Cermati Invest Weekly Update 26 Oktober 2026
Ringkasan Pasar Sepekan
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Pekan lalu ditutup menguat signifikan sebesar 4.90% ke level 5.439,26, mengalami rebound bertahap setelah sempat menyentuh level terendah enam tahun di 4.907 akibat sentimen rebalancing MSCI. Awal pekan ini konsolidasi dan turun wajar setelah 5 hari berturut-turun naik. Diperkirakan menjelang akhir pekan nanti, IHSG kembali rebound.
- Transaksi Investor Asing (Foreign): Net sell (all market) 6,67T, Net Buy 1,36T di pasar tunai dan negosiasi.
- Nilai Tukar Rupiah: Depresiasi tipis, ditutup pada level Rp18.089,00 per dolar AS (+0.47%).
- Kondisi Obligasi/Bonds Yield: Imbal hasil Indonesia 30Y Bond naik 1.22% ke 7.453,00, sementara imbal hasil U.S. 30Y Treasury Yield menurun tipis -2.24% ke 5.315,00 di tengah antisipasi penahanan suku bunga The Fed.
1. Ringkasan Berita Ekonomi, Politik, & Keuangan
Berita Ekonomi & Makro (Global & Domestik):
- Pertumbuhan Kuartal III & Inflasi AS: Pemulihan ekonomi global terpantau solid di kuartal ketiga dengan estimasi pertumbuhan PDB AS mencapai 3.4%, Tiongkok 4%, dan Eropa 0.8%. Namun, tingkat inflasi AS yang sulit turun dan pengeluaran konsumen yang tetap kuat (penjualan ritel naik 0.8% di bulan September) membuat bank sentral menghadapi situasi yang rumit.
- Risiko Geopolitik & Harga Minyak: Meski ekspor minyak dari Timur Tengah mulai pulih secara volume, biaya asuransi, pengiriman kargo, dan ketegangan yang memanas antara AS dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak hingga US$118 per barel, yang kembali mengancam laju inflasi global.
- Pemulihan Manufaktur: Sektor industri global menunjukkan sinyal perbaikan. PMI Manufaktur Zona Euro naik ke 52,9 (level tertinggi sejak Mei 2022), sementara produksi industri Tiongkok tumbuh 5.5% secara tahunan.
Pasar Keuangan & Perbankan:
- Jeda Suku Bunga Bank Sentral: Merespons data ekonomi terbaru, pasar memprediksi Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga pada pertemuan Oktober 2026 dan menundanya hingga Desember. Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) juga diproyeksikan akan melakukan jeda (pause) pasca satu kali kenaikan di akhir tahun.
- Biaya Modal Tinggi & Yield Obligasi: Imbal hasil (yield) US Treasury bertenor 10 tahun yang berada di kisaran 5% menciptakan beban berat bagi biaya pembiayaan perusahaan (refinancing) dan menekan valuasi saham global, memicu peralihan minat investor ke instrumen pendapatan tetap.
- Tekanan Sektor Teknologi (AI): Boom investasi Kecerdasan Buatan (AI) mulai berbenturan dengan tingginya suku bunga. Investor kini semakin skeptis dan menuntut bukti profitabilitas dari belanja modal AI yang masif, mengingat biaya pembangunan infrastruktur data terus membengkak.
Berita Politik & Kebijakan:
- Saham Indonesia Sempat Anjlok Parah (IHSG Jatuh ke Level Terendah 6 tahun): Pasar saham kita sempat panik luar biasa karena ada ancaman dari lembaga internasional (MSCI) yang mau "menurunkan kelas" pasar saham Indonesia. IHSG sempat jatuh bebas ke level 4.907, meski perlahan sudah mulai naik lagi.
- Aturan Bursa Saham Diubah: Mulai November 2026, Bursa Efek tidak akan lagi menghentikan sementara (suspensi) saham yang pergerakannya aneh (UMA=Unusual Market Activity). Gantinya, mereka langsung memblokir rekening orang yang ketahuan melanggar. Selain itu, batas maksimal harga saham turun dalam sehari (ARB) dikembalikan ke angka 7% sampai akhir 2026.
- Perusahaan Borong Sahamnya Sendiri (Buyback): Untuk meredam kepanikan pasar akibat anjloknya IHSG tadi, sekitar 40 perusahaan besar (termasuk bank-bank raksasa) ramai-ramai membeli kembali saham mereka sendiri. Trik ini berhasil mengangkat pasar kembali naik.
