Mengenal Micro Investing, Rahasia Sukses Investasi Meski Bermodal Kecil
Sebagai cara paling optimal untuk meningkatkan kondisi keuangan, investasi tak terbantahkan merupakan hal yang penting untuk dipelajari oleh semua orang. Tak hanya soal pengelolaan keuangan agar bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk menanam modal, Anda juga perlu memahami beragam strategi investasi agar bisa memaksimalkan imbal hasil yang diperoleh.
Salah satu strategi investasi yang menarik untuk dibahas adalah micro investing. Sesuai namanya, micro investing adalah strategi investasi di mana investor menanam modal dengan nominal yang sangat terjangkau, bahkan mulai dari 10 ribu rupiah saja. Dengan nominal yang receh tersebut, strategi micro investing ini tentu bisa diterapkan oleh semua kalangan investor.
Yang menjadi pertanyaan, seperti apa sih sebenarnya strategi micro investing ini? Selain cara kerjanya, apa saja keuntungan berinvestasi dengan strategi ini bagi investor? Nah, untuk memahami selengkapnya tentang apa itu strategi investasi micro investing, Anda bisa menyimak panduan berikut ini.
Pengertian Micro Investing
Bisa juga disebut investasi mikro, micro investing adalah strategi investasi di mana investor menyisihkan dana dengan nominal kecil untuk diinvestasikan. Biasanya, strategi investasi ini dilakukan secara rutin dan berkala, serta umumnya memanfaatkan aplikasi khusus untuk membuat prosesnya bisa dilakukan secara otomatis.
Pengertian micro investing lainnya adalah aktivitas investasi yang dilakukan dengan membeli instrumen investasi dengan porsi yang kecil dan membuatnya lebih terjangkau. Strategi ini memang lebih mungkin dilakukan di zaman sekarang berkat kehadiran platform investasi digital yang membolehkan investor untuk menanam modal dengan nominal mulai dari 10 ribu rupiah saja.
Sebagai contoh, dewasa ini Anda bisa berinvestasi di produk reksa dana dengan nominal minimal 10 ribu rupiah saja. Dengan nominal yang sangat terjangkau tersebut, investasi tentu bisa lebih mudah dilakukan tanpa harus membebani keuangan.
Strategi ini juga cocok diterapkan oleh investor yang merasa memiliki budget terbatas untuk investasi, tapi tetap ingin menanam modal. Dengan begitu, tujuan keuangan lambat laun tetap bisa tercapai melalui investasi mikro yang dilakukan secara rutin dan disiplin seiring waktu.
Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!
Cara Investasi dengan Strategi Micro Investing
Pada dasarnya, cara investasi dengan micro investing tidak jauh berbeda dengan strategi investasi pada umumnya. Tak peduli berapa nominal dana yang diinvestasikan, investor tetap perlu menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan jangka waktunya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan ketika tertarik untuk berinvestasi dengan strategi ini, antara lain:
-
Memahami Tujuan Investasi
Hal terpenting untuk memulai micro investing adalah memahami tujuan investasi. Cari tahu alasan tertarik berinvestasi secara mikro, termasuk motivasi untuk memulai dan hal yang ingin diraih. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menentukan rencana untuk menjalani investasi dengan strategi ini.
-
Pelajari Ragam Aplikasi untuk Micro Investing
Untuk bisa melakukan micro investing, Anda perlu memanfaatkan aplikasi yang menawarkan fitur tersebut. Sebenarnya, ada banyak pilihan aplikasi yang menyediakan fitur investasi mikro. Anda hanya perlu memilih aplikasi yang menawarkan keunggulan dan kemudahan yang sejalan dengan tujuan keuangan dan rencana micro investing.
-
Pilih Platform yang Tepat
Setelah mempelajari beragam aplikasinya, langkah selanjutnya adalah memilih platform yang tepat. Selain memastikan fitur dan layanannya mampu memenuhi segala kebutuhan, Anda juga perlu mengecek legalitas dan kredibilitas platform investasi tersebut. Utamanya, hanya gunakan platform investasi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK agar menjamin keamanannya.
