Parents Harus Tahu! Ini Panduan Investasi Obligasi untuk Dana Pendidikan

Bagi kebanyakan orang tua, dana pendidikan anak adalah tanggungan finansial yang harus dipersiapkan dengan ekstra hati-hati dan penuh perhitungan. Pasalnya, jika salah perhitungan sedikit saja, target dana pendidikan anak bisa pupus di tengah jalan dan tak tercapai sesuai rencana. 

Belum lagi biaya pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan mengharuskan para parents untuk menyusun rencana secara matang guna menggapainya. Tentunya, investasi menjadi salah satu strategi yang bijak dipilih oleh para orang tua yang ingin mengumpulkan dana pendidikan bagi buah hatinya. Contohnya adalah investasi obligasi untuk dana pendidikan anak yang ideal menjadi cara menyiasati besarnya biaya yang harus dikumpulkan dan kenaikannya per tahun. 

Walaupun begitu, investasi obligasi untuk dana pendidikan perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar mampu memberi potensi imbal hasil optimal sesuai rencana Anda. Untuk para parents yang tertarik investasi obligasi untuk dana pendidikan, Anda bisa menyimak panduan lengkapnya berikut ini. 

Kenapa Investasi Obligasi untuk Dana Pendidikan?

Anda tentu penasaran, mengapa investasi obligasi bisa menjadi pilihan bijak bagi para orang tua yang ingin mengumpulkan dana pendidikan? Sebenarnya, tergantung kebutuhan dan kondisi finansial, semua instrumen investasi ideal dipilih untuk menyiapkan biaya pendidikan di masa depan. Tapi, ada beberapa alasan kenapa investasi obligasi layak untuk dijadikan pilihan bagi Anda yang berencana meraih dana pendidikan, antara lain:

  1. Biaya Pendidikan Terus Naik Setiap Tahun

    Tak bisa dipungkiri jika setiap tahunnya, biaya pendidikan terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data historis, peningkatan biaya sekolah dan kuliah di Indonesia pun berada di angka yang tak boleh dipandang sebelah mata, yakni di kisaran 10-15 persen per tahunnya. Untuk menyiasati kenaikan tersebut, investasi obligasi untuk dana pendidikan bisa menjadi salah satu caranya. 

    Dengan investasi surat utang atau obligasi, Anda bisa mendapatkan imbal hasil seiring waktu melalui kupon atau bunga yang dibayarkan secara berkala. Tergantung dari jenis obligasi yang dipilih dan waktu jatuh temponya, investasi di instrumen ini bisa dijadikan solusi jangka panjang untuk mengatasi kenaikan biaya pendidikan yang kian tak terbendung.

  2. Imbal Hasil Tetap dan Stabil

    Jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, obligasi memiliki keunggulan berupa pendapatan atau imbal hasilnya yang stabil dan bersifat tetap. Karakteristiknya tersebut membuat instrumen investasi ini mampu memberikan potensi imbal hasil yang bisa diprediksi untuk membantu investor merencanakan tujuan finansialnya di masa depan. Biasanya, pembayaran kupon obligasi dilakukan secara berkala, misalnya, per bulan, per triwulan, ataupun per 6 bulan tergantung kebijakan penerbitnya. 

  3. Risiko Tergolong Rendah

    Daya tarik investasi obligasi untuk dana pendidikan lainnya adalah instrumen ini memiliki tingkat risiko yang tergolong rendah, khususnya pada produk obligasi pemerintah. Alasannya karena pada obligasi pemerintah, pembayaran pokok dan kuponnya dijamin oleh negara. Pun pada obligasi korporasi, risikonya juga masih lebih rendah dibanding saham dan bisa diminimalkan dengan tepat mencermati profil perusahaan penerbitnya.

  4. Cocok Jadi Sarana Diversifikasi Portofolio

    Risiko obligasi yang cukup mudah diantisipasi juga membuat instrumen ini cocok dijadikan sarana diversifikasi portofolio Anda. Saat kondisi pasar saham sedang bergejolak, banyak investor menjadikan obligasi sebagai cara untuk mengamankan asetnya. Alasannya karena kinerja obligasi cenderung lebih stabil dan memiliki tren kenaikan saat kondisi pasar saham sedang volatil. 

  5. Pilihan Jatuh Tempo Bervariatif

    Alasan kenapa investasi obligasi layak dijadikan pilihan untuk menyiapkan dana pendidikan adalah produk ini memiliki opsi jatuh tempo atau tenor yang bervariatif. Mulai dari tenor yang hanya beberapa bulan, sampai puluhan tahun tersedia untuk dipilih oleh investor menyesuaikan kebutuhan dan target investasinya. Jadi, Anda tak perlu bingung mengganti instrumen investasi untuk meraih dana pendidikan anak di jenjang TK, SD, SMP, hingga kuliah sekalipun. 