- BUMN Karya Rencana Dirapikan: Pemerintah berencana menggabungkan (merger) perusahaan-perusahaan konstruksi milik negara (BUMN Karya) dan merestrukturisasi utang-utang mereka di akhir tahun 2026, yang saat ini diwarnai dengan penangguhan dan penjualan beberapa aset.
Bursa Global & Domestik:
- Saham teknologi AS Turun: Bursa saham Amerika lagi terguncang. Saham-saham perusahaan teknologi besar banyak yang dijual oleh investor, sehingga indeks pasar turun tajam. Semua orang saat ini sedang wait-and-see menunggu laporan keuangan perusahaan keluar.
- Eropa Pusing Masalah Utang: Di Eropa, khususnya Prancis, pemerintahnya sedang pusing menghadapi tumpukan utang dan anggaran yang tekor di tengah ketatnya aturan keuangan.
2. Prospek & Perkiraan Arah Pasar Pekan Ini
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
Secara teknikal, koreksi di awal pekan ini adalah wajar setelah 5 hari berturut-turut naik, kemungkinan jelang akhir pekan IHSG kembali rebound dalam area support di 5.191 dan resistance terdekat di 5.675. Fundamental masih dipengaruhi aksi buyback dan rilis laporan keuangan Q3.
Sektor Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI) menarik untuk diakumulasi berkat dorongan buyback triliunan rupiah dan memanfaatkan pelemahan akibat sentimen MSCI. Sektor Pertambangan dan Energi seperti MEDC & AKRA dapat diuntungkan menimbang harga minyak dunia dan komoditas yang masih berpotensi naik akibat ketegangan geopolitik.
Kurs Rupiah (USD/IDR)
Rupiah diperkirakan masih dibayangi tekanan dari kuatnya dolar AS (USD) yang dipicu oleh tingkat imbal hasil US Treasury yang tinggi. Rentang pergerakan USD/IDR diprediksi di Rp17.950 - Rp18.250.
Pasar Kripto
- Bitcoin (BTC): Menghadapi tekanan pasca koreksi (-2.17%) dan berpotensi menguji support kuat, dipengaruhi oleh rotasi aset seiring tingginya yield obligasi global. Diperkirakan akan bergerak konsolidasi di area $78.000 hingga $82.000
- Ethereum (ETH): Pergerakannya diproyeksikan tertahan di level $2.300. Level ini saat ini bertindak sebagai area krusial atau resistance terdekat yang perlu ditembus agar ETH bisa melanjutkan tren positifnya.
Komoditas (Minyak, Gas, XAUUSD, & Emas Indonesia)
- Minyak Brent & WTI: Keduanya berpotensi mengalami kenaikan yang didorong oleh tingginya premi risiko geopolitik. Ketegangan yang terus memanas antara AS dan Iran, ditambah dengan melonjaknya biaya asuransi pelayaran, berpotensi memicu lonjakan harga minyak hingga US$118 per barel.
- Emas (XAU/USD, Emas Fisik, dan Emas Digital): Emas diproyeksikan akan tetap kokoh mempertahankan posisinya sebagai aset safe-haven (lindung nilai utama). Harga emas dunia pekan lalu tutup di kisaran US$3.995 turun tajam 4.07%. Pekan ini diprediksi harga emas rebound dengan resistance US$4.200 dan support US$3.900. Emas fisik Rp2.410.000–Rp2.550.000. Emas digital Rp2.267.000–Rp2.465.000.
Surat Berharga & BONDS
Menjadi instrumen safe haven domestik yang atraktif. Seri dengan yield di atas 6.5% seperti FR0103 dan PBS005 sangat layak diakumulasi di tengah ketidakpastian pasar saham.
Reksa Dana
Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan Tetap menjadi rekomendasi utama untuk stabilitas portofolio guna memitigasi tingginya volatilitas pasar ekuitas minggu ini.
