Investasi Jadi Lebih Praktis dengan Strategi Buy and Hold, Begini Caranya
Banyak orang pasti setuju jika investasi merupakan variabel penting yang mampu membantu seseorang menaikkan kondisi keuangannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Tapi, sekadar menanam modal belum tentu cukup untuk bisa mengeruk keuntungan optimal dari investasi. Investor perlu menentukan strategi investasi yang terbaik agar bisa memaksimalkan imbal hasil dan meminimalkan risiko kerugian.
Berbicara soal strategi investasi, apakah Anda pernah mendengar tentang buy and hold? Seperti namanya, buy and hold atau beli dan tahan adalah strategi investasi di mana investor membeli instrumen investasi lalu menahannya untuk waktu yang cukup lama. Tanpa perlu memberi reaksi saat pasar modal berfluktuasi, strategi ini cocok diterapkan oleh investor pemula yang ingin mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang.
Meski terdengar simpel, ada beberapa hal yang penting untuk dipahami sebelum mengaplikasikan strategi ini saat investasi. Untuk lebih jelasnya, simak panduan investasi dengan strategi buy and hold berikut ini.
Pengertian Strategi Investasi Buy and Hold
Dapat diartikan sebagai strategi beli dan tahan, buy and hold adalah strategi investasi di mana investor membeli produk keuangan dan menahannya agar nilainya bisa terus bertumbuh seiring waktu. Idealnya, strategi ini dilakukan untuk waktu yang cukup panjang agar bisa memberi imbal hasil optimal, misalnya di atas 5 tahun.
Dengan metode yang simpel, buy and hold adalah strategi investasi yang cocok diterapkan oleh hampir semua kalangan investor, termasuk yang masih pemula sekalipun. Hal ini dikarenakan strategi tersebut tak mengharuskan investor untuk aktif melakukan pembelian ataupun penjualan instrumen di waktu yang singkat. Strategi ini juga tak mengharuskan investor untuk ahli dalam menganalisis kondisi pasar dan potensi fluktuasi aset agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Meski begitu, strategi ini tetap memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan yang penting dipahami oleh para investor. Tujuannya agar penggunaan strategi ini mampu memberi potensi keuntungan yang optimal sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasinya.
Salah satu poin penting agar bisa sukses berinvestasi dengan strategi buy & hold adalah memastikan instrumen investasi yang dipilih memiliki fundamental yang bagus dan berpeluang tinggi nilainya terus bertumbuh seiring waktu.
Cara Menerapkan Strategi Investasi Buy and Hold
Pada dasarnya, strategi buy and hold diterapkan dengan cara membeli aset investasi lalu menahannya selama kurun waktu yang ditentukan. Menahan aset tersebut juga bisa dilakukan dengan jangka waktu yang tak ditentukan, namun akan dicairkan ketika imbal hasil yang diberikan telah mencapai target.
Ketika memilih strategi buy & hold saat berinvestasi, idealnya aktivitas investasi dilakukan dengan orientasi jangka panjang. Sehingga, memilih instrumen investasi yang cocok untuk jangka waktu lama lebih pas untuk dipilih, contohnya adalah emas, saham, ataupun reksa dana. Tidak hanya itu, investor juga bisa memilih properti sebagai instrumen investasi jangka panjang karena nilainya yang berpotensi tinggi untuk terus meningkat seiring waktu.
Ketika sudah membeli aset investasi dengan strategi ini, Anda tak perlu khawatir berlebihan dengan fluktuasi nilainya dalam jangka pendek. Fokus dari buy and hold strategy adalah Anda membeli aset investasi dan disiplin menahannya hingga nilainya terus bertumbuh seiring waktu.
Meski begitu, jangan lupa untuk tetap melakukan diversifikasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi untuk meminimalkan risiko kerugian. Caranya dengan mengalokasikan sebagian modal investasi di instrumen yang lebih stabil dan rendah risiko. Beberapa contohnya adalah obligasi, reksa dana pasar uang, hingga deposito.
Kelebihan Investasi dengan Strategi Buy and Hold
Kebanyakan investor jangka panjang umumnya menjadikan buy and hold sebagai strategi investasi. Bukan tanpa alasan, strategi ini menawarkan banyak keunggulan yang cocok untuk dijadikan pijakan ketika investasi jangka panjang, antara lain:
1. Potensi Keuntungan Tergolong Tinggi
Saat menerapkan strategi buy and hold, potensi keuntungan yang diperoleh tergolong tinggi, apalagi jika dilakukan dalam jangka panjang. Tergantung dari instrumen investasi yang dipilih, setiap tahunnya investor yang mengaplikasikan strategi investasi ini bisa meraup imbal hasil mencapai 10 hingga 12 persen sehingga mampu lebih optimal mewujudkan tujuan keuangannya.
