Cara Mencari Saham Undervalued dengan Prospek Keuntungan Jangka Panjang

Di dunia investasi, mencari saham yang memiliki prospek keuntungan jangka panjang memang gampang-gampang sulit dilakukan. Pada dasarnya, ada beragam karakteristik yang mampu membantu investor menilai prospek sebuah saham. Salah satunya adalah saham tersebut termasuk ke dalam jenis saham undervalued dan masih jarang diketahui oleh mayoritas investor.

Bagi yang belum tahu, saham undervalued adalah sebutan untuk jenis saham yang dimiliki oleh perusahaan dengan fundamental kuat, tapi harganya lebih rendah dibanding nilai intrinsiknya. Ibaratnya, saham undervalued ini seperti mobil premium yang dijual dengan harga mobil standar.

Dengan karakteristik tersebut, jika berhasil membeli saham undervalued tentu mampu memberi peluang emas untuk meraih imbal hasil menjanjikan dalam panjang. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mencari saham tersembunyi tersebut agar bisa membelinya di waktu yang tepat? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ciri Saham Undervalued

Sebelum membahas tentang cara mencari saham undervalued, Anda perlu memahami dulu apa saja ciri yang dimiliki oleh jenis saham tersebut. Berikut 4 ciri saham undervalued utama yang penting untuk diketahui investor. 

1. Fundamental Perusahaan yang Kuat

Perlu dipahami jika saham undervalued berbeda dengan saham “gorengan” yang harganya mudah dimanipulasi oleh oknum tertentu. Sebaliknya, jenis saham ini umumnya dimiliki oleh perusahaan dengan fundamental yang kuat. Beberapa karakteristik fundamental kuat tersebut, antara lain, jajaran manajemen yang terpercaya, konsisten menghasilkan keuntungan bisnis menjanjikan, dan sebagainya. 

2. Mempunyai Keunggulan Kompetitif

Selain fundamental yang bagus, saham undervalued juga umumnya memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) jangka panjang dibanding kompetitor di industri yang sama. Dengan keunggulan tersebut, perusahaan mampu melindungi pangsa pasarnya serta mampu bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat sekalipun. 

Contoh keunggulan kompetitif ini bisa berupa produk yang disukai dan laris di pasar, brand yang populer dan kuat, mempunyai paten, keunggulan biaya, dan sebagainya. Jadi, meski nilai sahamnya masih tergolong rendah, tapi perusahaan dengan keunggulan kompetitif memiliki peluang tinggi untuk terus berkembang dan mempertahankan daya saing serta pangsa pasar di industrinya. 

3. Tingkat Utang Rendah dan Arus Kas Positif

Perusahaan dengan kondisi finansial yang sehat, ditandai dengan tingkat utang yang terkendali dan arus kas positif, menunjukkan bisnisnya lancar dan potensial. Ciri ini juga mampu menunjukkan jika perusahaan bisa membiayai operasi bisnisnya sendiri dengan lancar tanpa terlalu bergantung dengan pinjaman yang bisa memangkas laba.

4. Jajaran Manajemen Kompeten dan Jujur

Ciri saham undervalued yang terakhir adalah perusahaan dipimpin oleh jajaran manajemen yang kompeten, memiliki reputasi jelas, dan riwayat kinerja terpercaya. Integritas yang terjamin tersebut bisa membangun kepercayaan di mata investor serta menjadi kunci penting untuk menjalin kerja sama jangka panjang.  

Cara Mencari Saham Undervalued

Secara umum, ada 4 cara mencari saham undervalued yang bisa Anda ikuti, antara lain:

1. Memahami Kebutuhan dan Tujuan Investasi

Di dunia investasi, risiko paling besar datang dari ketidaktahuan investor tentang apa yang dilakukannya. Oleh karena itu, jangan berinvestasi pada saham dari perusahaan yang Anda kurang memahami industri yang digelutinya. Melainkan, fokus pada sektor bisnis yang dikuasai agar lebih mampu membaca dan menganalisis industri serta perusahaan secara lebih mendalam sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi. 

2. Analisis Kinerja Finansial Perusahaan

Selain menganalisis fundamental perusahaan, analisis teknikal juga menjadi kunci penting dalam mencari saham undervalued. Pahami dengan detail laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan setiap tahun selama beberapa periode ke belakang. 

Umumnya, ada beberapa metrik atau alat analisis yang bisa memudahkan Anda membaca kinerja finansial perusahaan, seperti, Price to Earnings Ratio (PER), Price to Book Ratio (PBR), Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER). Memahami kinerja finansial perusahaan dan grafik pergerakan harga sahamnya bisa membantu Anda untuk mengetahui kapan waktu terbaik membeli saham undervalued agar bisa meraih potensi imbal hasil lebih optimal. 

3. Ketahui Nilai Intrinsik Perusahaan

Mengetahui nilai intrinsik perusahaan merupakan langkah krusial dalam mencari saham undervalued. Pada dasarnya, nilai intrinsik merupakan nilai wajar dari suatu perusahaan, terlepas dari nilai sahamnya di pasaran. 

Ada beragam metode untuk mengetahui nilai intrinsik perusahaan, salah satunya Discounted Cash Flow atau DCF. DCF dihitung dengan memperkirakan nilai perusahaan terbaru berdasarkan dari proyeksi cash flow di masa depan. Idealnya, saham undervalued mempunyai harga saham lebih rendah dibanding nilai wajar perusahaan sehingga memiliki potensi lebih tinggi untuk menghasilkan keuntungan atau capital gain.  

4. Beli dengan Strategi Margin of Safety

Terakhir, cara mencari saham undervalued adalah dengan menerapkan strategi margin of safety. Secara sederhana, margin of safety merupakan selisih antara harga saham perusahaan di pasar dan nilai intrinsiknya. 

Agar bisa meraih potensi imbal hasil yang optimal dan meminimalkan risiko, Anda perlu menentukan sendiri berapa margin of safety sebelum membeli saham. Tujuannya agar modal investasi bisa lebih terlindungi apabila analisis perkiraan nilai intrinsik ternyata meleset. Dengan kata lain, usahakan untuk membeli saham dari perusahaan dengan nilai intrinsik relatif cukup lebih tinggi dibanding harga pasarnya.

Tidak Mustahil, Mencari Saham Undervalued Hanya Perlu Kesabaran dan Analisis Cermat

Itulah penjelasan tentang cara mencari saham undervalued yang bisa melancarkan aktivitas investasi demi meraih imbal hasil optimal untuk jangka panjang. Tidak memerlukan keahlian khusus, mencari saham undervalued kenyataannya juga bisa dilakukan oleh investor pemula sekalipun asal memahami strateginya. Utamanya, mencari saham undervalued membutuhkan kesabaran serta analisis yang cermat pada perusahaan dengan nilai intrinsik tinggi tapi harga sahamnya di pasar masih tergolong rendah.