3. Tabel Performa Pasar & Komoditas
Indeks Saham Indonesia & Acuan
|
Instrumen / Indeks |
W (-/+) % |
Price |
|
IDX Composite (IHSG) |
4.90% |
5.439,26 |
|
Jakarta Islamic 70 (JI70) |
5.87% |
125,20 |
|
IDX 30 |
7.95% |
306,21 |
|
FTSE Indonesia |
6.96% |
1.953,11 |
|
MSCI Indonesia |
7.47% |
3.604,12 |
|
US Tech 100 (Nasdaq) |
-1.44% |
29.004,10 |
|
US$/IDR |
0.47% |
18.089,00 |
|
U.S. 30Y Treasury Yield |
-2.24% |
5.315,00 |
|
Indonesia 30Y Bond Yield |
1.22% |
7.453,00 |
Indeks Regional & Kripto
|
Indeks Regional / Kripto |
W (-/+) % |
Price |
|
Dow Jones (US) |
0.41% |
52.215,16 |
|
S&P 500 (US) |
-0.47% |
7.623,68 |
|
FTSE 100 (UK) |
-1.76% |
10.690,36 |
|
DAX (Jerman) |
-1.72% |
25.181,65 |
|
Nikkei 225 (Jepang) |
-2.00% |
62.693,16 |
|
Hang Seng (Hong Kong) |
-4.52% |
23.093,37 |
|
CSI 300 (Tiongkok) |
-1.57% |
4.105,33 |
|
KOSPI (Korsel) |
-2.08% |
5.550,30 |
|
Bitcoin (BTC/US$) |
-2.17% |
80.428 |
|
Ethereum (ETH/US$) |
-3.26% |
2.336,27 |
Pasar Komoditas Global
|
|
*data penutupan 23 Oktober 2026
4. Komparasi Kinerja Kelas Aset (YTD 2026)
Komparasi performa kumulatif Year-to-Date (YTD 2026) per penutupan 23 Oktober 2026 untuk empat kelas aset utama: Dolar AS, Emas, Bitcoin, dan IHSG.
Gambar 1: Grafik Komparasi Kinerja Kumulatif YTD 2026
5. Obligasi Konvensional & Sukuk Trending
5 Seri Surat Berharga Negara (SBN), Korporasi, dan Sukuk pilihan:
|
Nama Obligasi |
ISIN |
Mata Uang |
Kupon |
Jatuh Tempo |
Harga Beli |
Harga Jual |
Yield |
Rating |
|
FR0103 |
IDG000024506 |
IDR |
6.75% |
15-Jul-35 |
96,00 |
96,00 |
7.38% |
BBB |
|
FR0088 |
IDG000018201 |
IDR |
6.25% |
15-Jun-36 |
92,75 |
92,00 |
7.31% |
BBB |
|
PBS005 |
IDP000001505 |
IDR |
6.75% |
15-Apr-43 |
95,00 |
94,00 |
7.28% |
BBB |
|
MBMA01BCN3 |
IDA0001638B6 |
IDR |
8.25% |
09-Dec-30 |
100,50 |
100,00 |
8.11% |
idA |
|
MOYA01B |
IDA0001725B1 |
IDR |
8.75% |
14-Jul-31 |
101,75 |
100,50 |
8.31% |
idAA- |
6. Reksa Dana Pilihan Sepekan
Menampilkan rincian kinerja Reksa Dana pilihan Cermati Invest, mencakup performa Nilai Aktiva Bersih (NAV), return berkala, serta total Dana Kelolaan (AUM):
|
Jenis |
Nama Reksa Dana |
NAV |
1Bln |
YTD |
1Th |
Inception |
AUM |
|
Pasar Uang |
2065,31 |
0.51% |
3.35% |
4.23% |
106.53% |
322,89 M |
|
|
Pasar Uang |
1443,80 |
0.51% |
3.00% |
3.91% |
44.38% |
1,25 T |
|
|
Pendapatan Tetap |
1103,88 |
0.58% |
4.56% |
6.11% |
15.81% |
712,16 M |
|
|
Pendapatan Tetap |
5713,80 |
0.50% |
2.86% |
4.05% |
471.38% |
1,42 T |
|
|
Saham |
2920,26 |
-1.79% |
17.09% |
19.87% |
192.03% |
16,28 M |
|
|
Saham |
3654,17 |
-2.08% |
17.04% |
20.72% |
265.42% |
34,63 M |
|
|
Campuran |
1407,10 |
-2.32% |
-4.20% |
-3.61% |
40.71% |
8,56 M |
|
|
Campuran |
1556,03 |
-5.60% |
-6.26% |
-4.92% |
55.60% |
68,13 M |
|
|
Dolar AS |
1,0031 |
1.88% |
-2.46% |
0.67% |
0.31% |
933,26 Rb |
|
|
Dolar AS |
1,1044 |
0.32% |
2.87% |
3.64% |
10.44% |
21,36 Jt |
7. Kalender Ekonomi & Aksi Korporasi Pekan Ini
Kalender Ekonomi Utama Indonesia & Global (WIB)
