Memahami Istilah FOMO dalam Investasi dan 5 Tips Menghindari Bahayanya

Sudah menjadi insting alami bagi kebanyakan manusia untuk mengikuti hal yang sering atau sedang dilakukan banyak orang. Fenomena tersebut memunculkan istilah populer yang disebut fear of missing out atau biasa disingkat sebagai FOMO. FOMO adalah bias perilaku yang  bisa terjadi di hampir semua aspek kehidupan saat ini, termasuk investasi. 

Yang menjadi masalah, ketika mengalami FOMO dalam investasi, hal tersebut bisa membuat bias objektivitas dan keliru dalam mengambil keputusan atau strategi bagi investor. Alhasil, bukannya untung, kesalahan tersebut malah bisa memicu kerugian yang mampu mengacaukan rencana investasi. 

Walaupun begitu, bukan berarti Anda harus membiarkan insting manusia tersebut memengaruhi aktivitas investasi. Agar bisa menghindari FOMO dalam investasi, simak pengertian dan 5 tipsnya berikut ini. 

Pengertian FOMO dalam Investasi

Seperti yang telah dijelaskan sedikit sebelumnya, FOMO atau fear of missing out adalah istilah yang berarti rasa takut untuk ketinggalan tren yang dilakukan oleh banyak orang dan menjadi beda sendiri. Sebagai contoh, ketika Anda tadinya bersabar dan lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi, tiba-tiba merasa gelisah saat melihat rekan investor lain berhasil meraih untung banyak dalam waktu yang singkat. 

Karena tidak ingin melewatkan peluang yang sama tersebut, akhirnya Anda jadi tidak ragu untuk segera membeli aset atau saham yang sama tanpa melakukan analisis terlebih dulu. Tentunya, hal ini bisa menjadi langkah investasi yang gegabah dan bisa memicu risiko kerugian. 

FOMO dalam investasi sendiri adalah hal yang tidak sulit ditemui. Khususnya pada investor pemula, rasa takut kehilangan tren investasi perlu disiasati dengan lebih bijak agar tidak sampai mengganggu rencana investasi, apalagi mengacaukannya.  Jangan sampai karena ada tren atau popularitas sesaat, Anda malah terjebak hingga mengalami kerugian selama investasi. 

5 Tips Menghindari FOMO dalam Investasi

Secara umum, menghindari FOMO saat investasi bisa dilakukan dengan memahami prinsip dasarnya, yaitu high risk high return, serta memahami jika semuanya membutuhkan proses. Agar terhindar dari bahayanya, berikut 5 tips menghindari FOMO dalam investasi yang perlu Anda simak. 

1. Sadari Rasa Takutnya

Cara menghindari FOMO dalam investasi yang pertama adalah menyadari adanya rasa takut. Tidak menyadari rasa FOMO malah bisa menyulitkan Anda untuk menghindari perasaan tersebut dan menahannya. 

Ingat jika FOMO bisa memberi pengaruh bagi investor saat mengambil keputusan. Oleh karena itu, ketika merasakan keinginan untuk mengikuti tren tertentu, sadari jika hal tersebut merupakan efek dari FOMO. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah untuk menyiasatinya, dan berusaha untuk melakukan analisis atau pertimbangan yang lebih matang terlebih dulu sebelum mengambil keputusan. 

2. Pelajari Psikologi Investasi

FOMO berkaitan erat dengan aspek psikologi. Munculnya dorongan emosi atau hasrat untuk membeli atau menjual saham sering kali mengalahkan logika dan pikiran rasional. Padahal, investasi dengan berlandaskan emosi belaka sangat berisiko. 

Biasanya, saat terjebak FOMO dalam investasi, Anda membeli saham tanpa pikir panjang, panik, menjualnya saat merugi, menyesal, lalu mengulangi siklus yang sama. Mengetahui hal tersebut, ada baiknya mempelajari psikologi investasi dan trading agar bisa lebih memahami cara untuk membendung rasa takut tersebut. 

3. Lebih Bijak Gunakan Media Sosial

Meski tidak selalu, tapi FOMO dalam investasi sering kali dipicu oleh berita atau tren yang mungkin Anda lihat di media sosial. Pada dasarnya, media sosial bisa menjadi sarana yang bagus untuk mendapatkan informasi seputar investasi dan tren terbaru. 

Namun, jangan sekadar mengandalkan informasi yang masih belum terverifikasi di media sosial sebagai acuan saat investasi. Pastikan untuk mempelajari lebih lanjut tren atau informasi yang dilihat di media sosial agar bisa mengambil keputusan dengan lebih matang. 

4. Lakukan Jurnal Investasi

Tips menghindari FOMO dalam investasi lainnya adalah melakukan jurnal atau catatan investasi. Catat semua transaksi jual beli saham agar bisa lebih mudah memantau setiap aktivitas serta mengevaluasinya. Cara ini juga bisa membantu Anda untuk lebih menyadari tentang beragam konsekuensi dari setiap keputusan investasi yang diambil, termasuk yang disebabkan oleh FOMO. 

5. Pahami Manajemen Risiko Investasi

Terakhir, tips agar FOMO tidak terlalu memengaruhi aktivitas investasi adalah dengan memahami manajemen risiko. Jika mulai tergoda untuk mengambil keputusan investasi karena takut ketinggalan, lakukan manajemen risiko dengan menetapkan batas kerugian atau stop loss. Dengan begitu, saat memang keliru mengambil keputusan, risiko kerugian bisa dibatasi sesuai rencana investasi agar tak sampai berdampak terlalu besar terhadap modal. 

FOMO dalam Investasi Hanya Akan Memicu Keputusan Gegabah dan Berisiko

Bagi investor yang cerdas, FOMO dalam investasi adalah hal yang penting untuk dihindari. Selain sering kali membuat keputusan investasi tidak berdasar, FOMO dalam investasi juga berisiko memicu kerugian karena telah terlambat mengambil keputusan saat harga aset sudah naik terlalu tinggi tanpa didukung analisis yang memadai. Jadi, pahami pengertian FOMO dalam investasi dan 5 tips menghindarinya di atas agar aktivitas investasi Anda tetap terjaga.