Cermati Invest Weekly Update 12 Oktober 2026
Ringkasan Pasar Sepekan
- IHSG Menguat Terbatas: IHSG ditutup naik +0.94% ke level 6.093,76 pada akhir pekan (9 Okt 2026). Penguatan ditopang rebound saham energi dan komoditas, meskipun asing mencatatkan Net Foreign Sell sebesar Rp3,75 triliun di seluruh pasar sepekan terakhir.
- Penguatan Komoditas Energi & Emas: Harga minyak Brent naik +2.12% ke US$104,42/bbl, minyak WTI naik +0.60% ke US$91,66/bbl, dan gas alam melonjak +5.44% ke US$3,20. Emas dunia menguat +1.24% ke level US$4.194,24/oz menyusul tingginya ketidakpastian geopolitik global.
- Pasar Kripto & Aset Risiko Terkoreksi: Bitcoin terkoreksi -2.25% ke US$82.928, Ethereum turun -7.11% ke US$2.497,78, dan Solana melemah -8.03% ke US$110,14 akibat aksi profit-taking investor setelah reli kuartal sebelumnya.
- Rupiah Stabil & Yield SBN Melandai: Nilai tukar rupiah berada di Rp17.891,40/USD (+0.10%), sementara Yield Surat Berharga Negara 30Y melandai ke 7.25% (-0.59%), mencerminkan daya tarik obligasi pemerintah yang tetap kuat di Kuartal IV 2026.
1. Ringkasan Berita Ekonomi, Politik, & Keuangan
- Ekonomi & Kebijakan Moneter Global: International Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti risiko perlambatan ekonomi akibat ketegangan geopolitik, tingginya utang global, dan ketidakpastian arah suku bunga. Ketahanan ekonomi AS membuat kebijakan suku bunga tinggi (higher for longer) tetap menjadi perhatian investor. Pekan ini, data inflasi konsumen AS (CPI) dan klaim pengangguran mingguan akan menjadi indikator penting untuk memperkirakan arah kebijakan The Fed menjelang akhir 2026.
- Ketegangan Geopolitik & Pasar Komoditas: Ketegangan di Timur Tengah dan Eropa Timur meningkatkan premi risiko geopolitik serta menopang harga energi dan aset lindung nilai. Pekan lalu, Brent naik 2.12% menjadi US$104,42 per barel, gas alam menguat 5.44%, dan emas naik 1.24% ke US$4.194,24 per troy ounce. Ketidakpastian ini berpotensi membatasi minat investor terhadap aset berisiko.
- Pasar Saham Global dan Domestik: Wall Street bergerak positif, dengan Nasdaq mencatatkan reli yang didorong saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Di Indonesia, BEI memperketat ketentuan IPO dan menghapus ketentuan harga minimum saham. Perubahan kebijakan ini menjadi bagian dari perhatian investor terhadap kualitas emiten dan perkembangan pasar modal domestik.
- Politik & Stabilitas Moneter Indonesia: Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5.2%, dari 4.7%, mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Pemerintah telah menarik utang Rp494,3 triliun atau 59.4% dari target APBN 2026 serta memangkas anggaran perjalanan dinas sebesar 30% sebagai bagian dari efisiensi belanja. Di pasar keuangan, stabilitas rupiah dan cadangan devisa tetap menjadi perhatian, terutama di tengah tekanan jual investor asing yang tercatat sebesar Rp14,30 triliun dalam satu bulan. Pekan ini, data neraca perdagangan September dan penjualan ritel Indonesia akan menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan permintaan domestik serta ketahanan eksternal. Memasuki kuartal IV 2026, pemerintah berfokus pada penataan program kerja dan efisiensi anggaran. Pelaksanaan kebijakan ini perlu dicermati karena dapat memengaruhi belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, serta aktivitas sektor barang konsumen dan infrastruktur.
2. Prospek & Perkiraan Arah Pasar Pekan Ini
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan peluang pemulihan (bullish reversal), selama tekanan jual dapat diredam. Area resistance terdekat berada di 6.157, dengan target berikutnya di 6.231. Support kuat berada di sekitar 6.007,818. Peluang penguatan akan lebih terbuka apabila pembelian bersih investor asing berlanjut dan sentimen terhadap kinerja emiten kuartal III 2026 membaik.
