Tentang Reksa Dana USD

Reksa dana USD adalah jenis reksa dana yang menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat (USD) sebagai basis perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan transaksi pembayarannya.

Dalam produk ini, Manajer Investasi mengelola dana investor untuk ditempatkan pada aset-aset berdenominasi USD, baik di dalam negeri (seperti Global Bond pemerintah Indonesia) maupun aset luar negeri (offshore) seperti saham perusahaan teknologi global.

Reksa dana ini memiliki identitas unik yang membedakannya dari reksa dana Rupiah:

  • Transaksi dalam USD: Anda membeli (subscribe) dan mencairkan (redeem) investasi menggunakan saldo Dollar dari rekening USD Anda.
  • Aset Dasar Global: Mayoritas asetnya berupa obligasi pemerintah/korporasi internasional atau saham luar negeri.
  • Minimum Investasi: Biasanya memiliki ambang batas minimal yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana Rupiah (contoh: mulai dari $100 atau $1,000).
  • Akses Offshore: Memberikan akses kepada investor lokal untuk memiliki portofolio perusahaan raksasa dunia seperti Apple, Microsoft, atau Google.
  • Lindung Nilai (Hedging): Melindungi kekayaan Anda dari penurunan nilai (depresiasi) Rupiah terhadap Dollar AS.
  • Diversifikasi Geografis: Mengurangi risiko jika ekonomi domestik sedang lesu dengan berinvestasi di pasar global yang lebih stabil atau bertumbuh pesat.
  • Potensi Keuntungan Ganda: Anda berpeluang mendapatkan profit dari kenaikan harga aset dasar (saham/obligasi) sekaligus potensi penguatan nilai tukar USD terhadap IDR.
  • Persiapan Dana Luar Negeri: Solusi paling efisien untuk menyiapkan dana pendidikan anak di luar negeri atau biaya perjalanan internasional di masa depan.
  • Transaksi & Valuasi dalam USD: Mulai dari pembelian (subscription), perhitungan nilai aset (NAB), hingga pencairan (redemption), seluruhnya dilakukan dalam denominasi USD. Anda tidak perlu mengonversi dana ke Rupiah di dalam sistem.
  • Alokasi Aset Global: Manajer Investasi (MI) mengelola dana Anda untuk membeli instrumen berdenominasi USD. Pilihannya bisa berupa aset domestik (seperti Obligasi Pemerintah RI dalam Dollar) atau aset luar negeri (offshore seperti saham teknologi di bursa AS).
  • Efisiensi Tanpa Selisih Kurs: Dengan menggunakan rekening USD, Anda menghindari biaya selisih kurs (spread) jual-beli bank yang biasanya mahal. Dana Anda tetap menjadi Dollar dari awal hingga akhir.
  • Akumulasi Keuntungan Otomatis: Setiap dividen atau kupon yang dihasilkan dari aset global akan langsung diinvestasikan kembali ke dalam portofolio. Hal ini secara otomatis meningkatkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit Anda.
  • Pengawasan Bank Kustodian: Dana Anda disimpan dan diawasi oleh Bank Kustodian, yang juga bertugas menghitung harga unit setiap hari kerja berdasarkan harga pasar instrumen global.
  • Risiko Nilai Tukar (Currency Risk): Jika Rupiah menguat tajam terhadap USD, nilai investasi Anda dalam konversi Rupiah akan terlihat menurun, meski harga aset di pasar global tetap stabil.
  • Risiko Geopolitik: Perubahan kebijakan politik atau ekonomi di negara tempat aset tersebut berada (terutama untuk reksa dana offshore) dapat memengaruhi kinerja portofolio.
  • Risiko Pasar Global Fluktuasi suku bunga bank sentral AS (The Fed) sangat berpengaruh pada harga obligasi dan saham global dalam denominasi USD.

Investor dengan Profil Risiko Moderat-Agresif: Mereka yang mengerti dinamika pasar global dan fluktuasi mata uang serta memiliki profil risiko moderat dan agresif. Investor yang ingin "memecah" telur investasinya agar tidak hanya menumpuk di aset berbasis Rupiah dan individu yang ingin menjaga nilai asetnya dalam mata uang hard currency yang lebih stabil secara global.

Selain berinvestasi reksa dana, Anda juga bisa berinvestasi obligasi dan saham di Cermati Invest. 

Cermati Invest (PT Artha Investa Teknologi) telah mengantongi izin resmi sebagai Agen Penjual Reksa Dana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan surat keputusan nomor KEP-7/PM.21/2021 tanggal 20 April 2021, perusahaan kami terdaftar dan diawasi OJK.