Diversifikasi Reksa Dana dan SBN, Strategi Cerdas Minimalkan Risiko Investasi
Di dunia investasi, meminimalkan risiko menjadi kunci penting agar bisa meraih tujuan finansial secara optimal. Bahkan, ada investor yang lebih mengutamakan proteksi terhadap nilai asetnya dibanding mengejar keuntungan semaksimal mungkin dari investasi.
Untuk meredam risiko investasi pada dasarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara dan strategi. Tapi, bagi kebanyakan investor, diversifikasi menjadi strategi yang wajib untuk dipahami dan diterapkan guna meminimalkan risiko selama investasi. Diversifikasi sendiri dilakukan dengan membagi modal investasi di instrumen yang lebih rendah risiko sesuai kebutuhan dan profil risiko investor.
Salah satu contohnya adalah kombinasi diversifikasi reksa dana dan SBN karena kedua instrumen investasi tersebut memiliki tingkat risiko yang cukup terukur, dan membuat portofolio lebih tahan banting. Nah, untuk mengetahui panduan diversifikasi reksa dana dan SBN pada portofolio investasi, Anda bisa menyimak ulasannya berikut ini.
Peran Diversifikasi Reksa Dana dan SBN
Ada alasan kenapa reksa dana dan Surat Berharga Negara atau SBN merupakan kombinasi menarik untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Berdasarkan fungsinya, baik reksa dana dan SBN mampu memberikan potensi kinerja investasi optimal untuk membantu investor mewujudkan tujuan finansialnya.
1. Reksa Dana
Pada strategi diversifikasi ini, reksa dana berperan sebagai aset likuiditas yang sekaligus mampu memberi potensi pertumbuhan menarik. Reksa dana sendiri memiliki beberapa jenis dengan potensi keuntungan dan risiko tersendiri, yaitu reksa dana pasar uang, saham, dan pendapatan tetap.
Misalnya, Anda bisa investasi di reksa dana pasar uang yang pertumbuhan nilainya cenderung stabil dan membuatnya bisa dicairkan kapan saja. Sementara untuk meningkatkan potensi imbal hasil, reksa dana saham cocok dipilih agar tujuan keuangan jangka panjang lebih optimal terwujud.
Pengelolaan reksa dana oleh Manajer Investasi profesional juga bisa membantu investor mengoptimalkan aktivitas investasi, khususnya investor pemula.
2. SBN
Berperan sebagai jangkar pertahanan portofolio investasi, SBN adalah instrumen investasi rendah risiko yang diterbitkan resmi oleh Pemerintah Indonesia. Ada banyak jenis SBN dengan daya tariknya tersendiri, seperti sukuk, SBR, ST, dan ORI.
Mengapa SBN bisa menjadi jangkar portofolio investasi? Alasannya karena pembayaran kupon dan pokoknya 100% dijamin negara. Jadi, SBN cocok menjadi sarana investasi untuk memperoleh pendapatan pasif secara berkala dan aman.
Keunggulan Diversifikasi Reksa Dana dan SBN
Berdasarkan masing-masing fungsinya, ada banyak keunggulan mengombinasikan reksa dana dan SBN sebagai strategi diversifikasi, antara lain:
1. Menambal Kekurangan Satu Sama Lain
Meski mampu memberi keuntungan berupa kupon secara berkala, kekurangan investasi SBN adalah dana investor terkunci sampai jatuh tempo sesuai tenor masing-masing seri SBN, biasanya 2 sampai 6 tahun. Karena likuiditasnya yang rendah tersebut, Anda bisa menyiasatinya dengan investasi reksa dana yang memiliki likuiditas tinggi. Untuk mengantisipasi dana darurat, reksa dana bisa menjadi penyelamat karena dapat dicairkan dalam waktu 3 sampai 7 hari kerja saja.
2. Penyeimbang Risiko Pasar
Dalam investasi, risiko pasar pada reksa dana tidak bisa sepenuhnya dihilangkan, tapi bisa diminimalkan. Salah satu caranya dengan mengalokasikan sebagian modal investasi ke SBN yang pokok investasi beserta kuponnya tak akan terlalu signifikan terdampak gejolak pasar.
3. Mengoptimalkan Imbal Hasil
SBN yang memberi jaminan pembayaran pokok dan kupon menawarkan keamanan bagi investor. Sementara reksa dana, seperti saham atau campuran, mampu memberi potensi imbal hasil optimal agar lebih ideal membantu Anda mewujudkan tujuan keuangan sesuai rencana.
Perbandingan Karakteristik Reksa Dana dan SBN
Jika membandingkan karakteristik reksa dana dan SBN, Anda bisa melihat jika kedua instrumen investasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Berikut adalah tabel perbandingan karakteristik reksa dana dan SBN.
|
Kriteria |
Reksa Dana |
SBN |
|
Risiko Gagal Bayar |
Mempunyai risiko capital loss menyesuaikan jenis reksa dana |
Nyaris nol karena dijamin negara 100% |
|
Tingkat Likuiditas |
Relatif likuid karena bisa dicairkan kapan saja dengan proses yang cukup singkat |
Tidak bisa dicairkan sampai jatuh tempo, atau harus menunggu masa early redemption atau dijual di pasar sekunder. |
|
Sumber Keuntungan |
Capital gain atau potensi kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) |
Kupon bulanan, dan capital gain jika bersifat tradable |
|
Beban Pajak Keuntungan |
Bebas pajak karena bukan objek pajak |
Pajak Final 10% |
Contoh Penerapan Diversifikasi Reksa Dana dan SBN
Ketika melakukan diversifikasi, kunci penting yang wajib diperhatikan adalah menentukan alokasi persentasenya sesuai profil risiko, tujuan finansial, dan jangka waktu. Untuk lebih mudah memahami diversifikasi reksa dana dan SBN, Anda bisa menyimak contoh penerapannya berikut ini.
- Bagi investor konservatif, utamakan keamanan dan pendapatan pasif dari investasi dengan mengalokasikan 70% dana di SBN, dan 30% sisanya di reksa dana pasar uang yang lebih rendah risiko.
- Bagi investor moderat, seimbangkan keamanan dan pertumbuhan investasi dengan menempatkan 50% modal di SBN, 25% modal di reksa dana saham atau campuran, dan 25% sisanya di reksa dana pasar uang untuk likuiditas.
- Bagi investor agresif, tempatkan mayoritas modal di reksa dana saham untuk memaksimalkan potensi imbal hasil, dan sebagian kecil di SBN dan reksa dana pasar uang untuk meminimalkan risiko kerugian.
Jalani Investasi Lebih Lancar dengan Diversifikasi Reksa Dana dan SBN
Sebagai kesimpulan, diversifikasi reksa dana dan SBN dilakukan dengan fokus meraih potensi imbal hasil optimal menyesuaikan kondisi keuangan dan profil risiko investor. Reksa dana dengan pertumbuhan investasi menjanjikan dan likuid mampu dioptimalkan dengan jaminan perlindungan pokok investasi dari SBN. Dengan begitu, kinerja portofolio bisa menjadi lebih seimbang untuk mewujudkan tujuan finansial sesuai rencana.