Agenda korporasi seperti pembagian dividen, stock split, rights issue, dan penebusan HMETD berpotensi memengaruhi pergerakan saham pada kuartal IV. Investor sebaiknya memprioritaskan emiten dengan arus kas kuat, utang terkendali, valuasi wajar, dan prospek usaha yang jelas. Sektor yang dapat dicermati meliputi Energi, Pertambangan Emas dan Mineral, Barang Konsumen Primer, Barang Baku, Industri, serta Infrastruktur. Saham pilihan untuk dipantau antara lain ULTJ, ENRG, EMAS, DSSA, TINS, MEDC, ARCI, BBRI, AMMN, TLKM, INDY, dan BYAN. Pemilihan saham tetap perlu mempertimbangkan kinerja keuangan, harga komoditas, valuasi, dan risiko masing-masing emiten. Hindari keputusan hanya berdasarkan tren harga atau agenda korporasi.
Kurs Rupiah (USD/IDR)
Pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750–Rp17.950 per dolar AS, dengan surplus perdagangan sebagai salah satu faktor pendukung. Namun, penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi AS, kebutuhan impor, dan arus modal keluar dapat kembali menekan rupiah. Pelaku usaha, khususnya importir, perlu mengelola risiko kurs secara terukur.
Pasar Kripto
Pasar kripto diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan netral hingga negatif, seiring ketidakpastian makroekonomi dan risiko likuidasi posisi transaksi margin atau futures. Pekan lalu Bitcoin (BTC): US$82.928, turun 2.25%. Area pergerakan pekan ini US$78.000–US$86.000. Ethereum (ETH): US$2.497,78, turun 7.11% sepekan. Area konsolidasi pekan ini di US$2.400–US$2.600. Arah pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi likuiditas, dan respons investor terhadap data ekonomi AS.
Komoditas (Minyak, Gas, XAUUSD, & Emas Indonesia)
Pergerakan komoditas pekan ini dipengaruhi oleh data inflasi AS, risiko geopolitik, serta keseimbangan pasokan dan permintaan global.
Minyak mentah (Brent dan WTI): Risiko gangguan pasokan dan faktor cuaca berpotensi menjaga harga tetap tinggi. Brent diperkirakan bergerak pada US$102–US$108 per barel, sedangkan WTI pada US$90–US$95 per barel. Namun, tambahan pasokan atau pelepasan cadangan strategis dapat memicu koreksi.
Gas alam: Setelah naik 5.44% ke sekitar US$3,20/MMBtu, harga diperkirakan menguji resistance US$3,15–US$3,35/MMBtu. Permintaan musiman dan kondisi pasokan menjadi faktor penentu.
Emas global: Harga berpeluang menguat terbatas dan menguji resistance US$4.220 per troy ounce, dengan kisaran US$4.110–US$4.280. Ketidakpastian geopolitik mendukung permintaan aset aman. Sebaliknya, inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga memicu koreksi emas ke area US$4.064–US$4.110.
Emas domestik: Diperkirakan bergerak pada kisaran Rp2.580.000–Rp2.630.000 per gram, dengan estimasi harga buyback Rp2.390.000–Rp2.440.000 per gram.
Surat Berharga & BONDS
Prospek pasar obligasi Indonesia pada kuartal IV 2026 diperkirakan netral hingga positif, didukung permintaan investor domestik dan imbal hasil SBN yang relatif menarik. Sukuk Negara juga tetap menjadi alternatif bagi investor ritel yang mencari pendapatan berkala dan diversifikasi portofolio. Seri obligasi yang dapat dicermati pekan ini: FR088, FR0103, SR020, MOYA01B, dan MBMA01BCN3. Sebelum berinvestasi, evaluasi tingkat imbal hasil, jatuh tempo, likuiditas, risiko kredit, dan kesesuaian instrumen dengan profil risiko.
Reksa Dana
Strategi reksa dana dapat disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko. Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap dapat dipertimbangkan untuk pendekatan yang lebih defensif, sedangkan reksa dana saham dan reksa dana campuran dapat digunakan untuk mengejar pertumbuhan dengan risiko fluktuasi lebih tinggi. Diversifikasi tetap penting untuk menjaga keseimbangan portofolio.
3. Tabel Performa Pasar & Komoditas
Indeks Saham Indonesia & Acuan
|
Instrumen / Indeks |
W (-/+) % |
Price |
|
IDX Composite (IHSG) |
+0.94% |
6,093.76 |
|
Jakarta Islamic 70 (JI70) |
+1.41% |
142.03 |
|
IDX 30 |
+1.10% |
334.37 |
|
FTSE Indonesia |
-0.58% |
2,114.00 |
|
MSCI Indonesia |
+0.51% |
3,947.80 |
|
US Tech 100 (Nasdaq) |
+0.34% |
30,902.40 |
|
US$/IDR |
+0.10% |
17,891.40 |
|
U.S. 30Y Treasury Yield |
-0.55% |
5.60 |
|
Indonesia 30Y Bond Yield |
-0.59% |
7.25 |
Indeks Regional & Kripto
|
Indeks Regional / Kripto |
W (-/+) % |
Price |
|
Dow Jones (US) |
+0.93% |
51,654.95 |
|
S&P 500 (US) |
+1.15% |
7,811.54 |
|
FTSE 100 (UK) |
+0.86% |
10,552.05 |
|
DAX (Jerman) |
-0.57% |
25,087.27 |
|
Nikkei 225 (Jepang) |
+1.06% |
69,030.92 |
|
Hang Seng (Hong Kong) |
+1.00% |
24,211.35 |
|
CSI 300 (Tiongkok) |
-0.93% |
4,317.25 |
|
KOSPI (Korsel) |
-5.39% |
6,625.93 |
|
Bitcoin (BTC/US$) |
-2.25% |
82,928.00 |
|
Ethereum (ETH/US$) |
-7.11% |
2,497.78 |
Pasar Komoditas Global
|
|
*data penutupan 9 Oktober 2026
4. Komparasi Kinerja Kelas Aset (YTD 2026)
Komparasi performa kumulatif Year-to-Date (YTD 2026) per penutupan 9 Oktober 2026 untuk empat kelas aset utama: Dolar AS, Emas, Bitcoin, dan IHSG.
Gambar 1: Grafik Komparasi Kinerja Kumulatif YTD 2026
5. Obligasi Konvesional & Sukuk Trending
5 Seri Surat Berharga Negara (SBN), Korporasi, dan Sukuk pilihan:
|
Seri Obligasi / Sukuk |
Jenis |
Maturity |
Kupon (%) |
Harga Indicative |
Yield |
|
FR088 |
Konvensional |
15-Jun-2036 |
6,25% |
94,00% |
7,01% |
|
FR0103 |
Konvensional |
15-Jul-2035 |
6,75% |
97,75% |
7,21% |
|
ORI030T6 |
SBSN Ritel |
15-Jul-2032 |
7,00% |
99,76% |
7,05% |
|
MBMA01BCN3 |
Korporasi |
09-Dec-2030 |
8,25% |
100,50% |
8,11% |
|
MOYA01B |
Korporasi |
14-Jul-2031 |
8,75% |
101,75% |
8,31% |
6. Reksa Dana Pilihan Sepekan
Menampilkan rincian kinerja reksa dana pilihan Cermati Invest, mencakup performa Nilai Aktiva Bersih (NAV), return berkala, serta total Dana Kelolaan (AUM):
|
Jenis |
Nama Reksa Dana |
NAV |
1Bln |
YTD |
1Th |
Inception |
AUM |
|
Pasar Uang |
1313,08 |
+0,43% |
+3,59% |
+4,77% |
+31,31% |
910,79 M |
|
|
Pasar Uang |
2060,85 |
+0,54% |
+3,12% |
+4,21% |
+106,09% |
322,89 M |
|
|
Pendapatan Tetap |
1100,94 |
+0,57% |
+5,56% |
+6,26% |
+15,52% |
712,16 M |
|
|
Pendapatan Tetap |
1978,98 |
+0,56% |
+0,03% |
+1,35% |
+105,14% |
219,99 M |
|
|
Saham |
3002,47 |
-1,31% |
+20,39% |
+24,55% |
+200,25% |
16,28 M |
|
|
Saham |
3737,08 |
-1,57% |
+19,70% |
+23,65% |
+273,71% |
34,63 M |
|
|
Campuran |
2240,47 |
-0,86% |
-12,25% |
-6,96% |
+124,05% |
83,16 M |
|
|
Campuran |
4423,09 |
-4,53% |
-3,53% |
+7,87% |
+342,31% |
1,51 T |
|
|
Dolar AS |
1,5825 |
+5,70% |
+21,02% |
+19,45% |
+58,25% |
188,87 Jt |
|
|
Dolar AS |
1,4727 |
+0,44% |
+15,63% |
+15,80% |
+47,27% |
934,06 Rb |
7. Kalender Ekonomi & Aksi Korporasi Pekan Ini
Kalender Ekonomi Utama Indonesia & Global (WIB)
|
Tanggal |
Waktu |
Negara |
Agenda |
Ekspektasi |
|
Senin, 12 Okt 2026 |
07:00 |
Jepang |
Indeks Harga Barang Korporasi (PPI YoY) |
2,5% |
|
13:00 |
Inggris |
Laporan Pertumbuhan PDB Bulanan (MoM) |
0,2% |
|
|
Selasa, 13 Okt 2026 |
09:00 |
Tiongkok |
Neraca Perdagangan (USD) |
$89,5 Miliar |
|
13:00 |
Jerman |
Indeks Harga Konsumen / Inflasi HICP (Final YoY) |
