BI Tahan Suku Bunga 5.75% Strategi di Tengah Badai Global!

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5.75%, suku bunga deposit facility sebesar 4.75%, dan suku bunga lending facility sebesar 6.50%. Sebagai catatan, BI-Rate melesat naik 100 poin dari 4.75% (April 2026) menjadi 5.75% pada Juni 2026.

Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan insentif untuk menarik aliran masuk modal asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA). BI mempertahankan sikap pengetatan moderat untuk mengelola tekanan inflasi sekaligus mendukung pemulihan ekonomi, menjaga tingkat di kisaran pertengahan 5% hingga 6%.

Tujuan Utama Keputusan BI:

  • Stabilitas & inflasi: menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (Rp17.805/USD) di tengah gejolak global (harga minyak, geopolitik dan suku bunga AS yang saat ini 4.00%) serta memastikan inflasi terkendali di sasaran 2.5±1%. Inflasi IHK Agustus 2026 tercatat sebesar 3.19% (YoY).
  • Insentif lindung nilai: peningkatan insentif swap beli & DNDF untuk pendanaan luar negeri (portofolio, pinjaman bank, FDI) dengan pengurangan premi hingga 25-30%.
  • Kredit & ketahanan perbankan: kredit tumbuh 13.65% (YoY) disokong Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp461,2 T. Ketahanan kuat dengan CAR 23.84% dan NPL net 0.81%. 
  • Ledakan transaksi digital: volume pembayaran digital melesat 40.36% (YoY) mencapai 6,11 miliar transaksi. QRIS tumbuh fantastis 67.22% (YoY) & BI-FAST capai 549 juta transaksi.
  • Pertumbuhan ekonomi: pertumbuhan ekonomi 2026 diperkirakan tetap terjaga baik pada kisaran 4.9–5.7%.

Bagaimana BI Rate Mempengaruhi Ekonomi

  • Pinjaman dan simpanan bank: bank komersial menyesuaikan suku bunga pinjaman dan simpanan mereka berdasarkan suku bunga BI, yang mempengaruhi biaya pinjaman bagi bisnis dan rumah tangga.
  • Keputusan investasi: suku bunga yang lebih tinggi dapat menarik modal asing, mendukung rupiah, sementara suku bunga yang lebih rendah mendorong investasi domestik dan konsumsi.
  • Pengendalian inflasi: dengan memengaruhi pertumbuhan kredit dan pengeluaran, suku bunga BI membantu menjaga stabilitas harga.

Investasi Saham Sekarang!  

Sektor Terdampak

  • Sektor perbankan & keuangan: pertumbuhan kredit/pembiayaan tetap kuat mencapai 13.65% (YoY) di bulan Agustus 2026, didukung oleh kebijakan makroprudensial akomodatif melalui Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Ketahanan perbankan sangat solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 23.84% dan NPL bruto rendah sebesar 2.10%. 
  • Sektor riil & usaha (kredit investasi & modal kerja): penyaluran kredit investasi tumbuh signifikan hingga 25.11% (YoY), sedangkan kredit modal kerja tumbuh 11.45% (YoY). 
  • Sektor ekonomi digital & sistem pembayaran: mengalami pertumbuhan pesat dengan volume transaksi pembayaran digital naik 40.36% (YoY) dan transaksi QRIS melonjak 67.22% (YoY). 
  • Sektor inklusif & UMKM: diperkuat dengan persiapan penguatan Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang berlaku efektif 1 Oktober 2026. 

Efek Terhadap Rupiah, Saham, dan Bonds (Obligasi)

  • Rupiah: terjaga stabil namun sempat mengalami tekanan terbatas. Per 23 September 2026, rupiah berada di level Rp17.805 per USD (menguat 0.46% sehari, melemah 0.3% dari awal Sept 2026). Mitigasi BI: menyiapkan intervensi pasar (Spot, DNDF, NDF) serta memperluas insentif premi swap dan DNDF untuk menjaga inflow modal asing. 
  • Saham (pasar ekuitas) & investasi portofolio: penguatan lending appetite dan kebijakan makroprudensial yang longgar menopang daya tahan korporasi. Meskipun minat investor terhadap emerging markets sempat tertahan oleh faktor global, aliran investasi portofolio asing triwulan III 2026 tetap mencatat net inflows sebesar USD 0,4 miliar. 
  • Bonds (Pasar Surat Berharga Negara/SBN): penahanan BI-Rate memberikan tingkat imbal hasil (yield) yang tetap menarik bagi investor. Penerbitan global bond pemerintah serta inflows pada SBN menjadi penopang utama masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.