|
Tanggal |
Waktu |
Negara |
Agenda Ekonomi |
Ekspektasi / Dampak |
|
26 Okt 2026 |
07:30 PM |
AS |
Durable Goods Orders MoM SEP |
Konsensus: 0.6% | Forecast: 0.4% |
|
27 Okt 2026 |
02:00 PM |
Jerman |
GfK Consumer Confidence NOV |
Konsensus: -30.0 | Forecast: -32 |
|
28 Okt 2026 |
01:00 AM |
AS |
Fed Interest Rate Decision |
Konsensus: 4.0% | Forecast: 4.0% |
|
28 Okt 2026 |
01:30 AM |
AS |
Fed Press Conference |
Dampak Volatilitas Tinggi |
|
28 Okt 2026 |
12:00 PM |
Jepang |
Consumer Confidence OCT |
Konsensus: 35.1 | Forecast: 35.6 |
|
28 Okt 2026 |
07:30 PM |
AS |
Core PCE Price Index MoM SEP |
Konsensus: 0.3% | Forecast: 0.3% |
|
28 Okt 2026 |
07:30 PM |
AS |
GDP Growth Rate QoQ Adv Q3 |
Konsensus: 3.2% | Forecast: 3.1% |
|
28 Okt 2026 |
07:30 PM |
AS |
Personal Income & Spending MoM SEP |
Konsensus: 0.3% | Forecast: 0.3% |
|
30 Okt 2026 |
10:00 AM |
Jepang |
BoJ Interest Rate Decision |
Konsensus: 1.25% | Forecast: 1.25% |
|
30 Okt 2026 |
04:00 PM |
Jerman |
GDP Growth Rate QoQ & YoY Flash Q3 |
Konsensus: 0.1% | Forecast: 0.0% |
|
30 Okt 2026 |
08:00 PM |
Jerman |
Inflation Rate YoY Prel OCT |
Forecast: 3.3% |
|
31 Okt 2026 |
08:30 AM |
Tiongkok |
NBS Manufacturing PMI OCT |
Konsensus: 50.1 | Forecast: 50.3 |
Corporate Action Emiten Indonesia
|
Corp. Action |
Code |
Cum Date |
Exp Date |
Rec Date |
Start |
End |
Pay Date |
Price |
Note |
||
|
Dividen |
SCMA |
27-Oct-26 |
28-Oct-26 |
29-Oct-26 |
- |
- |
18-Nov-26 |
8,4 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
AXIO |
28-Oct-26 |
29-Oct-26 |
30-Oct-26 |
- |
- |
19-Nov-26 |
8 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
DMAS |
28-Oct-26 |
29-Oct-26 |
30-Oct-26 |
- |
- |
13-Nov-26 |
29 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
XSPI |
28-Oct-26 |
29-Oct-26 |
30-Oct-26 |
- |
- |
05-Nov-26 |
5,94 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
TSPC |
30-Oct-26 |
02-Nov-26 |
03-Nov-26 |
- |
- |
20-Nov-26 |
75 |
INTERIM |
||
|
Dividen |
SIDO |
02-Nov-26 |
03-Nov-26 |
04-Nov-26 |
- |
- |
20-Nov-26 |
10 |
INTERIM |
||
|
Right Issue |
BMAS |
23-Nov-26 |
24-Nov-26 |
25-Nov-26 |
27-Nov-26 |
03-Nov-26 |
03-Dec-26 |
350 |
655(Old) : 104(New) |
||
|
Right Issue |
BUVA |
- |
- |
- |
19-Oct-26 |
30-Oct-26 |
30-Oct-26 |
250 |
4(Old) : 1(New) |
||
|
Tender Offer |
DOOH |
- |
- |
- |
05-Oct-26 |
03-Nov-26 |
- |
148 |
2,624 Milyar lembar |
||
|
Tender Offer |
NAYZ |
- |
- |
- |
05-Oct-26 |
03-Nov-26 |
10-Nov-26 |
75 |
1,169 Milyar lembar |
||
Laporan riset ini disusun oleh Cermati Invest khusus untuk tujuan penyediaan informasi umum dan edukasi. Data dan analisa yang disajikan dihimpun dari sumber-sumber terpercaya (Bloomberg, Reuters, Tradingview, idnfinancials, stockwatch.id, kontan, bisnis, cnbc, dan Bursa Efek Indonesia). Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi di masa depan. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing investor.
Baca Juga Cermati Invest Weekly Update Sebelumnya: