Tawarkan Kupon Berkala, Begini Cara Investasi Obligasi untuk Karyawan
Sebagai karyawan dengan gaji tetap setiap bulan, kebanyakan dari Anda mungkin sudah memiliki alokasi budget untuk berbagai kebutuhan. Jika memiliki sisa dana tidak terpakai, mengalokasikannya untuk investasi menjadi langkah yang bijak, contohnya di instrumen obligasi.
Obligasi bisa menjadi salah satu pilihan bagi karyawan yang ingin mengembangkan kondisi keuangan dengan investasi. Dengan investasi obligasi, Anda bisa meraih pendapatan tetap dari kupon yang dibayarkan secara berkala. Selain itu, ketika jatuh tempo, dana investasi obligasi juga bisa diperoleh kembali sesuai ketentuan dan kebijakan penerbitnya.
Nah, jika ingin tahu selengkapnya tentang bagaimana cara investasi obligasi untuk karyawan, simak panduannya berikut ini.
1. Sisihkan Sebagian Gaji untuk Investasi
Langkah pertama, tentukan berapa alokasi dana yang bisa dialokasikan untuk investasi obligasi. Tulis seluruh kebutuhan pokok dan sekunder setiap bulan, lalu cek berapa dana yang tersisa untuk diinvestasikan. Selain itu, Anda juga bisa menetapkan sejak awal berapa dana yang sebaiknya diinvestasikan secara rutin, misalnya 20 persen dari gaji bulanan atau semacamnya.
Namun, pahami jika obligasi umumnya memiliki minimal pembelian tertentu, misalnya Rp1 juta. Jadi, jika ternyata nominal gaji yang tersisa tidak cukup untuk membeli obligasi secara rutin, tidak ada salahnya untuk membelinya beberapa bulan sekali sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan.
2. Tentukan Tujuan Investasi
Sebelum mulai berinvestasi obligasi, Anda sebaiknya menentukan terlebih dulu tujuan yang ingin diraih. Sebagai contoh, Anda berinvestasi untuk membeli rumah, mengumpulkan dana pendidikan, menyiapkan dana nikah, maupun dana pensiun. Menetapkan tujuan investasi ini penting karena bisa membantu Anda menentukan jangka waktu dan karakteristik obligasi yang sebaiknya dipilih.
3. Kenali dan Pilih Jenis Obligasi yang Sesuai
Setelah menentukan tujuan investasi, Anda bisa mengetahui jenis obligasi apa yang sebaiknya dipilih. Secara umum, obligasi bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Sesuai namanya, obligasi pemerintah adalah produk obligasi yang diterbitkan oleh negara, sementara obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan swasta.
Jika masih pemula, obligasi pemerintah seperti Surat Berharga Negara (SBN) bisa menjadi salah satu rekomendasi.
4. Daftar dan Pesan Obligasi di Mitra Distribusi Resmi
Setelah mengetahui produk obligasi yang diincar, langkah selanjutnya adalah mendaftar dan memesan obligasi di mitra distribusi atau layanan pembelian resmi. Untuk SBN ritel, pemerintah telah menunjuk sejumlah mitra distribusi resmi, misalnya bank, perusahaan sekuritas, dan perusahaan teknologi finansial yang memenuhi persyaratan. Anda perlu mendaftar akun di platform yang dipilih dan melalui proses registrasi sesuai petunjuk.
5. Beli Obligasi sesuai Kondisi Keuangan
Jika masa penawaran obligasi dibuka, Anda bisa melakukan pemesanan melalui platform yang dipilih. Pesan obligasi dengan nominal yang sesuai dengan kondisi finansial atau alokasi untuk investasi. Lalu, lakukan pembayaran dengan metode yang disediakan dan sesuai batas waktu yang diberikan.
Perlu diingat jika Anda tidak harus menggunakan semua dana tersebut untuk membeli sebuah obligasi. Sebagai karyawan, pertimbangkan pula tabungan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan darurat. Dengan begitu, kondisi keuangan bisa tetap terjaga ketika muncul pengeluaran mendesak.
6. Cari Tahu Mekanisme Keuntungan Obligasi
Ketika investasi obligasi, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari kupon dan capital gain dari selisih harga obligasi yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Sebagai contoh, Anda membeli obligasi senilai Rp10 juta dengan kupon 6 persen per tahun. Secara sederhana, keuntungan kupon kotornya adalah Rp600 ribu per tahun atau sekitar Rp50 ribu per bulan, sebelum dikenakan pajak 10 persen.
Sementara untuk capital gain adalah keuntungan dari selisih harga jual lebih tinggi dibanding harga beli ketika obligasi dijual di pasar sekunder.
7. Jangan Hanya Tergiur Kupon yang Besar
Meski menjadi salah satu sumber keuntungan utamanya, tapi hindari hanya melihat besaran kupon saat investasi obligasi. Tergantung kebutuhan dan tujuan investasi, Anda juga perlu memperhatikan jangka waktu, mekanisme pembayaran kupon, dan beragam aspek lain seputar produk obligasi yang akan dibeli.
Cek juga ketentuan pencairan atau penjualan sebelum jatuh tempo, dan pengenaan pajak atas kupon obligasi. Selain itu, investasi obligasi juga mempunyai beberapa risiko yang penting dipahami, seperti gagal bayar, risiko likuiditas, serta risiko perubahan harga karena perubahan tingkat suku bunga.
Mudah dan Praktis, Obligasi Bisa Jadi Langkah Awal Karyawan Memulai Investasi
Cara investasi obligasi untuk karyawan bisa dilakukan dengan mudah dan praktis, seperti menyisihkan sebagian gaji, menentukan tujuan investasi, hingga memilih jenis obligasi dan mitra distribusi resmi. Dengan potensi imbal hasil dari pembagian kupon dan capital gain saat memperdagangkannya di pasar sekunder, obligasi bisa menjadi opsi awal menarik bagi karyawan yang ingin memulai investasi. Namun, tetap pahami risikonya agar tujuan investasi mampu diraih secara optimal dengan obligasi.