Cermati Invest Weekly Update 2 November 2026

Ringkasan Pasar Sepekan

Pasar modal domestik mengalami tekanan hebat, di mana IHSG ditutup anjlok 7.03% sepekan atau -16.23% sepanjang Oktober 2026 ke level 5.057,05. Aksi jual masif ini dipicu oleh peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kurangnya transparansi kepemilikan saham dan tata kelola bursa, yang memunculkan risiko downgrade status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Nilai tukar rupiah juga tertekan, ditutup melemah ke level Rp18.150/USD pada awal pekan lalu. 82 saham dalam daftar HSC (High Shareholding Concentration) dikeluarkan dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

1. Ringkasan Berita Ekonomi, Politik, & Keuangan

  • Berita Ekonomi Global & Domestik: Di kancah global, inflasi AS (PCE) untuk bulan September 2026 kembali menahan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, membuat yield US Treasury 10-tahun dan 30-tahun kembali meningkat. Sementara itu, Bank Indonesia terus melakukan stabilisasi seiring keluarnya aliran modal jangka pendek dari pasar obligasi. Pertumbuhan PDB domestik kuartal III/2026 yang dijadwalkan rilis pekan ini diprediksi berada di level moderat 5.01% secara tahunan.
  • Berita Politik & Kebijakan: Pemerintah baru Indonesia mengumumkan struktur kabinet ekonomi yang berfokus pada hilirisasi tahap lanjutan dan intensifikasi reformasi birokrasi, memberikan sinyal positif untuk investasi jangka panjang. Di AS, sentimen pemilu memberikan dorongan tambahan pada pergerakan aset 'safe-haven'. 
  • Pasar Keuangan & Perbankan: Emiten perbankan berkapitalisasi besar (Big Banks) mendominasi perilisan laporan keuangan Q3-2026 dengan hasil variatif namun mayoritas mencatat margin bunga bersih (NIM) yang stabil. Kredit konsumsi menunjukkan pemulihan di kuartal terakhir.

2. Prospek & Perkiraan Arah Pasar Pekan Ini

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)

IHSG pekan lalu ditutup turun cukup dalam sebesar -7.03% ke level 5.057,05, tertekan oleh capital outflow asing dan aksi ambil untung di sektor komoditas. Pekan ini (2-8 November 2026), IHSG diproyeksikan masih berada pada fase konsolidasi dan berpotensi rebound teknikal dengan menguji level resistance terdekat di 5.200, support di 4.760. Perhatian utama tertuju pada rilis PDB kuartal III Indonesia serta dinamika hasil pemilu AS.

Sektor & Saham Pilihan

Sektor Konsumsi dan Infrastruktur diproyeksi menjadi pilihan aman di tengah volatilitas tinggi. Ambruknya indeks sepanjang Oktober 2026 menjadikannya salah satu bursa dengan kinerja terlemah di Asia karena masifnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing akibat ketidakpastian global. Meskipun secara umum tertekan, beberapa saham energi seperti PGAS (+8.64%) dan PTBA (+5.88%) masih mencatatkan penguatan di akhir pekan.

Kurs Rupiah (USD/IDR)

Nilai tukar rupiah (USD/IDR) bergerak cukup stabil menguat sebesar 0.38% ke level 18.112,80. Pekan ini, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh DXY (Indeks Dolar AS) dan rilis data ketenagakerjaan AS (NFP). Diperkirakan rupiah bergerak pada rentang 17.950- 8.250 per dolar AS.

Pasar Kripto

Pasar kripto mengalami koreksi dengan Bitcoin (BTC) turun tipis -2.95% menjadi sekitar $77.754, begitu pula Ethereum (ETH) melemah -3.05% di kisaran $2.257,35. Tekanan jual di akhir pekan disebabkan oleh tingginya imbal hasil obligasi global. Level $75.000 menjadi support krusial bagi BTC pekan ini.

Komoditas (Minyak, Gas, XAUUSD, & Emas Indonesia)

  • Minyak Brent & WTI: Harga Minyak Brent tercatat naik +1.25% di level $113.10/barel, sementara WTI terkoreksi marjinal -0.31% di $102.95/barel. Kenaikan Brent dipicu oleh prospek menipisnya cadangan global pada musim dingin 2026. Target pergerakan minyak pekan ini antara $100-$115.
  • Batubara: Harga batubara Newcastle masih berkonsolidasi dengan penurunan -0.17% ke level $150.45 per ton, seiring permintaan yang mulai stabil dari Tiongkok. Target pekan ini berkisar pada level $145 - $155.
  • Emas (XAU/USD, Emas Fisik, dan Emas Digital): Harga emas (XAU/USD) terkoreksi sebesar -3.01% ke $3.875,55 per troy ounce usai menyentuh level tertingginya. Support terdekat berada di $3.850. Meskipun tertekan penguatan dolar, emas fisik dan digital domestik masih menjadi primadona lindung nilai (hedging). Emas digital Rp2.237.000 – Rp2.300.000 per gram sedangkan emas fisik berkisar Rp2.300.000–Rp2.450.000 per gram

Surat Berharga & BONDS

Bonds Indonesia bertenor 30 tahun memberikan return impresif di tengah koreksi pasar, naik 4.20% ke level 7,766. SBN seperti FR0103 dan FR0088 terus mendominasi pencarian investor ritel di awal Kuartal IV 2026 sebagai aset berisiko rendah yang menawarkan kepastian imbal hasil di masa volatilitas.

Reksa Dana

Reksa dana pasar uang seperti Henan Ultima Money Market menunjukkan konsistensi kinerja di tengah koreksi ekuitas. Di samping itu, reksa dana saham syariah yang memiliki portofolio saham-saham defensif patut diperhatikan bagi investor dengan profil risiko lebih tinggi pada November 2026.

3. Tabel Performa Pasar & Komoditas

Indeks Saham Indonesia & Acuan

Instrumen / Indeks

W (-/+) %

Price

IDX Composite (IHSG)

-7,03%

5.057,05

Jakarta Islamic 70 (JI70)

-8,54%

114,51

IDX 30

-5,36%

289,80

FTSE Indonesia

-4,84%

1.858,66

MSCI Indonesia

-4,43%

3.444,49

US Tech 100 (Nasdaq)

-2,06%

28.386,00

US$/IDR

0,38%

18.112,80

U.S. 30Y Treasury Yield

-0,11%

5.309,00

Indonesia 30Y Bond Yield

4,20%

7.766,00

Indeks Regional & Kripto

Indeks Regional / Kripto

W (-/+) %

Price

Dow Jones (US)

-0,85%

51.770,31

S&P 500 (US)

-0,57%

7.580,07

FTSE 100 (UK)

0,37%

10.729,78

DAX (Jerman)

2,53%

25.818,21

Nikkei 225 (Jepang)

1,55%

63.290,11

Hang Seng (Hong Kong)

0,87%

23.294,42

CSI 300 (Tiongkok)

-2,92%

3.985,50

KOSPI (Korsel)

3,25%

5.730,74

Bitcoin (BTC/US$)

-2,95%

77.754,00

Ethereum (ETH/US$)

-3,05%

2.257,35

Pasar Komoditas Global

Komoditas Global

W (-/+) %

Price

Emas (XAU/US$)

-3,01%

3.875,55

Perak (XAG/US$)

-8,91%

49.140,00

Platina

-7,70%

1.434,65

Nikel

-3,91%

15.226,88

Timah

-1,72%

49.706,00

Alumunium

0,41%

3.059,70

Komoditas Global

W (-/+) %

Price

Tembaga

-1,31%

14.149,60

Minyak Mentah (WTI)

-0,31%

102,95

Minyak Mentah (Brent)

1,25%

113,10

Minyak Sawit (CPO)

-

4.480,00

Gas Alam

9,20%

2.883,00

Batu Bara

-0,17%

150,45

*data penutupan 30 Oktober 2026

4. Komparasi Kinerja Kelas Aset (YTD 2026)

Komparasi performa kumulatif Year-to-Date (YTD 2026) per penutupan 31 Oktober 2026 untuk empat kelas aset utama: Dolar AS, Emas, Bitcoin, dan IHSG.

Gambar 1: Grafik Komparasi Kinerja Kumulatif YTD 2026

5. Obligasi Konvensional & Sukuk Trending

5 Seri Surat Berharga Negara (SBN), Korporasi, dan Sukuk pilihan:

NAMA OBLIGASI

ISIN

MATA UANG

KUPON

JATUH TEMPO

HARGA BELI

HARGA JUAL

YIELD

RATING

FR0103

IDG000024506

IDR

6.75%

15-Jul-35

94.50

93.50

7.62%

BBB

FR0088

IDG000018201

IDR

6.25%

15-Jun-36

91.75

90.75

7.46%

BBB

PBS005

IDP000001505

IDR

6.75%

15-Apr-43

92.50

91.50

7.57

BBB

MBMA01BCN3

IDA0001638B6

IDR

8.25%

09-Dec-30

100.50

99.50

8.11%

idA

MOYA01B

IDA0001725B1

IDR

8.75%

14-Jul-31

100.75

99.75

8.55%

idAA-

6. Reksa Dana Pilihan Sepekan

Menampilkan rincian kinerja Reksa Dana pilihan Cermati Invest, mencakup performa Nilai Aktiva Bersih (NAV), return berkala, serta total Dana Kelolaan (AUM):