-
Tentukan Preferensi Investasi
Melalui aplikasi micro investing, Anda bisa menentukan preferensi investasi agar bisa mencapai tujuan keuangan dengan optimal. Manfaatkan fitur aplikasi tersebut untuk membuat opsi investasi dan menyetel fitur autodebet agar bisa lebih praktis berinvestasi secara mikro.
-
Mulai Micro Investing
Ketika sudah memastikan preferensi investasi sudah tepat, artinya Anda sudah siap untuk memulai micro investing. Sisanya hanya perlu rutin menyetorkan dana sesuai dengan nominal dan jangka waktu yang telah ditentukan.
-
Rutin Memantau Performa Investasi
Tak kalah pentingnya, jangan lupa untuk rutin mengecek performa investasi mikro secara berkala. Tergantung dari kinerjanya, Anda bisa melakukan penyesuaian ketika dibutuhkan, seperti, menambah nominal, mengalihkan dana ke aset lain, atau sebagainya. Tujuannya tidak lain agar bisa mewujudkan tujuan keuangan secara rencana dan seoptimal mungkin.
Kelebihan Investasi dengan Strategi Micro Investing
Dibanding strategi investasi lain, micro investing menawarkan berbagai keuntungan pada aktivitas investasi investor, antara lain:
-
Mempermudah Akses Investasi
Membutuhkan modal investasi yang sangat terjangkau, strategi micro investing mampu membuka kesempatan bagi banyak orang untuk berinvestasi. Cukup menyisihkan uang sebesar 10 ribu rupiah saja, siapa saja bisa berinvestasi secara mikro dengan mudah. Asal dilakukan dengan konsisten, strategi investasi ini bisa menjadi cara optimal untuk mewujudkan tujuan keuangan.
-
Mampu Menjadi Pendorong untuk Investasi
Selain membuka akses investasi, strategi ini juga bisa menjadi pendorong untuk mulai berinvestasi. Alasannya karena beban keuangan untuk memulai investasi dengan strategi ini sangatlah terjangkau. Jadi, risiko rencana investasi tak kunjung dimulai karena masalah keuangan bisa lebih mudah diantisipasi dengan strategi ini.
-
Menjauhkan Rasa Khawatir saat Investasi
Kelebihan lainnya, investor micro investing bisa lebih tenang berinvestasi dan tak perlu merasa khawatir berlebihan. Alasannya karena alokasi dana investasi yang kecil tapi dilakukan secara berkala membuat investor lebih mampu mengantisipasi risiko kerugian saat menanam modal. Jadi, kalaupun terjadi fluktuasi, investor bisa segera mengambil langkah untuk mengantisipasi risikonya agar tak sampai memicu kerugian secara masif.
Simulasi Investasi dengan Strategi Micro Investing
Untuk lebih mudah memahami strategi micro investing, Anda bisa menyimak contoh simulasinya berikut ini.
Anggap saja Anda rutin menyisihkan dana sebesar 50 ribu setiap bulannya, di mana dalam setahun nominal dana yang berhasil terkumpul adalah 600 ribu. Namun, ketika diinvestasikan di produk reksa dana dengan imbal hasil per tahun 5 persen, maka nilai dana yang berhasil diperoleh adalah 630 ribu.
Nilai keuntungan tersebut tentu bisa berlipat ganda jika investasi dilakukan dalam waktu yang lebih panjang, misalnya 3 tahun atau 5 tahun. Jadi, meskipun nominal dana yang disisihkan untuk investasi mikro tergolong kecil, tapi imbal hasil yang diberikan masih terasa signifikan jika dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Merasa Sulit Memulai Investasi? Atasi dengan Strategi Micro Investing!
Bisa menjalani investasi dengan modal yang sangat terjangkau, micro investing bisa menjadi strategi yang cocok untuk diterapkan oleh semua kalangan investor. Hanya dengan menyisihkan dana sebesar 10 ribu rupiah saja atau sesuai kemampuan finansial, strategi investasi mikro ini tetap mampu memberi potensi imbal hasil optimal asal dilakukan secara konsisten. Jadi, jika Anda merasa sulit untuk memulai investasi, jadikan strategi micro investing ini sebagai cara untuk menyiasatinya.