2. Tarif Pajak Lebih Terjangkau
Kelebihan lain, karena hanya membeli aset investasi dan menahannya untuk waktu yang lama, investor bisa menjauhi beban pajak penjualan investasi. Untuk itu, potensi keuntungan yang diperoleh mampu menjadi lebih optimal karena tak terpangkas oleh tarif pajak tersebut.
3. Meminimalkan Biaya Transaksi
Tak hanya itu, strategi investasi ini juga bisa meminimalkan investor dari menanggung biaya transaksi investasi. Alasannya simpel, investor jarang melakukan transaksi investasi sehingga tak harus menanggung biayanya. Tentunya hal ini bisa membuat keuntungan investasi menjadi lebih maksimal.
Kelemahan Investasi dengan Strategi Buy and Hold
Walaupun banyak memberi keuntungan, tapi investasi dengan buy and hold strategy tetap memiliki sejumlah kekurangan yang wajib diantisipasi investor, antara lain:
1. Harus Sabar Tunggu Keuntungan
Investasi dengan strategi buy and hold idealnya dilakukan untuk jangka waktu yang panjang. Agar bisa merealisasikan imbal hasil yang optimal, investor perlu menahan modal investasinya selama minimal 5 tahun hingga belasan tahun. Untuk itu, jika memiliki tujuan investasi jangka pendek atau jangka menengah, pendekatan investasi ini tidak dianjurkan untuk dipilih.
2. Fluktuasi Jangka Pendek Rendah
Dengan fokus utama investasi jangka panjang, strategi buy and hold umumnya memiliki fluktuasi jangka pendek yang rendah. Sehingga, jika memiliki tujuan investasi jangka pendek atau jangka menengah, pendekatan investasi ini tidak dianjurkan untuk dipilih karena kurang menarik memberikan keuntungan.
4. Likuiditas Pasarnya Terbatas
Kekurangan lain, pendekatan ini tak menganjurkan investor sembarangan melikuidasi aset investasinya. Pasalnya, jika ternyata kinerja aset tidak terlalu menarik, apalagi sampai menurun, investor mau tidak mau harus menelan kerugian. Di samping itu, ada risiko instrumen investasi yang dipilih ternyata memiliki likuiditas yang rendah sehingga butuh waktu untuk bisa dicairkan.
5. Harus Disiplin Menahan Aset
Kekurangan terakhir, berinvestasi dengan strategi beli dan tahan mengharuskan investor untuk disiplin dan tak mudah tergiur untuk mencairkan asetnya di luar rencana. Selama belum sesuai target, investor tetap harus menahan modal investasinya terlepas dari performanya naik ataupun turun.
Simulasi Investasi dengan Strategi Buy and Hold
Agar lebih mudah memahami tentang strategi buy and hold, Anda bisa mencermati contoh simulasi investasinya berikut ini.
Anggap saja Anda membeli saham A sebanyak 100 lot dengan harga per lot 1.800 rupiah di bulan Januari 2014 dan memiliki potensi dividen sebesar 2 sampai 5 persen per tahun. Lalu, di bulan Januari 2025, nilai saham tersebut ternyata tumbuh hingga 15,700 per lot.
Artinya, dalam kurun waktu tersebut, Anda berhasil memperoleh keuntungan investasi sebanyak 872 persen. Imbal hasil tersebut tentu belum termasuk dividen yang diberikan setiap tahunnya senilai 2 sampai 5 persen.
Bingung cari investasi reksa dana yang aman dan menguntungkan? Cermati Invest solusinya!
Mudah Diterapkan, Strategi Buy and Hold Cocok Dipilih Semua Kalangan Investor
Tak selalu rumit dan sulit dipahami, nyatanya ada beragam strategi investasi yang mudah untuk diterapkan, salah satunya buy and hold. Cukup membeli aset investasi lalu menahannya untuk jangka waktu tertentu, strategi ini idealnya dilakukan dalam jangka panjang agar bisa memberi potensi keuntungan optimal. Nah, setelah memahami penjelasan di atas, apakah Anda siap meraih cuan maksimal dari menerapkan strategi investasi ini?