Jenis Investasi Obligasi untuk Dana Pendidikan

Agar bisa memaksimalkan tujuan investasi obligasi untuk dana pendidikan, Anda perlu memahami 3 jenis produk obligasi yang bisa dijadikan pilihan, yaitu obligasi pemerintah, obligasi daerah, dan obligasi korporasi. Berikut penjelasan dari ketiga jenis obligasi tersebut. 

  1. Obligasi Pemerintah

    Sesuai namanya, obligasi pemerintah adalah surat utang yang diterbitkan negara. Contoh obligasi pemerintah adalah Surat Berharga Negara atau SBN, Obligasi Ritel Indonesia, Sukuk Ritel, dan Saving Bonds Ritel. Karena diterbitkan resmi oleh pemerintah dan dijamin negara, obligasi pemerintah dianggap memiliki risiko sangat kecil dan cocok dijadikan pilihan oleh investor pemula. 

  2. Obligasi Daerah

    Mirip dengan obligasi pemerintah, obligasi daerah diterbitkan pemerintah daerah. Penerbitan instrumen investasi ini bertujuan untuk mendapatkan pendanaan guna mendanai proyek pembangunan sesuai program yang disusun pemerintah daerah. Walaupun begitu, obligasi daerah di Indonesia masih tergolong jarang serta memiliki regulasi yang ketat untuk bisa dijadikan opsi bagi para investor.

  3. Obligasi Korporasi

    Obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan korporasi atau perusahaan swasta. Dibanding obligasi pemerintah, obligasi korporasi umumnya menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi. Tapi, investasi di obligasi korporasi juga memiliki risiko gagal bayar yang bisa diantisipasi dengan memastikan kesehatan finansial dan kredibilitas perusahaan penerbitnya sesuai evaluasi peringkat kredit dari lembaga resmi. 

Strategi Investasi Obligasi untuk Dana Pendidikan

Sebenarnya, investasi obligasi untuk dana pendidikan mudah dan simpel dilakukan. Anda hanya perlu menentukan produk obligasi mana yang pas untuk dipilih sesuai dengan jangka waktu mengumpulkan dana pendidikan. Namun, agar bisa lebih optimal menjalaninya dan meraih imbal hasil optimal, simak 5 strategi investasi obligasi untuk dana pendidikan berikut ini. 

  1. Tetapkan Jangka Waktu dan Target Dana

    Hal pertama yang wajib dilakukan sebelum investasi obligasi untuk dana pendidikan adalah menentukan jangka waktu dan target dana yang harus dikumpulkan. Hitung estimasi biaya pendidikan di masa depan, serta tenggat waktu dana tersebut harus terkumpul. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa memilih produk obligasi dengan waktu jatuh tempo dan kupon yang sesuai. 

  2. Investasi secara Konsisten dan Bertahap

    Agar bisa meraih imbal hasil optimal, mulai investasi sedini mungkin. Tak harus dengan nominal besar, investasi obligasi dengan jumlah terjangkau asal konsisten mampu memberi potensi keuntungan yang jauh lebih signifikan. Melalui efek compounding atau bunga berbunga, dana yang diinvestasikan mampu berkembang dengan lebih maksimal jika ditanam lebih cepat, konsisten, dan bertahap seiring waktu. 

  3. Diversifikasi Jenis Obligasi

    Ketika investasi obligasi, jangan terpaku hanya pada 1 jenis obligasi saja. Pertimbangkan untuk mengombinasikan komposisi obligasi korporasi dan obligasi pemerintah agar bisa meraih imbal hasil optimal tanpa terlalu tinggi menanggung risiko melebihi profil risiko diri. 

  4. Investasikan Kembali Kupon Obligasi

    Tips investasi obligasi untuk dana pendidikan selanjutnya adalah jangan ragu menginvestasikan kembali keuntungan atau kupon obligasi. Strategi reinvestasi ini bisa mempercepat pertumbuhan aset untuk mengumpulkan dana pendidikan sesuai target dan tenggat waktu yang telah ditentukan. 

  5. Lakukan Evaluasi Berkala

    Tips yang terakhir, selalu lakukan evaluasi secara berkala terhadap pertumbuhan dana di portofolio obligasi. Sesuaikan strategi dengan kebutuhan dan tujuan keuangan, dan jangan ragu mengubah rencana jika dirasa performa investasi obligasi tak sesuai ekspektasi. Dengan begitu, target investasi obligasi untuk dana pendidikan bisa tercapai secara maksimal menyesuaikan rencana Anda. 

Rencanakan Dana Pendidikan di Masa Depan dengan Investasi Obligasi

Ibarat lari maraton, menyiapkan dana pendidikan memerlukan perencanaan matang untuk jangka panjang agar bisa diraih secara optimal. Untuk memudahkan perjalanan panjang tersebut, investasi obligasi dapat dijadikan pilihan karena memiliki tingkat risiko yang cukup rendah dan stabil. Oleh karena itu, mulailah rencana investasi obligasi untuk dana pendidikan agar bisa tercapai tepat waktu tanpa membebani finansial di masa depan.