Cermati Invest Weekly Update 6 Juli 2026
Ulasan Pasar
| INDONESIA | W (-/+) % | HARGA |
| IHSG | -0.35% | 5,875.78 |
| ISSI | 1.42% | 136.42 |
| IDX30 | -0.67% | 329.10 |
| FTSE Indonesia | -0.81% | 2,085.34 |
| MSCI Indonesia | -1.18% | 4,043.50 |
| Dolar Amerika | 0.36% | 17,950 |
Provided by Cermati Invest, last update 3 July 2026
IHSG & Saham Pekan Ini
Indeks, turun tajam 19.93% sepanjang Q2 atau turun 34.74% sepanjang semester pertama dengan angka penutupan 5.643. Semester kedua ini, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda technical rebound. Pada awal Juli, berhasil bangkit dari area 5.607 menuju sekitar 5.875 pekan lalu, ditopang mulai masuknya pembelian pada saham-saham berkapitalisasi besar dan meredanya tekanan jual di beberapa sektor. Artinya, pasar telah melewati fase panic selling, tetapi belum sepenuhnya memasuki fase bull market baru karena menunggu arah kebijakan fiskal pemerintah pada semester II, stabilitas nilai tukar rupiah, hasil laporan keuangan emiten kuartal II, dan arus dana asing yang kembali masuk secara berkelanjutan.
IHSG perlu stabil di atas 6.471 sepanjang Q3 agar dapat dikatakan kembali uptrend. Resistance gap yang perlu ditutup adalah 6.724 dan 6.859 yang terdekat.
Saham, sektor Industri, Transportasi, Basic Materials, dan Perbankan mulai menjadi motor penguatan. Perhatikan BBCA, ICBP, BYAN, dan COCO.
Pergerakan Rupiah
Rupiah, beberapa kebijakan ekonomi dilakukan pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antara lain menaikkan suku bunga BI 100 basis poin ke 5.75%, maksimum transaksi dolar AS 10.000 per bulan, menjual SRBI, pengetatan export (1 pintu), pengenaan pajak dan sebagainya, sehingga rupiah kembali stabil di kisaran Rp17.650—Rp18.150 per dolar AS.
| KOMODITAS | W (-/+) % | HARGA |
| Emas | 2.78% | 4,175.70 |
| Perak | 5.64% | 62.82 |
| Platina | 1.52% | 1,642.47 |
| Nikel | -2.40% | 16,392.38 |
| Timah | 0.55% | 50,607 |
| Alumunium | -3.30% | 3,093.30 |
| Minyak Mentah | -0.65% | 68.78 |
| Minyak Sawit | - | 4,480 |
| Gas | 0.40% | 3.24 |
| Batu Bara | -10.18% | 128.80 |
| Tembaga | 0.29% | 13,380.22 |
Provided by Cermati Invest, last update 3 July 2026
Emas & Kripto
Semester II 2026 diperkirakan akan menjadi periode yang lebih selektif dibanding semester I. Jika pada awal tahun pasar didominasi sentimen geopolitik di Timur Tengah, memasuki Juli fokus investor mulai bergeser ke permintaan global, kebijakan suku bunga, pertumbuhan ekonomi Tiongkok, dan kebutuhan logam untuk AI serta transisi energi.
Minyak Dunia, setelah sempat naik tinggi ke US$114 pada saat perang AS-Iran beberapa waktu lalu, kini Brent kembali stabil di area US$71 menuju US$65 per barrels. Sedangkan WTI setelah naik tinggi ke kisaran US$113, kini turun ke US$68 menuju US$61.
Emas, mirip seperti IHSG harga emas dunia menunjukkan tanda rebound, setelah all time high di Januari lalu (US$5.603), harga emas dunia turun sampai ke US$3.943 pada akhir semester 1, kini awal semester kedua, harga emas dunia naik ke US$4200. Emas domestik dari terendahnya semester 1 lalu (Rp2.230.000 per gram), masuk semester kedua turun ke Rp2.100.000 per gram.
Kripto,
| KRIPTO | W (-/+) % | HARGA |
| Bitcoin | 5.77% | 62,976 |
| Ethereum | 12.53% | 1,768.86 |
| Solana | 13.04% | 80.53 |
Provided by Cermati Invest, last update 3 July 2026
Jika Semester I 2026 dapat disebut sebagai periode koreksi, maka Semester II dimulai dengan fase konsolidasi. Narasi pasar kripto saat ini bukan lagi didominasi oleh meme coin atau spekulasi, melainkan oleh adopsi institusi, regulasi, ETF, stablecoin, tokenisasi aset (RWA), dan integrasi blockchain dengan AI.
