Bond Linked Deposit (BLD): Pengertian, Cara Kerja, Imbal Hasil, dan Risiko yang Perlu Dipahami
Bond Linked Investment (BLI) atau Bond Linked Deposit (BLD) adalah produk investasi terstruktur (structured product) yang mengombinasikan deposito berjangka dengan instrumen derivatif berbasis obligasi.
Produk ini dirancang untuk memberikan potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito konvensional, dengan kinerja yang dikaitkan pada pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia serta harga obligasi pemerintah Indonesia, seperti Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
BLD umumnya ditawarkan oleh bank kepada investor dengan profil risiko menengah hingga tinggi, yang ingin memperoleh potensi imbal hasil lebih optimal dibandingkan bunga deposito, namun bersedia menanggung risiko tambahan.
Bagaimana Cara Kerja Bond Linked Deposit?
Secara sederhana, dana investor dalam produk BLD akan:
-
Ditempatkan di bank seperti deposito,
-
Dikombinasikan dengan transaksi opsi obligasi (bond option),
-
Imbal hasilnya bergantung pada kondisi pasar obligasi dan suku bunga.
Produk ini tidak dapat diperdagangkan atau dialihkan kepada pihak lain dan hanya bisa dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku hingga tanggal jatuh tempo.
Karakteristik Utama Bond Linked Deposit
Beberapa karakteristik penting dari BLD yang perlu diperhatikan investor:
-
Dana ditempatkan di bank dan dikaitkan dengan transaksi bond option.
-
Tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.
-
Umumnya memiliki tenor tertentu, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga beberapa tahun.
-
Cocok bagi investor yang memahami produk derivatif dan risiko pasar obligasi.
Potensi Imbal Hasil Bond Linked Deposit
Daya tarik utama BLD terletak pada potensi imbal hasilnya. Beberapa karakteristik imbal hasil BLD antara lain:
-
Kupon berpotensi lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi konvensional.
-
Kupon dapat bersifat tetap bertahap (fixed rate step up), yaitu tingkat imbal hasil yang meningkat secara berkala.
-
Kupon biasanya dibayarkan secara periodik, sesuai jadwal yang telah ditentukan.
-
Dalam beberapa skema, bank menawarkan indikasi pengembalian pokok hingga 100% apabila disimpan sampai jatuh tempo, dengan catatan tidak terjadi kondisi tertentu sesuai ketentuan kontrak.
Namun, penting dipahami bahwa imbal hasil ini bukan jaminan pasti, melainkan bersifat indikatif dan bergantung pada kondisi pasar.
Risiko dan Kelemahan Bond Linked Deposit
Sebagai produk investasi terstruktur, BLD memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami secara menyeluruh.
1. Risiko Perubahan Skema Imbal Hasil
Bank memiliki hak untuk mengubah skema pembayaran imbal hasil dari tingkat tetap menjadi tingkat mengambang (floating rate) sesuai ketentuan kontrak.
2. Risiko Callable Feature
BLD sering kali memiliki fitur callable, yaitu hak bank untuk mengakhiri kontrak lebih awal apabila harga obligasi acuan turun di bawah harga kesepakatan (strike price).
3. Risiko Pencairan Sebelum Jatuh Tempo
Jika investor melakukan pencairan lebih awal (early redemption atau seller put), terdapat potensi:
-
Kerugian nilai investasi,
-
Tidak menerima kupon,
-
Dikenakan penalti atau biaya tertentu, seperti biaya pengakhiran derivatif dan penalti pembatalan produk.
Penarikan dana oleh investor umumnya baru dapat dilakukan setelah melewati 6 bulan sejak tanggal penerbitan, dengan nilai pencairan mengikuti harga pasar pada saat itu.
High Risk, High Return: Profil Risiko Bond Linked Deposit
Bond Linked Deposit termasuk produk berisiko tinggi (high risk) dan tidak termasuk produk dengan proteksi pokok penuh (non-principal protected).
Risiko utama yang perlu diperhatikan meliputi:
| Jenis Risiko / Aspek | Penjelasan Detail |
| Kategori Produk | Tergolong investasi berisiko tinggi (High Risk) dan tidak memproteksi pokok (Non-Principal Protected) secara penuh. |
| Risiko Pasar | Nilai investasi dapat berfluktuasi karena harga obligasi acuan di pasar sekunder mengalami penurunan. |
| Risiko Konversi | Dana pokok investor sewaktu-waktu dapat diubah (dikonversi) menjadi unit obligasi jika Bank memutuskan untuk mengeksekusi hak opsi (option). |
| Risiko Selisih Harga | Jika terjadi konversi, investor berpotensi menerima obligasi pada harga strike (harga kesepakatan) yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat itu, sehingga memicu kerugian valuasi. |
| Risiko Gagal Bayar | Jika penerbit obligasi acuan mengalami gagal bayar (default), produk dapat dihentikan secara sepihak dan aset dinilai ulang berdasarkan harga pasar yang anjlok. |
| Risiko Regulasi | Perubahan kebijakan dari Pemerintah, Bank Indonesia (BI), atau OJK yang dapat memengaruhi kinerja atau legalitas produk. |
| Status Penjaminan | TIDAK DIJAMIN OLEH LPS. Produk ini merupakan produk investasi terstruktur, bukan tabungan atau deposito biasa, sehingga tidak masuk dalam skema penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan. |
Mata Uang dan Biaya
Bond Linked Deposit umumnya tersedia dalam:
-
Rupiah (IDR)
-
Dolar Amerika Serikat (USD)
Sebagian besar produk BLD:
-
Tidak mengenakan biaya pendaftaran,
-
Namun tetap dapat memiliki biaya implisit yang tercermin dalam struktur produk.
Apakah Bond Linked Deposit Cocok untuk Semua Investor?
BLD tidak cocok untuk semua orang. Produk ini lebih sesuai bagi investor yang:
-
Memahami cara kerja obligasi dan derivatif,
-
Siap menghadapi fluktuasi pasar,
-
Tidak membutuhkan likuiditas tinggi dalam jangka pendek,
-
Mencari potensi imbal hasil di atas deposito dengan kesadaran risiko yang menyertainya.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Bond Linked Deposit
Bond Linked Deposit (BLD) menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan deposito, tetapi disertai risiko yang juga lebih besar. Produk ini tidak dijamin LPS dan memiliki karakteristik investasi terstruktur yang bergantung pada pergerakan obligasi dan suku bunga.
Karena itu, BLD lebih cocok bagi investor dengan profil risiko menengah hingga tinggi yang memahami mekanisme produk dan tidak membutuhkan likuiditas jangka pendek. Sebelum berinvestasi, pastikan produk ini selaras dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko pribadi.