1,8% |
|
|
20:00 |
Global |
Publikasi Laporan IMF World Economic Outlook |
Proyeksi PDB 3,2% |
|
|
Rabu, 14 Okt 2026 |
08:30 |
Tiongkok |
Indeks Harga Konsumen (CPI YoY) |
0,7% |
|
10:00 |
Indonesia |
Penjualan Eceran / Retail Sales (YoY - Bank Indonesia) |
4,8% |
|
|
19:30 |
AS |
Indeks Harga Konsumen / Inflasi CPI (YoY) |
2,3% |
|
|
19:30 |
AS |
Inflasi Inti / Core CPI (YoY) |
3,1% |
|
|
21:30 |
AS |
Stok Minyak Mentah Komersial (EIA) |
-1,2 Juta Barel |
|
|
Kamis, 15 Okt 2026 |
10:00 |
Indonesia |
Neraca Perdagangan (BPS) |
Surplus $2,85 Miliar |
|
10:00 |
Indonesia |
Kinerja Ekspor (YoY) / Impor (YoY) |
Ekspor +3,2% / Impor +4,1% |
|
|
19:30 |
AS |
Indeks Harga Produsen (PPI MoM) |
0,2% |
|
|
19:30 |
AS |
Klaim Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims) |
222 Ribu |
|
|
19:30 |
AS |
Penjualan Eceran / Retail Sales (MoM) |
0,3% |
|
|
Jumat, 16 Okt 2026 |
16:00 |
Zona Euro |
Indeks Harga Konsumen / Inflasi CPI Final (YoY) |
1,8% |
|
20:15 |
AS |
Produksi Industri (MoM) |
0,1% |
|
|
21:00 |
AS |
Sentimen Konsumen Univ. of Michigan (Awal) |
70,8 |
Corporate Action Emiten Indonesia
|
Corp. Action |
Code |
Cum Date |
Exp Date |
Rec Date |
Start |
End |
Pay Date |
Price |
Note |
|
Right Issue |
VKTR |
06-Oct-26 |
07-Oct-26 |
08-Oct-26 |
12-Oct-26 |
23-Oct-26 |
23-Oct-26 |
200 |
35(Old) : 12(New) |
|
Right Issue |
AHAP |
08-Oct-26 |
09-Oct-26 |
12-Oct-26 |
14-Oct-26 |
20-Oct-26 |
20-Oct-26 |
50 |
7(Old) : 5(New) |
|
Right Issue |
BRNA |
08-Oct-26 |
09-Oct-26 |
12-Oct-26 |
14-Oct-26 |
21-Oct-26 |
21-Oct-26 |
685 |
9(Old) : 5(New). Penebusan 1(Rights) dapat 1(Warrant) |
|
Dividen |
ASII |
12-Oct-26 |
13-Oct-26 |
14-Oct-26 |
30-Oct-26 |
98 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
TLDN |
12-Oct-26 |
13-Oct-26 |
14-Oct-26 |
22-Oct-26 |
20 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
AMRT |
13-Oct-26 |
14-Oct-26 |
15-Oct-26 |
27-Oct-26 |
14,5 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
AUTO |
13-Oct-26 |
14-Oct-26 |
15-Oct-26 |
26-Oct-26 |
72,52 |
INTERIM |
||
|
Right Issue |
BUVA |
13-Oct-26 |
14-Oct-26 |
15-Oct-26 |
19-Oct-26 |
30-Oct-26 |
30-Oct-26 |
250 |
4(Old) : 1(New) |
|
Stock Split |
PBSA |
13-Oct-26 |
14-Oct-26 |
1(Old) : 2(New) |
|||||
|
Dividen |
PLIN |
15-Oct-26 |
16-Oct-26 |
19-Oct-26 |
27-Oct-26 |
76 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
BUAH |
16-Oct-26 |
19-Oct-26 |
20-Oct-26 |
16-Nov-26 |
10 |
INTERIM |
||
|
Right Issue |
BMAS |
23-Nov-26 |
24-Nov-26 |
25-Nov-26 |
27-Nov-26 |
03-Nov-26 |
03-Dec-26 |
350 |
655(Old) : 104(New) |
|
Tender Offer |
DOOH |
05-Oct-26 |
03-Nov-26 |
148 |
2,624 Milyar lembar |
||||
|
Tender Offer |
NAYZ |
05-Oct-26 |
03-Nov-26 |
10-Nov-26 |
75 |
1,169 Milyar lembar |
Disclaimer & Catatan Kerahasiaan:
Laporan riset ini disusun oleh Cermati Invest khusus untuk tujuan penyediaan informasi umum dan edukasi. Data dan analisa yang disajikan dihimpun dari sumber-sumber terpercaya (bloomberg, reuters, trading view, idnfinancials, stockwatch.id, kontan, bisnis, cnbc, dan Bursa Efek Indonesia). Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi di masa depan. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing investor.
Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: