Bukan Bonus atau Imbalan Tambahan, Yuk Pahami Arti Long Coupon pada SBN Ritel!

Ketika berinvestasi SBN Ritel, Anda akan menerima kupon secara berkala dengan nominal yang tetap setiap bulannya. Pembayaran imbalan atau keuntungan secara berkala tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi investor karena bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan pasif yang aman dan menjanjikan. 

Tapi, tahukah Anda jika nominal pembayaran kupon SBN ritel bisa jadi berbeda dibanding nominal yang sewajarnya diberikan? Sebagai contoh, ketika jarak antara tanggal settlement dengan tanggal pembayaran kupon pertama lebih dari 1 bulan, maka nominal kuponnya akan lebih besar dibanding bulan-bulan selanjutnya. Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah long coupon.

Namun, pahami jika nominal kupon yang lebih tinggi pada long coupon ini bukanlah untung tambahan atau bonus dan tak akan mempengaruhi total imbal hasil yang didapatkan di akhir periode investasi. Nah, untuk memahami lebih lanjut tentang long coupon pada investasi SBN ritel, Anda bisa mencermati penjelasannya berikut ini. 

Pengertian Long Coupon 

Seperti yang telah dijelaskan sedikit sebelumnya, long coupon adalah pembayaran kupon SBN ritel yang lebih besar dibanding periode kupon selanjutnya. Ketika produk SBN biasanya membayar kupon per bulan, long coupon terjadi ketika kupon dibayarkan dengan waktu di atas 1 bulan.

Sebagai contoh, sebuah produk SBN memiliki tanggal settlement 30 Juli 2025 dan tanggal pembayaran kupon pertamanya 15 September 2025. Dengan jarak antara tanggal settlement dan tanggal pembayaran kupon pertama melebihi 1 bulan, maka nominal kupon yang dibayarkan akan menjadi lebih tinggi. Di kondisi inilah pembayaran kupon tersebut dikenal dengan istilah long coupon.

Bagi yang belum tahu, tanggal settlement adalah tanggal di mana investor secara resmi dinyatakan sebagai pemilik SBN sesuai dengan jumlah yang telah dibelinya selama periode penawaran. Pada tanggal settlement ini SBN resmi aktif dan memulai perhitungan kupon imbal hasilnya.

Perlu dipahami jika long coupon umumnya terjadi saat pembayaran kupon pertama atau perdana. Penyebabnya karena jarak antara tanggal settlement dan tanggal kupon pertamanya lebih dari 1 bulan atau 30 hari. 

Meski begitu, setelah SBN mengalami long coupon, pembayaran kupon di bulan-bulan selanjutnya biasanya akan kembali normal. Tentunya, terjadinya long coupon ini tidak akan mempengaruhi potensi imbal hasil yang diperoleh investor SBN dan tetap sesuai dengan perkiraan keuntungan sesuai nilai kuponnya per tahun. Walaupun begitu, long coupon ini bisa menjadi lebih menarik bagi investor yang memerlukan aliran dana lebih besar di awal saat investasi SBN. 

Baca Juga: Jadi Pertimbangan Investor Ketahui Imbal Hasil, Ini Arti Kupon pada Investasi Obligasi

Contoh Perhitungan Long Coupon

Untuk lebih mudah memahami tentang fenomena long coupon pada investasi SBN ritel, Anda bisa menyimak contoh perhitungannya berikut ini.

Anggap saja Anda berinvestasi sebesar 1.000.000 rupiah di sebuah produk SBN dengan kupon 4,8 persen per tahun. Produk SBN tersebut mempunyai tanggal settlement 30 Juli 2025 dengan jadwal pembayaran kupon pertama di tanggal 15 September 2025. Karena tanggal settlement dan tanggal kupon pertamanya berjarak lebih dari 1 bulan atau 30 hari, maka kuponnya bisa disebut sebagai long coupon. 

Untuk perhitungan kuponnya sendiri dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Hitung nominal kupon dari 30 Juli 2025 sampai 15 Agustus dengan perhitungan: 16/31 * 1/12 x 4,8% * 1 juta rupiah = 2.064 rupiah.
  • Perhitungan 16 hari di perhitungan tersebut didapat dari jumlah hari antara 30 Juli 2025 ( Tanggal Settlement) hingga tanggal 15 Agustus 2025. 
  • Kemudian, tambah nominal kupon 1 bulan (dari tanggal 16 Agustus sampai 15 September) dengan perhitungan: 1/12 * 4,8% * 1 juta rupiah = 4.000 rupiah.
  • Terakhir, tambahkan kedua nominal kupon tersebut, yaitu: 2.064 + 4.000 = 6.064 rupiah.

Jadi, selama periode long coupon, Anda akan mendapatkan kupon yang lebih tinggi di angka 6.064 rupiah dari yang seharusnya hanya 4.000 rupiah per bulan. Dengan catatan, adanya long coupon ini tidak akan meningkatkan total imbalan tahunan yang diperoleh investor dan akan disesuaikan dengan perhitungan kupon di bulan-bulan selanjutnya. 

Juga, pahami jika nominal kupon yang diberikan tersebut masih harus dipotong pajak sebesar 10 persen. Semua kupon yang ditransfer di RDN Wallet atau rekening dana investor telah dipotong pajak sebesar 10 persen dan diterima bersih oleh investor. Sehingga, dari contoh di atas dengan besaran kupon 4.000 rupiah per bulan, nominal bersih yang akan Anda terima adalah 3.600 rupiah pasca dipotong pajak 10 persen.

Tak Lagi Bingung Tanggapi Long Coupon saat Investasi SBN Ritel

Itulah penjelasan tentang long coupon pada investasi SBN Ritel. Pada dasarnya, long coupon adalah kupon yang dibayarkan dengan nominal lebih besar dibanding seharusnya karena jarak tanggal settlement dengan tanggal pembagian kupon lebih dari 1 bulan. Nah, jika Anda ingin tahu apakah produk SBN yang ingin dibeli memiliki long coupon atau tidak, cek dulu informasinya pada memorandum SBN agar tak memicu salah paham nantinya.