Jenis

Nama Reksa Dana

NAV

1Bln

YTD

1Th

Inception

AUM

Pasar Uang

Henan Ultima Money Market

1774,3478

0,52%

4,46%

5,44%

77,43%

1611,08 M

Pasar Uang

Setiabudi Dana Pasar Uang

1656,6144

0,49%

4,36%

5,28%

65,66%

539,37 M

Pendapatan Tetap

UOBAM Inovasi Obligasi Nasional

1157,1718

1,70%

5,02%

5,47%

15,72%

115,57 M

Pendapatan Tetap

HPAM Pendapatan Tetap Prima

1105,3446

0,57%

4,70%

6,11%

15,96%

712,16 M

Saham

Cipta Saham Unggulan Syariah

2846,18

-4,26%

14,12%

10,24%

184,62%

16,28 M

Saham

Cipta Saham Unggulan

3489,03

-5,57%

11,75%

9,56%

248,90%

34,63 M

Campuran

Danakita Investasi Fleksibel

1396,81

-2,05%

-4,90%

-5,07%

39,68%

8,56 M

Campuran

Setiabudi Dana Campuran

1503,9106

-5,83%

-9,40%

-9,40%

50,39%

68,13 M

Dolar AS

STAR Global Sharia Equity USD

1,0231

3,77%

-0,52%

-2,00%

2,31%

933,26 Rb

Dolar AS

BRI Melati Premium Dollar

1,399119

1,05%

-4,46%

-4,71%

39,91%

1,92 Jt

7. Kalender Ekonomi & Aksi Korporasi Pekan Ini

Kalender Ekonomi Utama Indonesia & Global (WIB)

Tanggal

Waktu

Negara

Agenda Ekonomi

Ekspektasi / Dampak

02-Nov-26

08:30 WIB

Indonesia

S&P Global Manufacturing PMI (Okt)

Ekspektasi: 49.5

04-Nov-26

20:15 WIB

Amerika

ADP Nonfarm Employment Change (Okt)

Dampak Tinggi

05-Nov-26

11:00 WIB

Indonesia

Pertumbuhan PDB YoY (Q3)

Ekspektasi: 5.01%

06-Nov-26

02:00 WIB

Amerika

Keputusan Suku Bunga The Fed

Dampak Sangat Tinggi

06-Nov-26

19:30 WIB

Amerika

Non Farm Payrolls (Okt)

Dampak Tinggi

Corporate Action Emiten Indonesia

Corp. Action

Code

Cum Date

Exp Date

Rec Date

Start

End

Pay Date

Price

Note

Dividen

SIDO

02-Nov-26

03-Nov-26

04-Nov-26

   

20-Nov-26

10

INTERIM

Bonus Issue

PPGL

02-Nov-26

03-Nov-26

04-Nov-26

   

25-Nov-26

-

6(Old):4(New)

Right Issue

MGLV

04-Nov-26

05-Nov-26

06-Nov-26

10-Nov-26

23-Nov-26

23-Nov-26

8880

100(O):15(N)

Dividen

JPFA

05-Nov-26

06-Nov-26

09-Nov-26

   

12-Nov-26

90

INTERIM

Dividen

PTPS

05-Nov-26

06-Nov-26

09-Nov-26

   

18-Nov-26

2

INTERIM

Dividen

UNTR

05-Nov-26

06-Nov-26

09-Nov-26

   

23-Nov-26

430

INTERIM

Dividen

CNMA

06-Nov-26

09-Nov-26

10-Nov-26

   

19-Nov-26

4

INTERIM

Dividen

SMSM

09-Nov-26

10-Nov-26

11-Nov-26

   

26-Nov-26

45

INTERIM

Right Issue

BMAS

23-Nov-26

24-Nov-26

25-Nov-26

27-Nov-26

03-Dec-26

03-Dec-26

350

655(O):104(N)

Disclaimer & Catatan Kerahasiaan:

Laporan riset ini disusun oleh Cermati Invest khusus untuk tujuan penyediaan informasi umum dan edukasi. Data dan analisa yang disajikan dihimpun dari sumber-sumber terpercaya (Bloomberg, Reuters, Tradingview, idnfinancials, stockwatch.id, kontan, bisnis, cnbc, dan Bursa Efek Indonesia). Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi di masa depan. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing investor.

Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: