Emiten Favorit Reksa Dana Semester Pertama Tahun 2026
IHSG turun tajam sepanjang kuartal 1 tahun 2026 dari tertinggi 9174.474 pada Januari 2026 ke terendah 6917.322 pada Maret 2026. Belum habis kuartal pertama, IHSG sudah turun -19.06% sejak awal tahun. Kejadian seperti ini mirip seperti krisis keuangan global tahun 2008, atau, jika kita melihat secara quarterly mirip seperti pada COVID-Maret 2020 saat awal pademi Covid19.
Apakah mungkin krisis kali ini akan segera berakhir, atau semakin parah?
Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!
Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak akhir Februari 2026 lalu, mungkin akan berlangsung lebih lama dan efek domino akan terasa sampai ke Indonesia. Diprediksikan sampai kuartal berikutnya IHSG masih akan terus turun menuju 6538.32. Jika tidak ada katalis positif dari data ekonomi Indonesia dan dunia ataupun kemampuan Negara Republik Indonesia untuk fokus menerapkan Pancasila, maka tidak menutup kemungkinan IHSG segera menyentuh 6092.41 pada semester pertama tahun 2026.
Di sisi lain, jika nilai tukar Rupiah terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat hingga menembus level Rp17.100, rasanya Indonesia belum siap. Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS masih akan membayangi pasar obligasi. Opini partisipan FOMC memprediksikan bahwa The Fed masih akan memangkas suku bunga satu sampai tiga kali sepanjang tahun 2026 menuju kisaran 3,25% - 3.00%. Namun prediksi tersebut dapat bergerser jika inflasi AS tetap tidak turun secara signifikan akibat kebijakan fiskal Presiden Trump yang ekspansif dan tarif impor yang berpotensi mendorong inflasi barang.
Segala cara dilakukan AS agar suku bunga tidak turun. Bond’s Yield AS naik ke 4.28% (13 Maret 2026) dari sebelumnya 3.92% (2 Maret 2026), sedangkan Bond’s Yield Indonesia naik ke kisaran 6.85% (13 Maret 2026) dari sebelumnya 5.92% (15 Oktober 2025). Utang pemerintah ataupun korporasi jatuh tempo tahun 2026 sekitar Rp157 Triliun. Secara kuartalan, nilai obligasi korporasi yang jatuh tempo pada kuartal I/2026 sebesar Rp26,16 triliun, kuartal II/2026 Rp26,71 triliun, kuartal III/2026 Rp61,24 triliun, dan kuartal IV/2026 sebesar Rp42,79 triliun. Dengan demikian, jatuh tempo obligasi korporasi relatif terkonsentrasi pada semester II/2026.
Walaupun pasar bergerak tidak sesuai yang diharapkan, tetapi jelang pembagian dividen semester 1 tahun ini, ada beberapa emiten langganan portofolio reksa dana yang dapat dicermati yaitu: AMMN, ANTM, ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BRMS, EMAS, GOTO, INCO, INKP, MDKA, PGAS, TINS dan TLKM. Dimana bobot terbesar adalah: TLKM, BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, ASII, ANTM.