Bitcoin (BTC), setelah terkoreksi sepanjang semester 1 dari penutupan US$57.756, memasuki semester kedua, BTC rebound dalam kisaran US$60.000—US$66.000.
Ethereum (ETH), dari kisaran US$1.512, masuk semester kedua naik dan diprediksi akan bergerak dalam kisaran US$1.573—US$1.904.
| REGIONAL | W (-/+) % | HARGA |
| Dow Jones | 1.97% | 52,900.07 |
| S&P 500 | 1.76% | 7,483.24 |
| FTSE 100 | 1.63% | 10,679.03 |
| DAX | 4.49% | 25,779.31 |
| Nikkei 225 | 0.15% | 69,744.07 |
| Hang Seng | 2.99% | 23,350.03 |
| CSI 300 | -0.54% | 4,842.17 |
| KOSPI | -3.84% | 8,088.34 |
Provided by Cermati Invest, last update 3 July 2026
Reksa Dana
Seperti halnya saham, beberapa reksa dana saham dan campuran mulai rebound. Selain itu beberapa reksa dana pendapatan tetap juga mulai dapat dimiliki. Bila reksa dana rupiah dapat mulai dari Rp10.000, maka reksa dana dolar dapat mulai dari US$100, dan khusus reksa dana saham dolar minimal US$10.000 untuk pembelian pertama. Berikut adalah reksa dana terbaik memasuki awal semester kedua ini:
- Reksa Dana Campuran: Batavia Dana Dinamis dan Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A.
- Reksa Dana Pasar Uang: Henan Ultima Money Market dan Sequis Liquid Prima.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap: UOBAM Inovasi Obligasi Nasional dan HPAM Pendapatan Tetap Prima.
- Reksa Dana Saham: Cipta Saham Unggulan Syariah dan Bahana Primavera Plus.
- Reksa Dana USD: STAR Fixed Income Dollar dan Batavia USD Bond Fund.
Kinerja reksa dana di masa lalu bukan jaminan kinerja reksa dana di masa depan, jadi pilih yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik atau tujuan investasi Anda.
Surat Berharga
Semester II berpotensi menjadi fase pemulihan secara bertahap. Kenaikan BI Rate menjadi 5.75% pada Semester I mendorong yield Surat Berharga Negara (SBN) naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya, harga obligasi terkoreksi cukup dalam sehingga valuasinya menjadi lebih menarik bagi investor jangka menengah. Yield yang tinggi berarti investor baru memperoleh kupon efektif yang lebih besar, sekaligus memiliki peluang capital gain apabila yield mulai turun pada Semester II.
BI Naikkan Suku Bunga, Fokus Pasar Beralih ke MSCI dan Data Inflasi AS
Awal Semester II 2026 ditandai oleh kontras antara optimisme global—didorong oleh sektor teknologi, AI, dan ekspektasi pelonggaran moneter di negara maju—dengan kehati-hatian terhadap Indonesia akibat pelemahan fundamental jangka pendek. Untuk investor domestik, fokus utama beberapa pekan ke depan adalah stabilisasi nilai tukar rupiah, respons kebijakan Bank Indonesia, perkembangan arus dana asing, serta hasil evaluasi terkait aksesibilitas pasar yang berpotensi memengaruhi minat investor global. Neraca perdagangan Indonesia defisit untuk pertama kali selama 6 tahun terakhir. Inflasi Juni naik menjadi sekitar 3.34% YoY, mendekati batas atas target Bank Indonesia.
Pasar saham AS tetap kuat, Wall Street mengawali Semester II dengan optimis didukung oleh kinerja perusahaan teknologi, prospek AI, dan ekonomi AS yang masih resilient. S&P 500 dan Nasdaq menutup Semester I dengan kenaikan yang sangat kuat. FOMC Minutes pada 8 Juli berpotensi menjadi penentu arah pasar global untuk beberapa pekan ke depan.
