Trend Pasar Pekan Ketiga Oktober 2026, IHSG Dibuka Rontok
13 Oktober 2026
IHSG Breakdown Level Psikologis 6.007,81:
- Kinerja: IHSG ditutup anjlok ke level 5.936,15 (-2,59% / -157,61 poin). Pada perdagangan intraday tertinggi 6.128,72 hingga terendah di 5.917,39 (12 Oktober 2026).
- Analisis Teknikal IHSG: Berada dalam tren bearish dibawah level psikologis. Walaupun ada resisten gap di 6.231,83 yang terdekat. Semua indicator teknikal menunjukan pola down trend atau bearish jangka pendek maupun jangka panjang dengan support 5.607,45.
- Penggerak Indeks: Bobot sementara kapitalisasi pasar yang menggerakan IHSG saat ini BBCA, BBRI, BYAN, BREN, MORA.
Arus Dana Asing (Foreign Flows) & Nilai Transaksi:
- All market 1 pekan terakhir investor asing Net sell Rp2,19 triliun, 1 bulan terakhir Net sell Rp13,1 triliun dan YTD Net sell asing mencapai Rp84,86 triliun.
- Dominasi outflow sejak awal Oktober 2026 terjadi pada GOTO serta perbankan big-cap: BBCA, BMRI, dan BBRI.
- Sedangkan inflow transaksi investor asing terjadi pada saham (emiten) ULTJ, ENRG, EMAS, DSSA dan TINS, MEDC.
- Di antara semua sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya sektor Kesehatan (Health) yang memiliki transaksi positif (inflow) dari investor asing (Net buy), terutama pada emiten (saham) CARE, PRDA, PRIM, MMIX, RSCH, OMED, DKHH.
Makroekonomi & Pasar Obligasi:
- Nilai Tukar: Rupiah bergerak stabil di kisaran Rp17.960 / US$.
- Yield Obligasi: Yield SBN 10 Tahun bergerak di kisaran 7,15% - 7,3% di tengah pelebaran defisit fiskal. Yield US Treasury 10 Tahun melandai ke 5,15% - 5,3%.
- Harga Minyak Dunia: Brent US$104,81 - US$113,73; WTI US$91 - US$107
- Fiskal & Cadangan Devisa: Defisit APBN per akhir September membengkak ke Rp319,0 triliun (1,24% dari PDB). Cadangan devisa berada di US$146,3 miliar.
- Proyeksi Suku Bunga: Bank Indonesia diperkirakan menahan BI-Rate di 5,75% pada RDG 20–21 Oktober 2026. Target IHSG akhir tahun (Dec26) diperkirakan tidak lebih dari 6.200.