusahaan sebaiknya menjadi hal mendasar yang sebaiknya dilakukan sebelum membeli sahamnya. 

Dengan analisis fundamental, investor bisa membaca potensi pertumbuhan harga saham berdasarkan informasi laporan keuangan, kredibilitas manajemen, dan prospek bisnis perusahaan. Memahami aspek fundamental perusahaan berguna untuk mengetahui apakah saham layak untuk dipilih dan mampu memberi peluang imbal hasil menjanjikan dalam jangka panjang atau tidak. 

3. Gampang Menyerah

Memiliki saham sama halnya dengan menjadi pemilik sebagian bisnis perusahaan. Dengan kata lain, Anda harus siap dengan berbagai risikonya, termasuk menghadapi segala ketidakpastian pada bisnisnya. 

Ketika kinerja perusahaan naik, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen jika dilakukan perusahaan atau potensi capital gain. Sebaliknya, ketika kinerjanya menurun, Anda perlu segera melakukan evaluasi apakah saham tersebut masih layak dimiliki atau tidak. Kalaupun mengalami kerugian, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran dan pengalaman agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi di masa depan, bukan menyerah di tengah jalan. 

4. Terjebak Saham Murah yang Tidak Potensial

Idealnya, membeli di harga murah dan menjual di harga tinggi adalah prinsip dasar untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham. Namun, pahami jika ada kalanya Anda tertarik membeli saham murah, padahal secara fundamental potensi harganya naik sangat kecil. 

Hal ini sering kali menjadi jebakan yang membuat portofolio investor terus stagnan. Khususnya investor pemula dengan modal terbatas, dorongan untuk membeli saham dengan harga rendah cukup tinggi. Tapi, pastikan pula untuk mengecek aspek fundamentalnya agar bisa memastikan ada prospek pertumbuhan harga yang menjanjikan di masa depan. 

5. Enggan Membeli Saham Ketika Pasar Melandai

Perlu dipahami, kondisi ekonomi pada dasarnya bergerak sesuai siklus, kadang di atas dan kadang di bawah. Ketika ekonomi sedang bagus, harga saham pada bursa umumnya akan naik atau bullish, begitu pula sebaliknya. 

Pada investor pemula, mereka cenderung menyukai membeli saham ketika kondisi pasar sedang bullish, dan enggan membeli saham ketika ekonomi memburuk. Padahal, kondisi pasar yang lesu membawa kesempatan agar bisa membeli saham potensial di harga lebih murah. 

Ketika kondisi pasar kembali menguat, harga saham tersebut juga akan meningkat dan memberi potensi capital gain menarik bagi investor. Namun, Anda perlu melakukan analisis dan riset untuk memperkirakan kemungkinan apakah tren kenaikan harga akan segera terjadi atau tidak sebelum mengambil keputusan tersebut.  

Investasi Saham Sekarang!  

6. Jebakan Transaksi Jangka Pendek

Transaksi jangka pendek memang menggiurkan karena bisa merealisasikan keuntungan dalam waktu singkat. Tapi, cara ini kurang ideal dilakukan saat investasi saham, terutama bagi investor pemula. Selain menguras energi, waktu, dan emosi, risiko yang ditanggung juga cukup besar. 

Fluktuasi harga saham yang tergolong cepat membutuhkan sikap proaktif dari investor jika ingin melakukan transaksi jangka pendek. Jika tidak, mereka akan melewatkan momentum untuk membeli saham di harga rendah, maupun menjualnya di harga lebih tinggi. Sejatinya, agar hasilnya lebih optimal, investasi saham sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang atau sesuai tujuan keuangan. 

7. Jarang Evaluasi dan Menyesuaikan Portofolio Saham

Kesalahan investasi saham lain yang sering dilakukan investor adalah jarang mengevaluasi portofolionya dan melakukan penyesuaian. Seiring berjalannya waktu, kondisi fundamental perusahaan bisa berubah dari yang awalnya potensial menjadi kurang menguntungkan, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, agar kinerja portofolio tetap konsisten, lakukan evaluasi dan penyesuaian secara berkala agar tidak melewatkan peluang membeli saham potensial ataupun menjual saham dengan kinerja tidak sesuai harapan. 

8. Mudah Panik dan Terbawa Emosi

Gampang panik dan mudah terbawa emosi adalah salah satu tantangan psikologis investor saham. Dengan kondisi tersebut, Anda sulit mengambil keputusan secara rasional yang bisa memicu risiko kerugian. 

Sejatinya, tetap tenang meski sedang menghadapi kerugian saat investasi saham dan lakukan evaluasi untuk mengambil langkah terbaik selanjutnya. Ingat, fluktuasi harga saham adalah hal yang wajar terjadi dan Anda hanya perlu menentukan apa langkah yang tepat untuk mengantisipasinya. 

9. Terlalu Takut Menelan Kerugian

Salah satu kesalahan investasi saham yang sering terjadi adalah investor sering mencairkan imbal hasil terlalu cepat, tapi menunda cut loss karena takut menelan kerugian. Sangat berbahaya bagi investor yang terus menahan saham yang harganya turun drastis tanpa memedulikan aspek fundamental dengan harapan harganya bisa kembali naik. 

Tindakan tersebut berisiko membuat Anda mengalami kerugian lebih besar lagi karena terlalu takut untuk merealisasikan capital loss saat ini.  

10. Salah Menentukan Momentum Pasar

Kesalahan lainnya, investor sering keliru menentukan momentum untuk masuk atau keluar pasar. Padahal, hal ini krusial agar bisa meraih potensi imbal hasil optimal, atau meminimalkan risiko kerugian. Idealnya, beli saham saat harganya rendah, dan jual ketika harganya tinggi. 

Untuk mengetahui momentum tersebut, Anda bisa melakukan analisis teknikal dengan melihat pergerakan grafik harga dan volume transaksi saham. Dengan begitu, Anda mampu mengetahui kapan waktu membeli dan menjual saham yang lebih optimal

11. Tidak Menambah Ilmu Investasi

Terakhir, investor perlu memahami jika dunia investasi saham memiliki dinamika dan kompleksitas yang cukup tinggi. Jika tidak dibarengi dengan terus menambah ilmu dan pengalaman seputar investasi, risikonya untuk menelan kerugian akan menjadi lebih besar.

Mengetahui hal tersebut, pastikan untuk terus mencari informasi dan ilmu baru seputar investasi saham. Jangan ragu mempelajari strategi atau teknik analisis baru dan menerapkannya secara bertahap. Yang terpenting, tetapkan batas cut loss agar bisa memastikan biaya untuk mempelajari dan mengimplementasikan ilmu baru tersebut tidak menghabiskan modal investasi. 

Kesalahan Investasi Saham Merupakan Pengalaman dan Guru Terbaik untuk Belajar

Dalam investasi saham, salah mengambil langkah atau keputusan adalah hal yang wajar terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana cara investor menyikapi hal tersebut agar hal serupa tidak kembali terjadi di masa depan. Bahkan, melakukan kesalahan bisa menjadi pengalaman dan guru terbaik agar bisa menjadikan Anda sebagai investor sukses di kemudian hari.