Performa IHSG (JKSE),EMAS (XAU/USD),BITCOIN (BTC/USD) & Dolar Amerika (XAU/USD) Tahun 2026
Reksa Dana
| Jenis | Nama Reksa Dana | NAV | 1D | 1Bln | YTD | 1Th | Inception | AUM |
| Pasar Uang | Henan Ultima Money Market | 1740.248 | 0.02% | 0.46% | 2.45% | 5.28% | 74.02% | 1.40 T |
| Pasar Uang | Sequis Liquid Prima | 1528.4392 | 0.04% | 0.31% | 1.85% | 4.09% | 52.84% | 565.53 M |
| Pendapatan Tetap | UOBAM Inovasi Obligasi Nasional | 1157.0545 | 0.17% | 0.42% | 5.01% | 9.61% | 15.71% | 94.29 M |
| Pendapatan Tetap | HPAM Pendapatan Tetap Prima | 1092.8937 | 0.02% | -0.18% | 3.58% | 7.18% | 14.67% | 742.54 M |
| Saham | Cipta Saham Unggulan Syariah | 2539.26 | 2.55% | 6.01% | 1.82% | 8.84% | 153.93% | 12.30 M |
| Saham | Bahana Primavera Plus | 11530.16 | 2.89% | 1.62% | -20.91% | 0.69% | 1053.02% | 43.85 M |
| Campuran | Batavia Dana Dinamis | 7268.01 | 1.87% | 1.30% | -18.77% | -15.87% | 626.80% | 15.87 M |
| Campuran | Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A | 4055.09 | 1.92% | -0.16% | -11.56% | 24.80% | 305.51% | 1.29 T |
| Dolar AS | STAR Fixed Income Dollar | 1.091531 | 0.01% | 0.29% | 1.67% | 4.15% | 9.15% | 19.54 Jt |
| Dolar AS | Batavia USD Bond Fund | 1.0601 | 0.02% | 0.01% | -0.80% | 0.44% | 6.01% | 48.27 Jt |
Provided by Cermati Invest, last update 3 July 2026
Surat Berharga
| NAMA OBLIGASI | MATA UANG | KUPON | JATUH TEMPO | HARGA BELI | HARGA JUAL | YIELD | RATING |
| FR0056 | IDR | 8.38% | 15-Sep-26 | 100.5 | 99.5 | 5.54% | BBB |
| FR0059 | IDR | 7.00% | 15-May-27 | 100.15 | 99.15 | 6.80% | BBB |
| FR0082 | IDR | 7.00% | 15-Sep-30 | 100.05 | 99.05 | 6.98% | BBB |
Provided by Cermati Invest, last update 3 July 2026
Kalender Ekonomi
Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk pekan ini:
- Senin, 6 Juli, data ISM Services PMI Juni Amerika Serikat.
- Rabu, 8 Juli, FOMC Minutes (Rapat The Fed Juni).
- Kamis, 9 Juli, rilis Initial Jobless Claims Amerika Serikat.
Corporate Action
|
Corp. Action
|
Code | Cum Date | Exp Date | Rec Date | Start | End | Payment Date | Price | Note |
|
RIGHTS ISSUE
|
ATIC | 8-Jul-26 | 9-Jul-26 | 10-Jul-26 | 14-Jul-26 | 20-Jul-26 | 500 | Rasio New 1 : Old 4 | |
|
RIGHTS ISSUE
|
BNBR | 8-Jul-26 | 9-Jul-26 | 10-Jul-26 | 14-Jul-26 | 27-Jul-26 | 53 | Rasio New 14 : Old 27 | |
|
RIGHTS ISSUE
|
COCO | 8-Jul-26 | 9-Jul-26 | 10-Jul-26 | 14-Jul-26 | 21-Jul-26 | 120 | Rasio New 3: old 1 | |
|
RIGHTS ISSUE
|
PADI | 8-Jul-26 | 9-Jul-26 | 10-Jul-26 | 14-Jul-26 | 27-Jul-26 | 50 | Rasio New 1 : Old 5 | |
|
RIGHTS ISSUE
|
RMKO | 8-Jul-26 | 9-Jul-26 | 10-Jul-26 | 14-Jul-26 | 20-Jul-26 | 350.00 | Rasio New 64 : Old 175 | |
| Warrant | COCO | 14-Jul-26 | 10-Jul-31 | 800 | Rasio New 1 : Old 1 |
Source: BI, CNBC Indonesia, Bloomberg, Investing, Trading Economics, KSEI, Cermati, Artha Investa Teknologi (AIT), Stockwatch.id.
Disclaimer:
Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi. Isi dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran untuk membeli/menjual/dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apa pun atau suatu nasehat investasi.
Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: