Mengenal Short Coupon di SBN, Ini Pengertian, Contoh, dan Cara Hitungnya

Pada investasi Surat Berharga Negara atau SBN, salah satu hal yang dipertimbangkan oleh investor adalah potensinya untuk memberi imbal hasil stabil dan dibayarkan secara berkala berupa kupon. Umumnya, kupon jenis obligasi tersebut dibayarkan setiap bulan menyesuaikan ketentuan yang tercantum pada memorandum. 

Tapi, karena suatu hal tertentu, ada kalanya pembayaran kupon SBN tersebut dilakukan lebih cepat dibanding interval waktu yang normal? Kondisi tersebut dikenal dengan istilah short coupon, yaitu pembayaran kupon SBN dibayarkan di jarak waktu yang lebih pendek. Biasanya, short coupon ini terjadi saat jarak antara tanggal setelmen dan tanggal pembayaran kupon pertama kurang dari 1 bulan atau 30 hari. 

Sebagai fenomena yang wajar, short coupon wajib dipahami investor agar tak memicu salah paham pada aktivitas investasinya di produk SBN. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu short coupon pada SBN, contoh dan cara menghitungnya, Anda bisa menyimak penjelasannya berikut ini. 

Beli Obligasi Sekarang!

Pengertian Short Coupon

loader

Secara sederhana, short coupon bisa dipahami sebagai pembayaran kupon yang nilainya lebih kecil dibanding periode kupon lain. Ketika SBN membayarkan kuponnya secara bulanan, artinya short coupon adalah pembayaran kupon yang dibayarkan dengan interval waktu di bawah 1 bulan. Kondisi ini biasanya terjadi saat pembayaran kupon pertama di mana jaraknya dengan tanggal setelmennya kurang dari 30 hari atau 1 bulan. 

Karena intervalnya yang lebih pendek, nilai imbalan yang diberikan pada short coupon juga akan lebih rendah dengan perhitungan yang disesuaikan. Sebagai contoh, sebuah produk SBN memiliki tanggal settlement 1 Januari, dan tanggal pembayaran kupon pertamanya 16 Januari. Artinya, nilai kupon yang dibayarkan secara short coupon tersebut hanya senilai 2 minggu saja.

Meski mengalami short coupon, tapi pembayaran kupon berikutnya akan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jumlah keseluruhan imbalan yang diperoleh investor SBN pun akan tetap sesuai dengan estimasi pembayaran kupon hingga jatuh tempo. Untuk mengetahui apakah produk SBN memiliki pembayaran secara short coupon atau tidak, investor bisa melihat informasinya di memorandum SBN yang diterbitkan oleh Pemerintah. 

Contoh Short Coupon

Bagi yang telah lama berkecimpung di dunia investasi SBN, fenomena short coupon ini bukanlah hal yang langka untuk terjadi. Walaupun tidak begitu umum terjadi, tapi short coupon bisa ditemui di beberapa produk SBN yang pernah diterbitkan oleh Pemerintah sebelumnya. 

Salah satu contohnya adalah pada penerbitan Sukuk Tabungan dengan kode ST011. Produk ST011 memiliki tanggal setelmen 13 Desember 2023. Sementara tanggal pembagian kupon pertamanya adalah 10 Januari 2024, atau kurang dari 1 bulan dari interval pembagian kupon yang seharusnya. 

Karena jarak antara tanggal setelmen dan tanggal pembagian kupon pertama di bawah 1 bulan, maka produk ST011 bisa dibilang memiliki short coupon. Walaupun begitu, pada periode pembayaran kupon bulanan yang selanjutnya, ST011 masih mengikuti ketentuan yang seharusnya yaitu dibagikan secara berkala setiap bulan di tanggal yang telah ditentukan.

Cara Hitung Short Coupon

Dengan interval pembayaran kupon yang lebih pendek dibanding seharusnya, short coupon perlu dihitung dengan metode khusus, yaitu total hari kupon sebenarnya dan jumlah kupon selama periode short coupon. Biasanya, nilai kupon akan dibulatkan ke nol jika desimal di bawah 50, dan dibulatkan ke 1 rupiah jika desimalnya di atas 50. 

Berikut adalah contoh cara perhitungan short coupon di produk SBN.

Anggap saja Anda membeli produk SBN dengan tingkat kupon 4,95 persen per tahun sebesar 1 juta rupiah. SBN ini memiliki tanggal setelmen 23 Maret 2025 dengan jadwal pembagian kupon pertama di tanggal 10 April 2025. Sehingga, bisa diketahui jika selisih antara tanggal setelmen dan tanggal pembagian kupon pertama berjarak 18 hari. 

Berdasarkan contoh tersebut, maka perhitungan short couponnya adalah:

Nominal Short Coupon = 18 : 31 * 1/12 * 4,95% * 1.000.000 

= 2.395 rupiah.

Jadi, pada pembayaran kupon pertama, Anda akan mendapatkan short coupon sejumlah 2.395 rupiah. 

Namun, perlu dipahami jika nominal tersebut masih belum dikenakan pajak penghasilan sejumlah 10 persen ketika dimasukkan pada rekening investor. Sehingga, Anda perlu menghitung nilai bersih short coupon tersebut dengan mengurangkannya dengan pajak 10 persen sebagai berikut. 

Nominal Kupon Bersih = 2.395 – (2.395 * 10%) = 2.156 rupiah

Kemudian, untuk pembayaran kupon berikutnya, perhitungan per unitnya akan dibayar dengan normal coupon per bulannya sampai jatuh tempo. 

Baca Juga: Jadi Pertimbangan Investor Ketahui Imbal Hasil, Ini Arti Kupon pada Investasi Obligasi

Pahami Mekanisme Short Coupon agar Tak Bingung saat Investasi SBN

Itulah penjelasan tentang short coupon pada SBN yang bisa saja Anda temui saat investasi di instrumen tersebut. Sebagai kondisi yang terjadi saat jarak tanggal setelmen SBN dan pembagian kupon lebih singkat dari yang seharusnya, mekanisme short coupon wajib dipahami agar tak membingungkan aktivitas investasi. Jadi, sebelum membeli produk SBN, cermati dulu apakah ada mekanisme short coupon di memorandum SBN agar tak berisiko mengganggu rencana aktivitas investasi Anda di masa depan.