Cermati Aksi Korporasi Emiten, Stock Split
Stock Split adalah aksi korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham, sehingga jumlah saham yang dimiliki investor bertambah, namun harga per lembar saham menjadi lebih rendah secara proporsional.
Artinya, stock split tidak menambah kekayaan investor maupun mengubah nilai perusahaan (market capitalization). Yang berubah hanyalah jumlah lembar saham dan harga per lembar secara proporsional.
Mengapa Emiten Melakukan Stock Split?
Beberapa tujuan utama emiten melakukan stock split adalah:
- Membuat harga saham lebih terjangkau, harga yang terlalu tinggi sering dianggap kurang ramah bagi investor ritel.
- Meningkatkan likuiditas perdagangan, harga yang lebih murah biasanya meningkatkan frekuensi transaksi dan volume perdagangan.
- Memperluas basis investor untuk menarik lebih banyak investor ritel maupun institusi.
- Meningkatkan daya tarik saham karena saham yang lebih aktif diperdagangkan umumnya lebih menarik bagi pasar.
- Memberikan sinyal optimisme manajemen, tidak selalu, tetapi stock split sering dilakukan ketika manajemen percaya prospek bisnis tetap baik.
Manfaat bagi Investor
Positif :
- Harga saham menjadi lebih terjangkau.
- Likuiditas meningkat sehingga lebih mudah membeli maupun menjual saham.
- Spread bid-offer biasanya menjadi lebih tipis.
- Potensi menarik investor baru sehingga sentimen saham menjadi lebih positif.
- Mempermudah strategi investasi bertahap (DCA).
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Tidak menambah nilai investasi, nilai portofolio tetap sama setelah stock split.
- Tidak menjamin harga akan naik, Harga saham tetap mengikuti fundamental perusahaan dan kondisi pasar.
- Potensi volatilitas meningkat, Karena lebih banyak investor ritel yang masuk, pergerakan harga bisa menjadi lebih aktif.
- Likuiditas yang tinggi tidak selalu berarti kualitas perusahaan lebih baik, Investor tetap harus memperhatikan laba, arus kas, utang, dan prospek bisnis.
Ketika Stock Split, Bingung Memilih Emiten Mana yang Layak Dibeli
Berdasarkan pengumuman resmi BEI dan keterbukaan informasi hingga pertengahan Juli 2026, emiten yang dipastikan melaksanakan stock split pada bulan Juli adalah:
| Kode Emiten | Rasio Split | Cum Date | Exp Date | Sektor Utama | Siklus Bisnis | Profil Risiko |
| RAJA | 5 : 1 | 15 Juli 2026 | 16 Juli 2026 | Infrastruktur Gas & Energi | Defensif | Rendah |
| RMKE | 5 : 1 | 16 Juli 2026 | 17 Juli 2026 | Logistik & Tambang Batubara | Siklikal | Sedang |
| MLPT | 25 : 1 | 20 Juli 2026 | 21 Juli 2026 | IT Solution & Digital Trans. | Bertumbuh (Growth) | Sedang |
Maka mulai tanggal expired, harga saham stock split akan berubah mengikuti rasionya, misal :
RAJA, harga penutupan (closed) tanggal 15 Juli 2026 (cum Date) adalah Rp4.600. Esok harinya atau pada tanggal 16 Juli 2026 (expired date) jangan kaget harganya berubah menjadi Rp920.
Ini terjadi karena rasio stock split atau pemecahan harga saham adalah 1 (lama) menjadi 5 (baru) artinya lembar atau lot saham kamu menjadi 5x lebih banyak dari saat cum tetapi harga sahamnya berubah tinggal 20% atau 1/5 harga dari harga. Tidak perlu khawatir karena “Nilai” atau “Value” investasi Anda tetap sama. Nah, kalau ke depannya bisnis perusahaan terus berkembang dan harga saham kembali naik, apalagi sampai menyamai atau melampaui harga sebelum stock split, potensi keuntungan Anda juga bisa lebih besar karena sekarang Anda memiliki jumlah saham yang lebih banyak.
Kini, mari kita bandingkan kualitas bisnis, prospek industri, pertumbuhan laba, valuasi, dan risiko masing-masing emiten:
|
Emiten |
Bisnis |
Pertumbuhan |
Siklus Bisnis |
Risiko |
|
Infrastruktur gas & energi |
⭐⭐⭐⭐⭐ |
Defensif |
Rendah |
|
|
Logistik & tambang batubara |
⭐⭐⭐⭐ |
Siklikal |
Sedang |
|
|
IT Solution & Digital Transformation |
⭐⭐⭐⭐ |
Bertumbuh |
Sedang |
1. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) – Pilihan Defensif Infrastruktur Energi
RAJA beroperasi sebagai penyedia infrastruktur energi terintegrasi, mencakup jaringan pipa gas, distribusi gas bumi, fasilitas pengolahan LNG, hingga pembangkit listrik. Model bisnis berbasis kontrak jangka panjang memberikan recurring income yang sangat stabil.
-
Keunggulan: Arus kas terprediksi, defensif terhadap fluktuasi komoditas, serta berpotensi diuntungkan oleh program hilirisasi dan transisi energi nasional. Kinerja kuartal II/2026 mencatatkan pertumbuhan laba bersih meski pendapatan tertekan.
-
Kelemahan: Karakteristik industri padat modal membutuhkan alokasi capital expenditure (capex) besar untuk proyek baru.
2. PT RMK Energy Tbk (RMKE) – Pemanfaat Siklus Logistik Komoditas
RMKE mengintegrasikan bisnis rantai pasok batubara, meliputi jalan angkut (hauling road), pelabuhan, stasiun pemuatan, hingga manajemen tambang mandiri. Integrasi ini menghasilkan marjin usaha yang lebih terjaga dibanding penambang murni.
-
Keunggulan: Arus kas operasional kuat, ekspansi kapasitas volume angkut terus bertambah, dan dividen kompetitif. Pemecahan saham meningkatkan likuiditas di tengah volume tonase yang bertumbuh pada kuartal II/2026.
-
Kelemahan: Kinerja keuangan tetap sensitif terhadap pergerakan harga batubara global dan regulasi energi fosil.
3. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) – Taruhan Transformasi Digital
MLPT merupakan penyedia solusi teknologi informasi enterprise, mencakup cloud, cybersecurity, kecerdasan buatan (AI), data center, serta integrasi perangkat lunak sektor perbankan dan pemerintahan.
-
Keunggulan: Berada di sektor dengan pertumbuhan jangka panjang yang masif seiring akselerasi digitalisasi nasional.
-
Kelemahan: Kinerja kuartal II/2026 menunjukkan tekanan marjin profitabilitas. Valuasi tergolong premium dengan fluktuasi laba yang perlu dicermati.
Mana yang Paling Murah?
Dari sisi valuasi terhadap kualitas bisnis (bukan hanya harga nominal setelah stock split) menilai:
- RAJA (sangat baik), relatif paling menarik karena bisnis defensif, pertumbuhan laba yang tetap positif, dan prospek jangka panjang yang didukung pembangunan infrastruktur energi.
- RMKE (baik), menarik bila Anda percaya siklus batubara masih kuat 2–3 tahun ke depan. Namun perlu menerima risiko yang lebih tinggi karena bergantung pada komoditas.
- MLPT (baik), kualitas bisnis baik dan berada di sektor yang prospektif, tetapi dengan penurunan laba terbaru dan valuasi yang sudah tinggi, margin of safety terlihat lebih sempit.
Mana yang Layak Dibeli Sekarang?
Jika harus mengurutkan untuk investasi jangka menengah 3 tahun, dengan mempertimbangkan kualitas bisnis, prospek industri, dan profil risiko, urutannya adalah:
- RAJA karena kombinasi bisnis yang defensif, prospek energi domestik, dan kinerja yang tetap tangguh membuatnya paling menarik.
- RMKE, cocok bagi investor yang nyaman dengan siklus komoditas dan ingin memanfaatkan ekspansi bisnis logistik batubara.
- MLPT, menarik sebagai tema digitalisasi jangka panjang, tetapi saya akan lebih nyaman menunggu tanda-tanda pemulihan laba atau valuasi yang lebih menarik sebelum menambah posisi.
Ingin Punya Sahamnya, Tapi Tidak Ada Waktu?
Reksa dana saham atau reksa dana campuran solusinya.
Dari ketiga emiten yang melakukan stock split, ada emiten yang sering dibeli untuk mengisi portofolio reksa dana, contoh RAJA (PT. Rukun Raharja Tbk.). Menggunakan fasilitas “Find Fund by Stocks” dari Cermati (https://cermati-invest-update.vercel.app/?tab=fund), mudah menemukan reksa dana yang dimaksud, yaitu :
- Sam Indonesia Equity Fund, memiliki emiten RAJA, 4,8% dari AUM
- BRI Mawar Konsumer 10 Kelas A, memiliki emiten RAJA, 3% dari AUM